Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ISTISHAB: SEJARAH DAN POSISINYA Misbahuzzulam, Misbahuzzulam
Al-MAJAALIS Vol 1 No 1 (2013): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.656 KB)

Abstract

Determine specific legal for a problem must be based on the arguments or reasons that support it. In determining the law, al-Quran and al-Sunnah is often used by the scholars. But in turn, the second source of law is sometimes deemed not sufficient to determine the law on any issue, it is caused due to a variety of new problems are always popping up along with the times. The scholars are trying to find solutions to any problems that arise. Then counterposed the variety of methods that necessarily all of them can not be separated from the corridor shari'ah, such as Ijma', Qiyas, Istihsan, 'urf, Maslahah mursalah, Shar 'Man Qablana, qawl Sahabiy, Istishab and so on. In this short paper, the author will discuss about Istishab as one method of determining the law. Starting from Istishab meaning, pillars, conditions, their types, the rules that appear in it as well as its position in determining the particular law.
IJTIHAD HAKIM Misbahuzzulam, Misbahuzzulam
Al-MAJAALIS Vol 1 No 1 (2013): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.965 KB)

Abstract

اÙ?Ø£Ù?اÙ? تÙ?ر Ù?اÙ?Ù?شاÙ?Ù? فÙ? Ù?ذÙ? اÙ?دÙ?Ù?ا تتجددØ? فÙ?ا Ù?Ù? Ù?Ù?Ù? Ø¥Ù?ا Ù?حدثت فÙ?Ù? Ù?Ø´Ù?Ù?Ø© بÙ? Ù?شاÙ?Ù?. Ù?اÙ?شاÙ?د عÙ?Ù? ذÙ?Ù? تÙ?Ù? اÙ?Ù?Ø­Ù?Ù?ات اÙ?تÙ? اÙ?تÙ?ئت باÙ?Ù?اس اÙ?ذÙ?Ù? Ù?Ù?دÙ?Ù?Ù? Ø¥Ù?Ù?Ù?ا Ù?ضاÙ?اÙ?Ù? Ù?Ù?شاÙ?Ù?Ù?Ù? اÙ?أسرÙ?Ø© Ø£Ù? اÙ?اجتÙ?اعÙ?Ø©. Ù?Ù?ذا Ù?Ù?ا Ù?ؤÙ?د Ø£Ù?Ù?Ù?Ø© اÙ?Ù?Ø­Ù?Ù?اتØ? Ø­Ù?Ø« Ø¥Ù? اÙ?Ù?اس Ù?فزعÙ?Ù? Ø¥Ù?Ù?Ù?ا Ù?Ù?جدÙ?ا Ù?رارا Ù?عجز اÙ?خصÙ? عÙ? Ù?عارضتÙ?. Ù?اÙ?حاÙ?Ù? Ù?Ù?بغÙ? Ø£Ù? Ù?Ù?Ù?Ù? Ù?Ù? Ø£Ù?Ù? اÙ?اجتÙ?ادØ? Ù?Ø£Ù?Ù? Ù?د Ù?عرض اÙ?Ù?اس عÙ?Ù?Ù? Ù?سائÙ? Ù?Ù? Ù?جد Ø­Ù?Ù?Ù?ا Ù?Ù?تÙ?با فÙ? اÙ?Ù?رآÙ? اÙ?عظÙ?Ù? Ù?Ù?ا فÙ? اÙ?سÙ?Ø© اÙ?Ù?بÙ?Ù?Ø© بعÙ?Ù?Ù?. فإذا Ù?اجÙ? Ù?Ø«Ù? Ù?ذÙ? اÙ?حاÙ?Ø©Ø? Ù?اÙ? اÙ?اجتÙ?اد فÙ? تÙ?رÙ?ر اÙ?Ø­Ù?Ù? سبÙ?Ù?ا Ø¥Ù?Ù? Ø­Ù? تÙ?Ù? اÙ?Ù?سائÙ?. Ù?Ù?ا Ù?Ù?اÙ? اÙ?حاÙ?Ù? اÙ?Ù?جتÙ?د إذا أخطأ فÙ? اجتÙ?ادÙ?Ø? Ù?Ø£Ù?Ù? Ù?د ثبت اÙ?إذÙ? Ù?Ù? باÙ?اجتÙ?اد Ù?Ù? اÙ?Ù?بÙ? صÙ?Ù? اÙ?Ù?Ù? عÙ?Ù?Ù? Ù?سÙ?Ù?Ø? بÙ? Ø¥Ù?Ù? عÙ?Ù?Ù? اÙ?صÙ?اة Ù?اÙ?سÙ?اÙ? Ù?د أخبرÙ?ا Ø£Ù? اÙ?حاÙ?Ù? اÙ?Ù?جتÙ?د Ù?ثاب أجرا Ù?احدا إذا أخطأ. Ù?Ù?Ù?ا Ù?جب Ø£Ù? Ù?تÙ?بÙ? عÙ?Ù?Ù? اÙ?حاÙ?Ù? Ø£Ù?Ù? إذا عرض عÙ?Ù?Ù? Ù?ضاء فÙ?ا Ù?جÙ?ز Ù?Ù? Ø£Ù? Ù?Ù?ضÙ?Ù? Ù?Ù?Ù? فÙ? حاÙ?Ø© اضطراب اÙ?Ù?فسØ? Ù?Ø£Ù? Ù?Ù?Ù?Ù? فÙ? اÙ?غضب اÙ?شدÙ?دØ? Ø£Ù? اÙ?جÙ?ع اÙ?شدÙ?د Ø£Ù? غÙ?رÙ?Ù?ا Ù?Ù?ا Ù?حصÙ? بÙ? اضطراب اÙ?Ù?فس. Ù?Ø£Ù? اضطراب اÙ?Ù?فس Ù?ؤدÙ? Ø¥Ù?Ù? تشعب اÙ?فÙ?ر Ù?Ù?Ù?صاÙ? اÙ?Ù?عÙ? Ù?اÙ?تفاء اÙ?اÙ?صاف Ù?Ø«Ù?راØ? فÙ?Ù?ضÙ? Ù?Ù?Ù? عÙ?Ù? غÙ?ر Ù?عÙ?.
DESKRIPSI TAWASSUL DAN HUKUMNYA Misbahuzzulam, Misbahuzzulam
Al-MAJAALIS Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.614 KB)

