Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBANGUNAN INKLUSIF DI URBAN HERITAGE KOTA TUA JAKARTA MELALUI PARIWISATA KREATIF Rusata, Tatang; Hamidah, Siti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.2.225-236

Abstract

Kawasan Kota Tua merupakan urban heritage di Jakarta yang sepatutnya memperoleh perhatian lebih dari pemerintah agar tidak mengalami kemunduran kota           Melalui pembangunan inklusif yang memberi akses bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi pada kegiatan pariwisata kreatif diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam merevitalisasi kawasan ini. Penelitian ini bertujuan 1) memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kemunduran kota dan upaya revitalisasi di Kota Tua Jakarta; dan 2) mengetahui komunitas kreatif di Kota Tua yang merupakan bagian penting dari pembangunan inklusif kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik stakeholders mapping. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur dengan perwakilan Unit Pengelola Kawasan Kota Tua dan komunitas pada tahun 2022, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur dan kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi Kota Tua masih menghadapi kompleksitas dari pemangku kepentingan yang menghambat proses kerjasama lintas sektoral sehingga membuat pengembangan potensi kreativitas kurang maksimal. Namun animo masyarakat untuk berkunjung memberi peluang bagi komunitas untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata kreatif di kawasan Kota Tua Jakarta. Dukungan ini dapat menyelamatkan Kota Tua dari kemunduran kota, memaksimalkan potensi kreatif, dan menghidupkan Kota Tua, sehingga memberi pengalaman berwisata yang lebih intens bagi pengunjung sesuai dengan konsep pariwisata kreatif.
A SURVEY ON GENDER DIFFERENCES IN LANGUAGE CHOICE OF COASTAL KONJO COMMUNITY Ningsih, Sri; Firdaussy, Uus Faizal; Rusata, Tatang
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jmb.2023.2367

Abstract

Community language usage patterns are often fundamental to minority language maintenance. This study investigates the gender differences in language choice within the Coastal Konjo residing in South Sulawesi Province and explores the implications of its language maintenance. The contexts of language use are varied based on the speaker’s role, the topic of conversation, and the situation of the conversation to understand how gender influences language use and transmission practices. A survey method is used to gather information from 80 respondents, and SPSS is used for descriptive and inferential statistical analysis. Descriptive analysis shows that the Konjo language is the most widely spoken, followed by Bahasa Indonesia, Buginese, and mixed-use languages. The inferential statistical analysis also shows that there are no appreciable gender disparities in the Coastal Konjo community’s language choice (p > 0.005) in each context. However, the data reveals a distinct difference in how the Buginese is used, with females appearing to utilize it more frequently than males. This suggests that females have more language contact with Buginese who have long coexisted with coastal Konjo speakers in Bulukumba. Moreover, the findings indicate that males are more crucial to the maintenance of the Konjo language than females.
Transformasi Konsep Tata Kelola Penyelenggaraan Keamanan Laut Indonesia: Sebuah Tinjauan dari Perspektif Badan Keamanan Laut Kurnia, Aan; Wisnu, Pramandita; Putra, Hutomo; Rusata, Tatang
Jurnal Kelautan Nasional Vol 19, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v19i1.12810

Abstract

Keamanan maritim merupakan salah satu isu keamanan yang menonjol dan perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebagai negara kepulauan, Indonesia harus mampu mengakomodasi kepentingan internasional sehingga keamanan dan keselamatan di laut yang menjadi tuntutan masyarakat internasional dapat terpenuhi. Kepentingan nasional Indonesia sebagai negara maritim harus diturunkan menjadi kebijakan dan strategi maritim, dalam hal ini yaitu terkait dengan tata kelola penyelenggaraan keamanan laut. Saat ini, tata kelola keamanan laut di Indonesia masih menerapkan konsep multiagency single task yang masih berjalan secara parsial berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing instansi terkait, termasuk Bakamla di dalamnya. Dalam skala Nasional, Bakamla dibentuk untuk mewujudkan harmonisasi dan sinergitas dalam komunikasi antar pemangku kepentingan di laut dalam upaya penegakan hukum di laut secara ideal dan holistik. Pertanyaanya, “apakah konsep dan sistem tata Kelola penyelenggaraan keamanan maritim saat ini telah berjalan dengan baik?”. Lalu, “bagaimana kosep tata Kelola penyelenggaraan keamanan maritim yang ideal dan mampu mewujudkan gagasan dan visi Pemerintah Indonesia di bidang kemaritiman secara keseluruhan?” Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tinjauan literatur akan dilakukan untuk mengetahui aspek-aspek yang menjadi pembahasan penting dalam penelitian ini. Studi komparatif akan digunakan untuk menemukan solusi dalam upaya memecahkan masalah penelitian. Analisis SWOT juga akan digunakan untuk mengidentifikasi faktor- faktor dan strategi, memaksimalkan kekuatan dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman, dalam upaya menghasilkan transformasi tata Kelola penyelenggaraan keamanan laut Indonesia yang lebih baik Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konsep tata Kelola penyelenggaraan keamanan maritim Indonesia yang ideal dan holistik melalui perspektif Bakamla yang memiliki kewenangan dalam penegakan hukum di laut. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menghasilkan konsep strategis yang bersifat adaptif dalam menghadapi potensi ancaman dan permasalahan di laut yang bersifat dinamis dan sulit untuk diprediksi. Transformasi konsep tata kelola keamanan maritim di Indonesia dihadapkan dengan aktivitas nasional yang holistic dan memerlukan pendekatan berpikir sistem triple helix dan penerapan konsep single agency multitask. Hasil dari paradigma sistem ini meliputi tata kelola keamanan maritim dan strategi pengelolaan wilayah yurisdiksi dan wilayah perairan Indonesia yang berbasis kesadaran wilayah maritim atau Maritime Domain Awareness (MDA) meliputi Indonesian Maritime Information Center (IMIC), Alur Pelayaran Tol Laut (APTL), Seabed Sonar Surveillance (S3), dan Electronic Maritime Law Enforcement (EMLE).
Benchmarking Green Jobs Implementation in Tourism: Lessons from Global Best Practices for Indonesia Prihatini, Rahma; Eddyono, Fauziah; Rusata, Tatang
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i2.2199

