Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMAHAMAN PENDIDIKAN KRISTEN MENURUT INJIL SINOPTIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN KRISTEN DI GEREJA DAN KELUARGA KRISTEN Giawa, Hasan Nadir
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71055/jtr.v9i2.80

Abstract

Membangun generasi tangguh pada hari-hari akhir jaman ini membutuhkan kedewasaan penuh. Tidak ada seorang dewasa yang berharap bahwa kelak anak yang lahir memiliki masa depan yang suram dan hidup penuh dengan kejahatan. Komitmen orangtua untuk membawa anak-anak mereka kepada Tuhan dan mendidik mereka dalam kebenaran Firman Tuhan secara konsisten dan berkesinambungan haruslah dilakukan. Untuk itu perlunya pemahaman Pendidikan Kristen menurut Kitab Injil Sinoptik dan implementasinya dalam Pendidikan Krsiten di gereja dan keluarga. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menggunakan sumber-sumber buku sebagai acuan untuk membangun teori dan memperoleh hasil penulisan yang baik. Hasil dari penelitian ini adalah: menurut Injil Sinoptik implementasi pendidikan Kristen dalam pelayanan gereja adalah: pelayanan pemberitaan firman, pelayan liturgi, pelayanan persekutuan, pelayanan diakonia, pelayanan kesaksian. Sementara implementasinya dalam keluarga adalah dengan melakukan pengajaran intensif dan mengadakan pendalaman Alkitab dalam keluarga
PERANAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR PINTU CERDAS Giawa, Hasan Nadir
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71055/jtr.v10i1.88

Abstract

Minat belajar siswa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dari pembelajaran. Karena jika di dalam diri siswa tidak ada dorongan kemauan untuk belajar tentu keberhasilan belajar akan sulit tercipta walaupun pendidik telah mengupayakan kompetensinya. Guru harus mampu menjadi inpirasi bagi siswa sehingga siswa akan lebih terpacu minat belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif analisis. Kajian yang dipaparkan pada tulisan ini didasarkan pada analisis literaturyang relevan. Media interaktif memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran karena dapat membantu guru dalam memudahkan penyampaian materi pembelajaran dan menghasil pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
IMPLEMENTASI PELAYANAN MISI RASUL PAULUS DALAM KISAH PARA RASUL TERHADAP STRATEGI MISI DAN KONSTEKTUALISASI Giawa, Hasan Nadir; Soeryono, Johannes Eddy
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 11 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup kekristenan di dunia ini adalah kehidupan dalam misi dan pengajaran. Hidup hanya mempunyai tujuan selama ia mempunyai dimensi misioner dan pengajaran. Misi adalah realitas mendasar tentang kehidupan Kristen. Berita misi orang Kristen adalah mengabarkan Injil pertobatan, pengampunan dosa dan memperoleh hidup kekal, bukan mengabarkan teori manusia atau filsafat atau kebudayaan. Kesulitan dalam bermisi seringkali ditemui di daerah penelitian dilakukan adanya kepercayaan terhadap kekuatan gaib masih dijumpai sampai saat ini di pegunungan, seperti penggunaan mantra untuk pengobatan, mantra berburu, mantra mendapatkan kekasih, dan lain- lain. Pengetahuan tentang Tuhan atau roh berkaitan dengan pengakuan akan Oplahtala atau Tuhan Semesta Alam sebagai penguasa tertinggi alam semesta. Sehingga dari itu maka perlu Kontekstualisasi teologi adalah suatu usaha berkesinambungan yang harus dilakukangereja masa kini dalam upaya menjawab kebutuhan jemaat yang hidup dalam era post- modern. Dari sinilah akan mengadakan perubahan menjadi masyarakat yang lebih intim dengan Tuhan. Pada bagian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif kemudianmenggunakan pendekatan fenomenologi, dan memakai Teknik etnografi dalam memahami budaya di Buru meskipun penelitian ini sendiri bukanlah suatu penelitian etnografi.
Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Kelas IV SD Negeri Handaka Sumba Timur Giawa, Hasan Nadir; Lunga, Diani Tenga
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.7691