Abstract

Tawasssul merupakan salah satu bentuk pendekatan diri seseorang kepada Allah dengan suatu perantara, baik itu berupa amal shalih yang pernah dilakukannya atau dengan yang lainnya. Semua kaum kuslimin sepakat akan bolehnya jenis tawassul dengan nama Allah, sifat Allah dan amal shalih, namun perselisihan di antara mereka terjadi pada jenis tawassul yang lain, yaitu seperti tawassul dengan kedudukan dan fisik. Di antara mereka ada yang membolehkannya secara umum dan ada yang membaginya menjadi tawassul yang disyari'atkan dan tawassul yang tidak disyari'atkan. Pembagian inilah yang tepat, karena didukung oleh berbagai h}ujjah yang kuat, serta istida>l yang tepat. Dalam tulisan ini, argument-argument yang digunakan oleh pihak yang berpendapat bolehnya tawassul dengan kedudukan disebutkan beserta kritik terhadap argument trsebut. Tentunya argument-argument yang ditulis di sini adalah sebatas yang ditemukan penulis. Sehingga bisa saja ada argument lain yang tidak tertulis di sisni karena penulis tidak menemukannya. Kata Kunci : tawassul, hukum, mashru>', ghayr mashru>'
Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Muhammad Abduh Tuasikal Syahwalifa, Yearza Wahdania; Misbahuzzulam, Misbahuzzulam
CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37348/cendekia.v9i2.357

