Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

INTEGRASI KEARIFAN LOKAL RUMAH UMEKBUBU DALAM BAHAN AJAR MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA Husin, Vivi Elvi; Wiyanto, Wiyanto; Darsono, Teguh
Physics Communication Vol 2, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.177 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v2i1.11491

Abstract

Wujud kearifan lokal dapat berupa tradisi, yang tercermin dalam nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok masyarakat tertentu. Kearifan lokal lebih menggambarkan satu fenomena spesifik yang biasanya menjadi ciri dari komunitas masyarakat tertentu. Kearifan lokal dapat berupa pesan-pesan moral dan juga terkait dengan fisik. Misalnya, membuat bangunan rumah bulat (umekbubu), menggunakan sumber energi alternatif, menggunakan bahan alam sebagai pewarna alami, menggunakan tanaman tertentu untuk obat ataupun pembersih, dll. Umekbubu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan contoh bangunan yang didesain berdasarkan kearifan lokal yang bisa digunakan sebagai sumber belajar fisika bagi siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa dalam belajar Fisika menuntut guru untuk bisa menciptakan suasana belajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar. Potensi lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa dapat diintegrasikan dalam materi  sebagai peluang untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam belajar Fisika. Fokus yang dilakukan adalah mengidentifikasi kearifan lokal yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, menemukan bentuk pengintegrasian kearifan lokal pada materi suhu dan kalor untuk siswa SMA, mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa SMA dengan pengintegrasian kearifan lokal tersebut ke dalam materi suhu dan kalor. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed method) model sequential eksploratory, yakni kualitatif dilakukan untuk menemukan hipotesis dan kuantitatif  dilakukan untuk menguji hipotesis dari hasil kualitatif. Pendekatan kualitatif menggunakan purposive sampling sedangkan pendekatan kuantitatif menggunakan pretest-posttest noermalized gain. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa di Kabupaten TTS terdapat 6 potensi lokal yang masih dijaga dan dilestarikan hingga saat ini, dari 6 potensi lokal ini hanya 1 potensi lokal yang digunakan  sebagai bahan untuk diintegrasikan dalam materi suhu dan kalor yaitu Rumah bulat (umekbubu). Potensi lokal umekbubu kemudian diintegrasikan dalam bentuk bentuk bahan ajar berbasis kearifan lokal untuk materi  suhu dan kalor. Motivasi siswa dalam belajar fisika menggunakan bahan ajar berbasis kearifan lokal menunjukkan kategori tinggi. Hasil belajar siswa meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,97 dengan kategoti tinggi.
Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Kearifan Lokal Anyaman Nyiru untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Foni S Sae; Vivi Elvi Rosanti Husin; Ruth N.K Mellu
Variabel Vol 4, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v4i1.2321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika berbasis kearifan lokal anyaman Nyiru untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Kristen 1 SoE pada materi Hukum Newton. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Tahapan penelitian ini menggunakan beberapa langkah-langkah, yaitu (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan informasi; (3) desain produk; (4) validasi produk; (5) perbaikan produk; (6) uji coba lapangan (skala kecil). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar angket validasi, dan angket respon siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik angket. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan metode presentase. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil pengembangan dan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil validasi dan respon siswa serta uji Normalized gain untuk melihat peningkatan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi bahan ajar oleh 4 orang validator dengan rata-rata persentase media bahan ajar adalah 79% dengan kategori valid dan rata-rata persentase materi adalah 82% dengan kategori valid. Nilai N-gain terhadap pemahaman konsep siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,82 dengan kriteria tinggi dan data terhadap respon siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 74,86% dengan kriteria Baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal anyaman Nyiru yang dikembangkan valid sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran fisika di sekolah.
IDENTIFIKASI KONSEP FISIKA PADA KEARIFAN LOKAL ANYAMAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Vivi Elvi Rosanti Husin; Agsen Hosanty Billik
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.873 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i2.1828