Abstract

The tourism industry plays a vital role in global economic growth while simultaneously exerting significant environmental pressures, including carbon emissions, waste generation, and ecosystem degradation. Addressing this duality, this study examines how green jobs can function as a strategic mechanism for enhancing tourism competitiveness through improvements in service quality, innovation, destination image, and compliance with sustainability standards, which collectively influence destination performance and visitor satisfaction. This research employs a qualitative descriptive approach based on a structured document analysis. A total of 68 policy documents, strategic plans, labor market reports, and certification frameworks (2015–2024) were analyzed across ten leading countries in the Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024—namely the United States, Spain, Japan, France, Austria, Germany, the United Kingdom, China, Italy, and Switzerland. Data were systematically coded using NVivo 15 to identify key themes related to policy frameworks, workforce development, certification systems, and institutional coordination. Cross-country comparison was conducted using a standardized thematic matrix to ensure analytical consistency.The findings indicate that advanced tourism economies have institutionalized green jobs through integrated governance structures, including national tourism strategies, certification schemes, and public–private partnerships that connect employment creation, digital transformation, and environmental management. In contrast, Indonesia’s current approach remains fragmented, with limited inter-ministerial coordination and insufficient integration of green competencies into vocational and higher-education systems.  The study contributes conceptually by proposing a Tourism Green Jobs Policy Readiness Framework, which integrates key dimensions of governance coordination, workforce development, certification systems, and financing mechanisms, and provides practical insights for Indonesia’s transition toward a sustainable, low-carbon tourism economy.
Benchmarking Green Jobs Implementation in Tourism: Lessons from Global Best Practices for Indonesia Prihatini, Rahma; Eddyono, Fauziah; Rusata, Tatang
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i2.2199

Abstract

The tourism industry plays a vital role in global economic growth while simultaneously exerting significant environmental pressures, including carbon emissions, waste generation, and ecosystem degradation. Addressing this duality, this study examines how green jobs can function as a strategic mechanism for enhancing tourism competitiveness through improvements in service quality, innovation, destination image, and compliance with sustainability standards, which collectively influence destination performance and visitor satisfaction. This research employs a qualitative descriptive approach based on a structured document analysis. A total of 68 policy documents, strategic plans, labor market reports, and certification frameworks (2015–2024) were analyzed across ten leading countries in the Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024—namely the United States, Spain, Japan, France, Austria, Germany, the United Kingdom, China, Italy, and Switzerland. Data were systematically coded using NVivo 15 to identify key themes related to policy frameworks, workforce development, certification systems, and institutional coordination. Cross-country comparison was conducted using a standardized thematic matrix to ensure analytical consistency.The findings indicate that advanced tourism economies have institutionalized green jobs through integrated governance structures, including national tourism strategies, certification schemes, and public–private partnerships that connect employment creation, digital transformation, and environmental management. In contrast, Indonesia’s current approach remains fragmented, with limited inter-ministerial coordination and insufficient integration of green competencies into vocational and higher-education systems.  The study contributes conceptually by proposing a Tourism Green Jobs Policy Readiness Framework, which integrates key dimensions of governance coordination, workforce development, certification systems, and financing mechanisms, and provides practical insights for Indonesia’s transition toward a sustainable, low-carbon tourism economy.