Abstract

 Islamic places significant emphasis on the welfare and prosperity of its followers, necessitating that any legislation enacted must be accompanied by advantageous outcomes. The significance of Islamic teachings is not limited to the domain of worshipping Allah exclusively, but also extends to the realm of human interactions and relationships. As the researcher will discuss, namely the problem of building of harmonious household where all of this has been regulated in Islam. So this writing aims to provide insight regarding tips or tricks so that households can be harmonious up to heaven from the perspective off Muhammad Abduh Tuasikal. The current study utilizes a qualitative research style for data collection by conducting a comprehensive review of scholarly journals, articles, books, and videos authored by Muhammad Abduh Tuasikal. Understanding the responsibilities of one's spouse is one step towards creating a harmonious home, in which the husband must know what his obligations are as well as the wife. The anticipated outcome of this investigation is that it will provide valuable insights to all readers, especially Muslims and as a consideration when there are problems in the household that do not have to end or be resolved by divorce. 
Kewajiban Ahli Waris Terhadap Utang Pewaris: Analisis Pasal 175 KHI dalam Perspektif Fikih Syafi’i Zal Farizi, Nur Adli; Misbahuzzulam, Misbahuzzulam; Abdulaziz, Muadz `
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.893

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan kejelasan mengenai kesesuaian antara hukum positif di Indonesia dengan hukum normatif dalam Islam, khususnya dalam persoalan tanggung jawab ahli waris terhadap utang pewaris. Fokus utama penelitian adalah kewajiban ahli waris terhadap utang pewaris, sementara aspek tambahan yang juga dikaji adalah analisis Pasal 175 Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam perspektif fikih mazhab Syafi’i. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap titik temu maupun perbedaan antara ketentuan hukum dalam KHI mengenai pelunasan utang pewaris oleh ahli waris dengan pandangan dalam fikih Syafi’i. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 175 KHI dan pandangan mazhab Syafi’i memiliki kesamaan dalam menetapkan bahwa utang pewaris harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan wasiat dan pembagian warisan, serta pelunasannya terbatas pada harta peninggalan. Namun, terdapat perbedaan dalam hal klasifikasi utang; KHI tidak membedakan jenis utang, sedangkan mazhab Syafi’i membaginya kepada utang kepada Allah dan kepada sesama manusia, dengan perbedaan pendapat ulama dalam hal prioritas pelunasan. Selain itu, karakter KHI sebagai hukum positif negara berbeda dengan fikih Syafi’i yang bersifat normatif-keagamaan dan hasil ijtihad para ulama.
Tantangan dan Solusi Pasangan LDM dan Non-LDM Keluarga Islam dalam Menjaga Keharmonisan: Studi Kasus Mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember Hamam, Muhammad Fariq; Misbahuzzulam, Misbahuzzulam; Fahrudin, Muhammad Husain
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.861

Abstract

Mewujudkan keluarga harmonis merupakan dambaan setiap insan yang membangun rumah tangga, salah satunya adalah mahasiswa yang membangun rumah tangga di tengah masa studinya. Ada dari sebagian mahasiswa tersebut khususnya mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember yang memutuskan menjalin hubungan LDM dan ada pula yang memutuskan untuk Non-LDM di tengah masa studinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara mendalam dengan para informan yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum, sudut pandang lain, serta bahan pertimbangan dalam melangkah dan mengambil keputusan utamanya bagi mereka yang ingin membangun rumah tangga di tengah-tengah masa studinya dengan pemaparan berupa tantangan dan solusi apa saja yang dihadapi dan diterapkan pada pasangan LDM maupun Non-LDM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 5 pada pasangan LDM dan ada 6 pada pasangan Non-LDM tantangan utama yang mereka hadapi beserta solusi yang mereka terapkan, yang pada kesimpulannya dapat dikerucutkan pada 6 poin : waktu, pasangan, keluarga, nafkah, anak, pendidikan kuliah. Adapun solusi yang ditawarkan dapat dikerucutkan pada 3 poin : manajemen waktu dan diri dengan baik, membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang bersangkutan serta menjadi pembelajar yang baik agar dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi berbagai keadaan.