Abstrak The circulation system in boarding houses plays an important role in creating occupant comfort, particularly in tropical climates where natural ventilation and daylight significantly influence indoor environmental quality. This study aims to examine the effect of circulation space design on the comfort level of boarding house occupants in Purwokerto, Indonesia. A mixed-method approach was employed by combining quantitative and qualitative methods. Quantitative data were collected through questionnaires distributed to 30 boarding house occupants and analyzed using validity and reliability tests, descriptive statistics, normality tests, and simple linear regression. Qualitative data were obtained through field observations and semi-structured interviews to strengthen the interpretation of the quantitative findings. The results indicate that the research instrument is valid and reliable, with a Cronbach's Alpha value of 0.891. The Shapiro–Wilk normality test confirmed that the data were normally distributed (Sig. = 0.605). Simple linear regression analysis produced the equation Y = 9.356 + 0.262X, indicating that circulation quality has a positive effect on occupant comfort. Hypothesis testing showed a statistically significant influence of circulation quality on comfort (Sig. = 0.010 < 0.05). Furthermore, 56.67% of respondents preferred open circulation systems over closed circulation, primarily due to better natural ventilation, daylight access, and thermal comfort. Ventilation was identified as the most influential factor affecting occupants' comfort, followed by privacy and natural lighting. The findings suggest that circulation design should be considered a key element in boarding house planning. Incorporating open circulation, cross ventilation, adequate natural lighting, and balanced privacy can significantly improve occupant comfort and support healthier, more sustainable residential environments. Kata kunci: boarding house, circulation design, occupant comfort, thermal comfort Abstract Sistem sirkulasi pada rumah kos memegang peranan penting dalam menciptakan kenyamanan penghuni, terutama di daerah beriklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh ventilasi alami dan pencahayaan alami terhadap kualitas lingkungan dalam ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain ruang sirkulasi terhadap tingkat kenyamanan penghuni rumah kos di Purwokerto, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 penghuni rumah kos, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, serta analisis regresi linear sederhana. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur untuk memperkuat interpretasi terhadap hasil analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang baik, dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,891. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Sig. = 0,605). Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 9,356 + 0,262X, yang menunjukkan bahwa kualitas sirkulasi berpengaruh positif terhadap kenyamanan penghuni. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kualitas sirkulasi berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kenyamanan penghuni (Sig. = 0,010 < 0,05). Selain itu, sebanyak 56,67% responden menyatakan lebih menyukai sistem sirkulasi terbuka dibandingkan sistem sirkulasi tertutup, terutama karena mampu memberikan ventilasi alami, akses pencahayaan alami, dan kenyamanan termal yang lebih baik. Ventilasi alami diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni, diikuti oleh aspek privasi dan pencahayaan alami. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa desain sirkulasi perlu menjadi salah satu aspek utama dalam perencanaan rumah kos. Penerapan sistem sirkulasi terbuka, ventilasi silang (cross ventilation), pencahayaan alami yang memadai, serta keseimbangan antara kenyamanan dan privasi dapat secara signifikan meningkatkan kenyamanan penghuni sekaligus mendukung terciptanya lingkungan hunian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Keywords: Rumah Kos, Desain Sirkulasi, Kenyamanan penguin, Kenyamanan termal.