Wiyanto Hidayatullah
Universitas Mercu Buana Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI PADA ACARA RITUAL RUWATAN POTONG RAMBUT GEMBEL DI DIENG WONOSOBO Wiyanto Hidayatullah
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.436 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2229

Abstract

Abstract. Dreadlocks Ruwatan is a hair cutting ceremony for children with dreadlocks (gembel) performed by people in the Dieng Plateau (Dieng Plateau), Central Java. Ruwatan ritual which is held on the first Suro according to the Javanese Calendar aims to clean or free dreadlocks children from sukerta / sesuker (bad luck, sadness, or disaster). The belief that children with dreadlocks are descendants of Kiai Kolodete or entrusted Kanjeng Ratu Kidul (Nyai Roro Kidul) has become amyth hereditaryin the lives of the Dieng people. They also believe that dreads should only be cut if the child in question has the will / asked for it and must be done throughrituals ruwat or ruwatanled by local traditional elders. This sentence can only be done after the parents fulfill the "whatever" request submitted by the child. It is said that if the cutting of dreads is not done through a sacred ritual, dreads will grow back and the child tends to be sick. This research uses literature review, intercultural communication, culture, verbal messages, nonverbal messages, communication patterns, socialization, ritual rituals. This research is a cultural heritage of the Dieng Plateau which is passed down through culture through socialization media, without them being affected by the effects of globalization. Saram conveyed that the Dieng plateau community should not only maintain a trasidi but also have a moral and social message so that they can be accounted for in the local area of residence.Keyword: ruwatan, symbolism, cultural communication patternsAbstrak. Ruwatan rambut gimbal adalah upacara pemotongan (cukur) rambut pada anak-anak berambut gimbal (gembel) yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), Jawa Tengah. Ritual ruwatan yang diadakan pada tanggal satu Suro menurut Kalender Jawa ini bertujuan untuk membersihkan atau membebaskan anak-anak berambut gimbal dari sukerta/sesuker (kesialan, kesedihan, atau malapetaka). Kepercayaan bahwa anak-anak berambut gimbal adalah keturunan Kiai Kolodete atau titipan Kanjeng Ratu Kidul (Nyai Roro Kidul) menjadi mitos turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Dieng. Mereka juga percaya bahwa rambut gimbal hanya boleh dipotong bila anak yang bersangkutan sudah menghendaki/memintanya dan harus dilakukan melalui ritual ruwat atau ruwatan yang dipimpin tetua adat setempat. Ruwatan ini hanya dapat dilakukan setelah orang tua memenuhi permintaan "apa pun" yang diajukan oleh sang anak. Konon jika pemotongan rambut gimbal tidak dilakukan melalui ritual sakral, rambut gimbal akan kembali tumbuh dan si anak cenderung sakit-sakitan. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka, komunikasi antarbudaya, kebudayaan, pesan verbal, pesan nonverbal, pola komunikasi, sosialisasi, ritual ruwatan. penelitian ini adalah sebuah warisan budaya dari dataran tinggi Dieng yang turun-menurun diturunkan kebudayaannya melalui media-media sosialisasi, tanpa mereka terpengaruh dari efek globalisasi yang ada. Saram yang disampaikan hendaknya masyarakat dataran tinggi Dieng tidak hanya sekedar mempertahankan suatu trasidi tetapi memiliki pesan moral dan sosial agar dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya di lingkungan tempat tinggal daerah setempat.Kata Kunci: ruwatan, simbolisme, pola komunikasi budaya
Traditional Figures Marketing Communication Activation on Is Yuniarto's Digital Wayang Design: - Dewi Sad Tanti; Hidayatullah, Wiyanto; Bagus Pragnya
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 11 No 4 (2023): Jurnal Spektrum Komunikasi : December 2023
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v11i4.512