Abstract

Abstrak Pembelajaran fisika berbasis budaya lokal mengintegrasikan budaya lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk membangun pengetahuan, mengembangkan keterampilan proses sains, dan menumbuhkan sikap ilmiah. Pembelajaran fisika akan lebih bermakna apabila terdapat kesinambungan antara materi mata pelajaran dengan aktivitas kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal peserta didik yang digunakan sebagai sarana dan sumber belajar. Hal ini dapat diperoleh melalui keterkaitan penerapan materi fisika dengan potensi lokal daerah tersebut. Anyaman adalah salah satu kearifan lokal yang terdapat pada masyarakat Desa Linamnutu, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar khususnya dalam materi fisika. Pembelajaran fisika akan lebih bermakna jika dikaitkan dengan lingkungan tempat tinggal peserta didik khususnya dalam kearifan local anyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep fisika yang ada dalam proses anyaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data adalah triangulasi dengan teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari proses anyaman terdapat konsep fisika untuk materi gaya dan Hukum Newton. Oleh karena itu, dalam proses anyaman terdapat konsep fisika. Kata kunci: anyama;, konsep fisika. Abstract The Physics teaching and learning that based on Local culture as part of the teaching and learning process that involves students to build knowledge, develop science process skills, and foster scientific attitudes. Physics learning will be more meaningful if there is continuity between the subject material with the daily life activities in the environment where students live as a means and source of learning. This can be obtained through the connection of the application of physical material with the local potential of the area. A woven leaf is one of the local wisdom found in the society of Linamnutu Village in South Central Timor Regency, which can be used as a learning source, especially in physics materials. Physics learning will be more meaningful if it is associated with the environment, in which students live, especially in the local wisdom of woven leaf. This study aims to identify the concepts of physics that exist in the process of making the woven leaf. The research method used is qualitative research, the data collection techniques were triangulation with data analysis techniques in the form of descriptive qualitative. The results showed that from the process of making woven leaf there are physical concepts for force material and Newton's Law. Therefore, in the process of making the woven leaf, there is a physics concept. Keywords: woven leaf; physics concepts
PENGARUH PEWARNAAN TERHADAP KELUNTURAN WARNA RAMBUT MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI LIMBAH BIJI PEPAYA TERHADAP PENCUCIAN Vivi E. Roshanty Husin; Masturi Masturi; Ian Yulianti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 5 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.592 KB) | DOI: 10.21009/0305020228

Abstract

Pewarnaan rambut merupakan tindakan mengubah warna rambut untuk menutupi rambut putih, sesuai dengan warna yang diinginkan. Pewarnaan rambut dapat menggunakan bahan alami atau nabati , diantaranya dari biji-bijian. Biji pepaya mengandung bahan Glucoside cacarindan karpain yang menghasilkan zat warna hitam. Rambut indah seperti mayang terurai merupakan kiasan yang menggambarkan rambut yang indah, berkilau sekaligus merupakan gambaran rambut sehat. Karena hanya rambut sehat yang mampu menampilkan kecantikan secara alami. Untuk memiliki rambut yan sehat dibutuhkan perawatan yang sesuai dengan kondisi rambut. Perawatan dapat dilakukan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berkhasiat. Salah satu bahan alami yang digunakan adalah biji buah pepaya. selanjutnya data dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa biji pepaya mengandung glucoside cacarin dan karpain yang terdapat pada panjang gelombang 450 nm – 950 nm sehingga dapat dimanfaatkan untuk menghitamkan rambut dan rambut yang diberi pewarna alami mudah luntuk jika dicuci terua-menerus. Kata kunci : rambut putih, biji pepaya, hasil kelunturan warna rambut.
Pembelajaran Materi Optika Berbasis Keterampilan Proses Sains terhadap Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika Vivi Elvi Rosanti Husin; Infianto Boimau
Variabel Vol 6, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v6i1.4328

