Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MANAJEMEN ZAKAT DENGAN SISTEM REVOLVING FUND MODELS SEBAGAI UPAYA EFEKTIFITAS PENYALURAN ZAKAT PRODUKTIF (STUDI PADA LEMBAGA MANAJEMEN INFAQ MADIUN) Ningrum, Ririn Tri Puspita
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3832.291 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i1.2347

Abstract

Penelitian ini  dilatarbelakangi  oleh  fakta bahwa  lembaga zakat  sebagai  salah  satu bentuk lembaga ekonomi umat memiliki peran yang sangat besar dalam menyelesaikan masalah kemiskinan serta menguatkan ekonomi umat. Hal tersebut dapat dilakukan oleh lembaga zakat dengan mendistribusikan zakat baik bersifat konsumtif maupun produktif. Namun dalam pelaksanaanya, pendistribusian zakat konsumtif maupun produktif tersebut memiliki banyak perbedaan misalnya adalah terkait penerapan manajemen dalam menentukan karekteristik penerima zakat (mustahiq). Khusus untuk zakat produktif, pemberian zakat jenis ini merupakan sebuah upaya untuk memberdayakan  mustahiq  agar  lebih  produktif,  mandiri  dan  mampu meningkatkan  kehidupannya  melalui  potensi  yang masih  dimilikinya.  Sebagai salah satu lembaga ekonomi umat, LMI Madiun juga memegang peranan penting dalam hal penguatan umat dengan cara memberikan zakat produktif kepada para mustahiq. Namun demikian, dalam memberikan zakat produktif tersebut, LMI Madiun harus berpedoman pada manajemen zakat agar zakat produktif bisa didistribusikan tepat sasaran dan efektif sehingga tujuan pemberdayaan dan ekonomi ummat dapat terealisasi. Adapun pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini untuk ditemukan jawabannya antara lain terkait bagaimana penerapan manajemen zakat produktif dengan sistem revolving fund models dalam rangka penguatan ekonomi mustahiq yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiundan bagaimana efektifitas penyaluran zakat produktif dengan sistem revolving fund models sebagai upaya penguatan ekonomi mustahiq pada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiun. Penelitian merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan normatif empiris. Hasil dari penelitian ini antara lain: pertama, penerapan manajemen zakat produktif dengan sistem revolving fund models dalam rangka penguatan ekonomi mustahiq yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Madiun belumlah optimal. Kedua, efektifitas penyaluran zakat produktif dengan sistem revolving fund models sebagai upaya penguatan ekonomi mustahiq pada Lembagan Manajemen Infaq (LMI) Madiun sudah cukup efektif karena telah mampu memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) mustahiq  seperti  menambah  jumlah  pendapatan,  meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan kecukupan pangan.  Kata Kunci: Manajemen Zakat Produktif, Revolving Fund Models, LMI Madiun, Penguatan Ekonomi Mustahiq
PHILANTHROPY AMONG EMERGING MIDDLE-CLASS MUSLIMS IN THE INTEGRATED ISLAMIC SCHOOLS NETWORK (JSIT): NEGOTIATING RELIGIOUS COMMODIFICATION AND SOCIAL PIETY Ningrum, Ririn Tri Puspita; Siswanto, Siswanto; Djalaluddin, Ahmad; Huda, Muhammad Muchlish
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 23 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v23i1.15888

Abstract

This article examines the reciprocal relationship between the commodification of religion and philanthropic practices at integrated Islamic primary schools within the Integrated Islamic Schools Network (JSIT) in Ponorogo, East Java. Using an ethnographic case study, the research focuses on middle-class Muslim families to understand how religious and philanthropic activities are transformed into commodities. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving middle-class Muslims and educators from the tarbiyah community, affiliated with the Prosperous Justice Party (PKS). The study reveals that the rise of the Muslim middle class in Ponorogo, reflecting broader national trends, is shaped by political, cultural, and ideological dynamics. A key finding is the transformation of parental philanthropy into a form of “social piety,” where giving is reframed as both religious devotion and social responsibility. Schools and educators actively cultivate this practice by repackaging Islamic values into attractive commodities that align with middle-class aspirations. The study contributes by showing how philanthropy functions not only as an economic resource but also as a cultural and political instrument in shaping Muslim middle-class identity. It advances debates on the commodification of religion and highlights the socio-political role of philanthropy in contemporary Indonesian Islam.