Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

From Prison to Community: Reconstructing Community Service Sentencing as Ius Constituendum in the Reform of Indonesia’s Criminal Procedure Code Asis, Asis; Yakin, Bisma Ainul; Arhabi, Muhammad Farhan; Arifin, Muhamad Zainal
Journal of Judicial Review Vol. 27 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jjr.v27i2.10333

Abstract

Community service sentence is a form of non-custodial punishment aimed at shifting the orientation of penal policy from a retributive approach towards a more corrective and restorative one. This type of punishment provides an opportunity for perpetrators of minor offenses to amend their wrongdoing through tangible contributions to society without having to serve imprisonment. However, to date, the regulation of community service sentencing remains legally unregulated within the Indonesian criminal procedural system, particularly in the Criminal Procedure Code (KUHAP). This legal vacuum has resulted in the absence of an adequate legal basis for judges and law enforcement officials to impose and implement such a sentence. This article aims to examine community service punishment as a form of ius constituendum, namely, law that ought to be enacted in the future, within the framework of KUHAP reform. By employing normative and conceptual approaches, this article explores the urgency, rationality, and regulatory direction of community service sentencing within the national penal system. The findings indicate that the inclusion of community service punishment in the forthcoming KUHAP is crucial to realizing a more proportional, humane penal system that aligns with the principles of corrective justice and the demands of a modern criminal justice system. This article further argues that the current legal vacuum reflects the unresponsiveness of Indonesia’s criminal justice system, and calls for a responsive legal framework in line with the theory of responsive law, ensuring that legal reforms are attuned to evolving societal needs and values of justice.
Analisis Retorika Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Dalam  Sidang Tahunan MPR RI 2025(Sebagai Alternatif Teknik Pembelajaran Berbicara pada Siswa) Paridah, Sopi; Kulsum, Umi; Arifin, Muhamad Zainal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/srh8tv62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 serta relevansinya sebagai alternatif teknik pembelajaran keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan berbicara sebagai salah satu keterampilan berbicara sebagai salah satu keterampilan berbahasa produktif yang tidak hanya menuntut kelancaran berbahasa, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara logis, persuasif, dan berkarakter. Dalam konteks pembelajaran, diperlukan teknik yang kontekstual dan inspiratif agar siswa mampu mengembangkan keterampilan berbicara secara efektif. Salah satu alternatif teknik pembelajaran yang dapat diterapkan adalah teknik pemodelan pidato retoris, yaitu pembelajaran keterampilan berbicara melalui penyajian contoh pidato yang autentik sebagai model bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berbicara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Aristoteles yaitu ethos, pathos, dan logos. Data penelitian berupa video pidato Presiden Prabowo Subianto melalui kanal YouTube Kompas.com dan dianalisis melalui dokumentasi dan transkripsi. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan data berdasarkan unsur ethos, pathos, dan logos, serta mengaitkannya dengan indikator keterampilaan berbicara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dominan dan konsisten menggunakan strategi retorika Aristoteles, strategi ethos untuk membangun kredibilitas dan citra dirinya sebagai seorang pemimpin, lalu pathos digunakan untuk membangkitkan emosional dan empati audiens, dan logos digunakan untuk menyampaikan argumen logis dan disertai data. Strategi retorika tersebut sejalan dengan keterampilan berbicara siswa yaitu sikap dan ekspresi, kejelasan pengucapan (artikulasi), ketepatan diksi, keterpaduan isi (koherensi), kesesuaian isi dengan tema, sikap dan ekspresi, intonasi dan volume suara. Oleh karena itu, pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dapat dijadikan sebagai alternatif teknik pembelajaran keterampilan berbicara yang kontekstual, reflektif, dan inspiratif bagi siswa khususnya pada jejang SMA/MA/SMK kelas XI.
Analisis Unsur Intrinsik dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah: Pendekatan Struktural Mardila, Indah Septi; Sulaiman, Zoni; Arifin, Muhamad Zainal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gsatt657

Abstract

Film sebagai salah satu bentuk karya sastra audiovisual tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga merepresentasikan berbagai realitas kehidupan melalui keterpaduan unsur-unsur intrinsik yang membangun cerita. Film Air Mata di Ujung Sajadah karya Key Mangunsong mengangkat kisah perjuangan seorang ibu dalam memperoleh kembali anak kandungnya melalui konflik keluarga yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, serta amanat, sekaligus mengkaji keterkaitan antarunsur tersebut dalam membentuk struktur cerita secara utuh melalui pendekatan struktural. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumenter melalui teknik simak dan catat terhadap dialog, adegan, serta peristiwa dalam film. Analisis data dilakukan menggunakan pembacaan heuristik dan hermeneutik untuk mengungkap makna serta hubungan antarunsur intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Air Mata di Ujung Sajadah memiliki struktur cerita yang dibangun melalui keterpaduan tema kasih sayang seorang ibu, alur campuran, tokoh dan penokohan yang berkembang secara dinamis, latar yang mendukung perkembangan konflik, serta amanat mengenai pentingnya kejujuran, pengorbanan, keikhlasan, dan kepentingan terbaik bagi anak. Keterkaitan seluruh unsur intrinsik tersebut membentuk kesatuan cerita yang utuh dan bermakna. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian struktural film, khususnya dalam memperkaya pemahaman mengenai hubungan antarunsur intrinsik sebagai pembangun makna dalam karya sastra audiovisual, serta dapat menjadi referensi bagi penelitian sejenis di bidang sastra dan film.
Analisis Retorika Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Dalam  Sidang Tahunan MPR RI 2025(Sebagai Alternatif Teknik Pembelajaran Berbicara pada Siswa) Paridah, Sopi; Kulsum, Umi; Arifin, Muhamad Zainal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/srh8tv62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 serta relevansinya sebagai alternatif teknik pembelajaran keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan berbicara sebagai salah satu keterampilan berbicara sebagai salah satu keterampilan berbahasa produktif yang tidak hanya menuntut kelancaran berbahasa, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara logis, persuasif, dan berkarakter. Dalam konteks pembelajaran, diperlukan teknik yang kontekstual dan inspiratif agar siswa mampu mengembangkan keterampilan berbicara secara efektif. Salah satu alternatif teknik pembelajaran yang dapat diterapkan adalah teknik pemodelan pidato retoris, yaitu pembelajaran keterampilan berbicara melalui penyajian contoh pidato yang autentik sebagai model bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berbicara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Aristoteles yaitu ethos, pathos, dan logos. Data penelitian berupa video pidato Presiden Prabowo Subianto melalui kanal YouTube Kompas.com dan dianalisis melalui dokumentasi dan transkripsi. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan data berdasarkan unsur ethos, pathos, dan logos, serta mengaitkannya dengan indikator keterampilaan berbicara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dominan dan konsisten menggunakan strategi retorika Aristoteles, strategi ethos untuk membangun kredibilitas dan citra dirinya sebagai seorang pemimpin, lalu pathos digunakan untuk membangkitkan emosional dan empati audiens, dan logos digunakan untuk menyampaikan argumen logis dan disertai data. Strategi retorika tersebut sejalan dengan keterampilan berbicara siswa yaitu sikap dan ekspresi, kejelasan pengucapan (artikulasi), ketepatan diksi, keterpaduan isi (koherensi), kesesuaian isi dengan tema, sikap dan ekspresi, intonasi dan volume suara. Oleh karena itu, pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dapat dijadikan sebagai alternatif teknik pembelajaran keterampilan berbicara yang kontekstual, reflektif, dan inspiratif bagi siswa khususnya pada jejang SMA/MA/SMK kelas XI.