Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Level aktifitas fisik dan faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada karyawan kantor di universitas Ekawati, Febriani Fajar; Rahayu, Tri Winarti; Prasetyo, Hendrig Joko
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2: September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.724 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i2.32541

Abstract

Noncommunicable Diseases (NCDs) merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Meskipun telah banyak penelitian yang menyelidiki tentang hubungan aktivitas fisik dan faktor risiko penyakit kardiovaskuler, hanya terdapat beberapa penelitian di Indonesia yang menelaah tentang peran aktivitas fisik dalam perkembangan penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tingkat aktivitas fisik dan menyelidiki hubungannya dengan faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada karyawan kantor di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS). Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Data level aktivitas fisik diperoleh dari International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Sedangkan faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskuler (gula darah, kolesterol, tekanan darah, lingkar pinggang, dan IMT) diukur dengan menggunakan alat ukur yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level aktivitas fisik karyawan berkategori Rendah sebesar 6.82%, Sedang sebesar 72.73%, dan Tinggi sebesar 20.45%. Berdasarkan uji Pearson Correlation, tekanan darah baik sistolik dan diastolik mempunyai hubungan yang signifikan dengan level aktivitas fisik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara level aktivitas fisik dengan faktor risiko lainnya dalam penelitian ini. Secara umum penelitian ini menunjukkan bahwa level aktivitas fisik karyawan di lingkungan UNS adalah berkategori sedang, dan tekanan darah mempunyai hubungan yang signifikan dengan aktivitas fisik. Physical activity level and cardiovascular risk factors among university employees AbstractNoncommunicable Diseases (NCDs) are one of the leading deaths in the world. Insufficiency of physical activity (PA) escalate the risk of NCDs. Although the reports of the studies investigating the relationship between PA and cardiovascular risk factors are abundance, only a few studies in Indonesia examined the role of PA in the development of cardiovascular diseases. The aim of this study was to describe the level of PA and investigate the relationships between PA and cardiovascular risk factors among UNS employees. This was a cross sectional study with a sample of 44 university employees. PA level was assessed using IPAQ. Meanwhile cardiovascular risk factors such as plasma glucose, cholesterol, blood pressure, waist circumference, and BMI were measured using an appropriate tool for each measure. The results revealed that participants with low level of PA (6.82%), moderate category (72.73%), and high category (20.45%). Pearson Correlation analysis showed blood pressure both systolic and diastolic had a significant association with PA level. There was no a significant association between PA level and others cardiovascular risk factors in this research. Generally, this study exhibited the level of PA among UNS employees in the moderate category, and blood pressure had a significant association with PA.
Socialization and Coaching Science Training at KONI Surakarta Coaches in 2024 Prasetyo, Hendrig Joko; Purnama, Sapta Kunta; Doewes, Rumi Iqbal; Hidayatullah, Mohammad Furqon; Nuryadin, Islahuzzaman; Haris Nugroho; Slamet Widodo; Fadilah Umar
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.4630

Abstract

Coaching is a very complex process and coaches are required to do various things such as in-depth training and competition planning, organizational tasks, and mentoring athletes, which goes beyond just teaching skills and tactics. A coach's ability to achieve these key expectations will likely determine their coaching effectiveness. Therefore, this devotion is carried out with the aim of providing knowledge and training regarding coaching science to coaches so that coaches are able to carry out appropriate training for their athletes. The devotion method is carried out with socialization and coaching science training. Devotion partners are KONI Surakarta coaches from 14 sports, totaling 20 coaches aged 29.20 ± 9.66 years and have coaching experience of 3.97 ± 4.87 years. Evaluation is carried out on the coaches' knowledge. The devotion results show that the coaches' knowledge about coaching science has increased, seen from the pretest percentage of 35.00% and posttest 65.00%. So it can be concluded that KONI Surakarta coaches have knowledge in coaching science which can be applied in implementing training.
PELATIHAN WEIGHT TRAINING UNTUK MENINGKATKAN LEG STRENGTH DAN CARDIORESPIRATORY ENDURANCE PADA ATLET FUTSAL DI SURAKARTA Prasetyo, Hendrig Joko; Purnama, Sapta Kunta; Doewes, Rumi; Hidayatullah, Mohammad Furqon; Nuryadin, Islahuzzaman; Nugroho, Haris; Widodo, Slamet; Umar, Fadilah
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal menuntut kondisi fisik yang prima, namun pembinaan fisik terstruktur melalui latihan beban masih terabaikan di kalangan atlet. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan tungkai dan daya tahan kardiorespirasi serta pemahaman atlet futsal di Surakarta terhadap prinsip-prinsip latihan beban. Mitra pengabdian ini adalah 27 atlet futsal dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Surakarta dengan rerata usia 19,33±0,78 tahun, berat badan 60,96±6,76 kg, tinggi badan 1,68±0,06 m, dan pengalaman bermain 4,30±1,38 tahun. Metode pengabdian menggunakan pendekatan kolaboratif dan partisipatif melalui program latihan beban terstruktur yang dilaksanakan dalam 24 sesi praktik selama 8 minggu, dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pelaksanaan diawali dengan pre-test pengetahuan dan fisik, dilanjutkan dengan sesi edukasi teori, dan 24 sesi praktik latihan beban. Tahap adaptasi dan pengenalan teknik dilakukan pada 6 sesi pertama, dilanjutkan dengan tahap peningkatan kekuatan dan daya tahan melalui pemberian beban progresif pada 18 sesi berikutnya. Evaluasi dilakukan melalui post-test pengetahuan dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta (10,24%), kekuatan tungkai (2,37%), dan daya tahan kardiorespirasi (2,85%). Kesimpulan dari pengabdian ini adalah program latihan beban terstruktur efektif meningkatkan kekuatan tungkai dan daya tahan kardiorespirasi, serta pengetahuan atlet futsal. Peningkatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan performa di lapangan dan secara tidak langsung meminimalkan risiko cedera dengan meningkatkan stabilitas otot dan sendi.