Abstract

This study aims to identify and analyze the factors contributing to the low learning interest of students in Christian Religious Education in Grade IV at SD Negeri Handaka, East Sumba. The background of this research stems from the phenomenon of many students showing a lack of interest in participating in the learning process, which leads to low classroom participation and suboptimal academic achievement. This issue is concerning because Christian Religious Education is not only intended to transfer religious knowledge but also to build character and instill spiritual values in students. This research employs a descriptive qualitative approach, using observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation as data collection techniques. The findings reveal several key factors affecting students' low interest in learning. First, the lack of positive interaction between teachers and students leads to ineffective communication and students feeling neglected. Second, teachers’ inability to effectively use educational technology results in monotonous and conventional learning experiences. Third, the lack of varied teaching strategies fails to actively engage students. Fourth, the limited availability of learning media and tools, such as visual aids or digital devices, becomes a significant obstacle. Additionally, poor time management in classroom activities contributes to students’ boredom and disengagement. These findings highlight the need for concrete efforts from various stakeholders. Teachers must receive training in using technology-based teaching tools and in developing engaging, interactive teaching strategies. Strengthening interpersonal relationships between teachers and students is also crucial for creating a supportive and motivating learning environment. By applying contextual and constructivist-based learning approaches, it is expected that students will become more motivated and enthusiastic in learning. The implications of this study are expected to serve as a reference for teachers, schools, and policymakers to improve the quality of Christian Religious Education, making it more relevant, interactive, and enjoyable for students.
Teachers' Perceptions of Challenges and Opportunities in Teaching Christian Religious Education in Public Schools Giawa, Hasan Nadir
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1768

Abstract

This study examines the challenges and opportunities in teaching Christian Religious Education in public schools in Indonesia. Using a qualitative approach with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews with Christian Religious Education teachers and classroom observations. The findings reveal several key challenges, including the diversity of student religions, limited resources and facilities, and an inflexible curriculum. Despite these challenges, teachers perceive opportunities in the increased awareness of students about the importance of religion, the use of technology and media in teaching, and the inclusive approach that utilizes religious diversity in the classroom. Teachers see these challenges as opportunities for innovation in teaching, using religious diversity as a basis for teaching universal values and leveraging technology to overcome resource limitations. This research highlights the potential to enhance Christian Religious Education by fostering more relevant, interactive, and inclusive teaching practices, suggesting that overcoming existing barriers can lead to better educational outcomes.
TINJAUAN TEOLOGIS MOTIVASI PEMBERIAN PERSEMBAHAN SEBAGAI BUKTI ESENSI IBADAH MENURUT KEJADIAN 4:1-16 DAN APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN IBADAH PRIBADI KRISTIANI MASA KINI (STUDI ANALISIS KASUS DI GEREJA GBI GLOW FELLOWSHIP CENTRE THAMRIN RESIDENCE JAKARTA PU Pakpahan, Rewani; Giawa, Hasan Nadir; Situmorang, Kosmartua
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Kristen memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial peserta didik di tengah dinamika kehidupan modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Pendidikan Agama Kristen sebagai proses pedagogis yang berorientasi pada transformasi nilai, dengan menekankan integrasi dimensi kognitif, afektif, dan praksis iman. Pembahasan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pembelajaran sebagai proses transformasi nilai, peran pendidik sebagai mediator nilai dan teladan iman, serta integrasi konteks kehidupan peserta didik sebagai landasan pembelajaran yang relevan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur teologis, pedagogis, dan sosial yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen yang efektif tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan teologis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan aktualisasi iman dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keteladanan pendidik dan kontekstualisasi pembelajaran menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan transformatif. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen diharapkan mampu membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab secara moral dan sosial.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN TINJAUAN ALKITABIAH DALAM PENCEGAHAN PRILAKU LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, TRANSGENDER, QUEER (LGBTQ) PADA GENERASI Z DI UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MB, Aleksky Bagoes; Giawa, Hasan Nadir; Marlina, Ita; Gunawan, Yuliana
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan efektivitasnya dalam mencegah perilaku LGBTQ di kalangan mahasiswa generasi Z. Masalah utama yang dihadapi adalah bagaimana strategi pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik generasi Z yang berbeda dari generasi sebelumnya, dan bagaimana Tinjauan Alkitabiah dapat diajarkan secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode pengajaran yang interaktif dan relevan serta memastikan pemahaman yang tepat tentang Tinjauan Alkitabiah terkait LGBTQ. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, melalui observasi kelas, wawancara dengan dosen dan mahasiswa, serta analisis Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang berbasis edutainment dan praktik service learning dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang materi sekaligus membantu mencegah perilaku LGBTQ. Dosen disarankan untuk memahami nilai-nilai Alkitabiah secara mendalam agar dapat memandu mahasiswa dalam memaknai ajaran Alkitab pada konteks sekarang. Diskusi dan pembahasan menemukan bahwa pendekatan yang bersahabat, penggunaan konseling, dan penguatan Tinjauan Alkitabiah yang relevan dan praktikal adalah kunci untuk menjangkau mahasiswa generasi Z secara efektif. Kesimpulannya, dengan menerapkan pendekatan-pendekatan ini, UKI dapat meningkatkan efektivitas program Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter mahasiswa yang sesuai dengan nilai-nilai Kristen.