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa pendidikan fisika pada pembelajaran materi optika berbasis keterampilan proses sains. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, Desian penelitian yang digunakan adalah one grup pretest-posttest. Populasi dan sampel yang digunakan adalah mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Fisika yang berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes untuk mengukur hasil belajar ranah kognitif mahasiswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalized gain dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan pada mahasiswa pendidikan fisika setelah diterapkan pembelajaran materi optika berbasis keterampilan proses sains. Hal ini dapat dilihat dari nilai n-gain sebesar 0,95 dengan kategori tinggi.Kata Kunci: Keterampilan Proses sains; Materi Optika; Hasil Belajar The Learning of Optics Based on Science Process Skills to the Improvement of the Learning Outcomes of Physics Education StudentsABSTRACTThis study aimed to determine the improvement of the learning outcomes of physics education students in learning optics based on science process skills. The research method used was quantitative. The research design used was one group pretest-posttest. The population and sample used were 11 students in the fourth semester of the Physics Education Study Program. The data collection technique used was a test technique to measure student cognitive learning outcomes. The data analysis technique used in this study was a normalized gain test and t-test. The results showed a significant improvement in the learning outcomes of physics education students after applying optics learning based on science process skills. This could be seen in the high category's n-gain value of 0.95.
Penerapan Bahan Ajar Fisika Berbasis Kearifan Lokal Tenun Ikat untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Gaya dan Hukum Newton Dorkas Enggelina Manao; Vivi E. R. Husin; Infianto Boimau
Variabel Vol 6, No 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v6i2.4737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa dengan penerapan bahan ajar fisika berbasis kearifan lokal tenun ikat pada materi Gaya dan Hukum Newton. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas X sebanyak 50 orang dan sampel yang digunakan adalah kelas X1 sebanyak 27 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan lembar angket minat belajar dengan 15 pernyataan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi bahan ajar dari 3 orang validator diperoleh nilai rata-rata persentase materi sebesar 76,92% dengan kategori valid dan nilai rata-rata persentase media sebesar 79,62% dengan kategori valid. Hasil analisis N-Gain diperoleh bahwa besar peningkatan minat belajar menggunakan bahan ajar fisika berbasis kearifan lokal tenun ikat sebesar 0,82 dengan kategori tinggi. Rata-rata persentase minat belajar siswa sebelum dan sesudah di terapkan bahan ajar fisika berbasis kearifan lokal tenun ikat secara keseluruhan untuk semua indikator sebesar 56,8% dengan kategori cukup baik menjadi 93,2% dengan kategori sangat baik.Kata Kunci:Bahan Ajar Fisika; Kearifan Lokal; Gaya; Hukum Newton; Minat BelajarImplementation of Physics Teaching Materials Based on Local Wisdom of Ikat Weaving to Increase Students’ Learning Interest in Force and Newton LawABSTRACTThis research aimed to determine the increase in students' interest in learning by applying physics teaching materials based on local ikat weaving on Force and Newton's Laws. The research used was quantitative research with quantitative descriptive methods. The population used was 50 class X students and the sample used was class X1 with 27 people. The research instruments used in this research were a validation sheet and a learning interest questionnaire sheet with 15 statements. The data analysis technique used descriptive analysis techniques. The results showed that the results of the validation of teaching materials from 3 validators obtained an average material percentage value of 76.92% in the valid category and an average media percentage value of 79.62% in the valid category. Meanwhile, the results of the N-Gain analysis showed that the increase in interest in learning using physics teaching materials based on local ikat weaving was 0.82 in the high category. The average percentage of students' interest in learning before and after applying physics teaching materials based on local ikat weaving overall for all indicators was 56.8% in the quite good category to 93.2% in the very good category.
The Improving Students' Science Process Skills through Implementing an Integrated Learning Model with Local Wisdom: Local wisdom for science leaarning Husin, Vivi E. R; Lasmawan, I Wayan; Suharta, I Gusti Putu
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 6 No. 2 (2024): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan `Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/ijassd.v6i2.9510

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of the integrated learning model of local wisdom in improving students' science process skills. This research uses a quasi-experimental design with two groups, namely an experimental group that applies an integrated learning model of local wisdom and a control group that applies a direct learning model. Data was collected using a science process skills test. The data obtained were analyzed using descriptive analysis and statistical analysis using MANOVA analysis. The results showed that there was a significant difference between the science process skills of students in the experimental group and the control group. This shows that the integrated learning model of local wisdom is effective in improving students' science process skills because there is a significant difference with an F value of 1.114.