Abstract

Is Yuniarto is a comic artist and art illustrator who uses digital platform for sharing his digital comics or designs into the digital world. His works can be seen on Instagram @is.yuniarto where he redesigns fictional hero characters from abroad by adding a traditional Indonesian touch and making the results even better. This study aims to find Discourse of Traditional Figure Marketing Communication Activation on Is Yuniarto’s Digital Wayang Designs. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The method used is semiotics. The result is the theme of wayang design by Is Yuniarto is 'Adiwira Kalangga VS para Adidurja’. Adiwira Kalangga is Hero form Country Kalangga. Kalangga is like Trowulan by making a local name that is similar to Marvel serial characters universally. Figure seven Adidurja is powerful and intelligent supernatural.The characters depicted by isyuniarto actually want to match the characters in the Marvel series and then use local terms as a form of character similarity. Figures that are marketed include, among others, Kalangga, Kalawisa, Kalagetih, Biawak, Khageswara, Ki Astapadha, Bajra and Tuyul ijo. The depiction of figures through character traits, supernatural powers, colors, and weapons ownership. Is Yuniarto branding new figure of wayang design. His digital content communication competence in design is uniqueness.Philosophy in design activation its his strength.
Analysis of TikTok Account @VinaMuliana as a Media for Young Generation Career Education in the Digital Era Hidayatullah, Wiyanto; Magfirah, Noor Khalida; Elviria, Samia
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i1.3359

Abstract

This study aims to explore the use of TikTok as a career education medium, with a focus on the TikTok account @vnmuliana. The purpose of this study is to assess the effectiveness of TikTok as a career-related information platform, especially for the younger generation. This study uses a descriptive method with data collection through interviews and observations of the content of the @vnmuliana account from 2021 to the present. The results showed that TikTok, with a large number of users in Indonesia, is an effective tool for disseminating career education. The content shared by @vnmuliana, including job interview tips, CV preparation, and career opportunity information, has a significant impact on young audiences, as evidenced by positive testimonials about career advancement and skills improvement. Using Laswell's Communication Model and the SMART framework, this study highlights how @vnmuliana's career education content is specific, measurable, achievable, realistic, and time-bound. This study concludes that TikTok is a valuable platform for career education, providing wide reach and interactive content. It is recommended that educators and other career professionals consider using social media platforms such as TikTok to engage young people and improve career readiness.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan TikTok sebagai media pendidikan karier, dengan fokus pada akun TikTok @vnmuliana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas TikTok sebagai platform informasi terkait karier, terutama untuk generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap konten akun @vnmuliana dari tahun 2021 hingga saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok, dengan jumlah pengguna yang besar di Indonesia, merupakan alat yang efektif untuk menyebarkan pendidikan karier. Konten yang dibagikan oleh @vnmuliana, termasuk tips wawancara kerja, persiapan CV, dan informasi peluang karier, memiliki dampak signifikan pada audiens muda, terbukti dari testimoni positif tentang kemajuan karier dan peningkatan keterampilan. Dengan menggunakan Model Komunikasi Laswell dan kerangka SMART, penelitian ini menyoroti bagaimana konten pendidikan karier @vnmuliana spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan terikat waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok adalah platform yang berharga untuk pendidikan karier, memberikan jangkauan luas dan konten interaktif. Disarankan agar pendidik dan profesional karier lain mempertimbangkan untuk menggunakan platform media sosial seperti TikTok untuk melibatkan generasi muda dan meningkatkan kesiapan karier.
Pemanfaatan Instagram @Bejijongku Sebagai Media Promosi Digital Desa Wisara Majapahit di Era Digital Hidayatullah, Wiyanto; Tanti, Dewi Sad
Marcommers : Jurnal Marketing Communication and Advertising Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/marcommers.v13i1.25277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifnya promosi wisata di daerah Trowulan Jawa timur pada media sosial Youtube. Karena pada saat ini kanal youtube telah banyak diminati oleh sebagian besar warga Indonesia. Dalam bab metodologi peneliti menggunakan beberapa kajian teori antara lain teori media baru, teori Youtube, serta eksistensi nya didunia maya, dalam penelitian ini bentuk pada media sosial Youtube, yang dikuatkan dengan penelitian terdahulu. Sumber data penelitian adalah para UMKM yang berada disekitar daerah Desa Wisata tepatnya di desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka.