Sulistiyono, Joko
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN KEDISIPLINAN MASUK SEKOLAH JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI KONSELING KELOMPOK CLIENT CENTERED Sulistiyono, Joko
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui secara empiris kedisiplinan siswa sebelum dan sesudah diberi layanan konseling kelompok dengan pendekatan Client Centered dan mengetahui efektifitas layanan konseling kelompok untuk meningkatkan kedisiplinan masuk sekolah pada jam pelajaran pertama. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan karena tingginya ketidakdisiplinan masuk sekolah pada jam pelajaran pertama pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Satu Atap Pandanarum. Hal ini ditunjukkan oleh ketidakdisiplinan siswa masuk sekolah pada jam pelajaran pertama, ketidakdisiplinan siswa masuk sekolah pada 10 siswa pada kelas VIII pada bulan Agustus dengan rata – rata 8 kali per siswa atau 29,63%  atau rata – rata kehadiran 70,37%  (Kategori rendah). Hasil siklus I pada penelitian menunjukkan ketidakdisiplinan siswa menurun dari 29,63% menjadi 15,60% kategori sedang dan rata – rata kehadiran siswa meningkat dari 70,37% sebelum dilaksanakan penelitian menjadi 84,40% (terjadi kenaikan 14,03%) Dan setelah siklus II ternyata mengentaskan ketidakdisiplinan siswa masuk sekolah pada jam pelajaran pertama menjadi 3,46% dari 15,60% pada siklus I (menurun 12,14%)  dan kedisiplinan siswa meningkat dari 84,40% pada siklus I menjadi 96,54% pada siklus II (terjadi kenaikan 12,14%) pada siklus II.
PENINGKATKAN KOMPETENSI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR MELALUI MODEL MANAJEMEN PELATIHAN T2AD Sulistiyono, Joko; Sumaryanto, Totok; -, Djuniadi
Jurnal Penelitian Tindakan Sekolah dan Kepengawasan Vol 2, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Tindakan Sekolah dan Kepengawasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model faktual pelatihan TIK,  merancang modelkonseptual manajemen pelatihan T2AD(Teacher Team Achievement Division) untuk meningkatkankompetensi, mengetahui keefektifan model final manajemen pelatihan. Metode penelitian inimenggunakan pendekatanResearch and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan datasecara wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Uji coba model pelatihan menggunakanOneGroup Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisiskualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kuantitatif dengan deskripsi kuantitatif untuk mengetahui kualitas pelaksanaan pelatihan dan untuk mengetahui keefektifan model dengananalisis statistik kuantitatif. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa model pelatihan efektifmeningkatkan kompetensi
PENINGKATKAN KEDISIPLINAN MENGAJAR GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK INDIVIDUAL Sulistiyono, Joko
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 1 (2020): Edisi Januari-April 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah – langkah yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik dengan teknik individual sehingga mampu meningkatkan kompetensi guru terutama dalam kedisiplinan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melaksanakan evaluasi yang akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pada pra siklus kedisiplinan mengajar guru masih rendah hal ini dapat dilhat dari rata rata skor 74,70%, yang meliputi kedisiplinan menyusun perencanaan pembelajaran 73,05%, melaksanakan kegiatan pembelajaran 78,09% dan melaksanakan evaluasi pembelajaran 72,99%, pada siklus 1 menunjukkan ada peningkatan rata – rata kedisiplinan mengajar guru dari kondisi awal 74,70% menjadi rata – rata skor 83,26% yang meliputi kedisiplinan menyusun perencanaan pembelajaran 81,25%, melaksanaaan kegiatan pembelajaran 84,04% dan melaksanakan evaluasi pembelajaran 84,49%. Pada siklus 2 menunjukkan ada peningkatan rata – rata kedisiplinan mengajar guru dari kondisi awal maupun pada siklus 1, yaitu rata – rata skor 92,43% yang meliputi kedisiplinan menyusun perencanaan pembelajaran 91,02%, melaksanaaan kegiatan pembelajaran 92,08% dan melaksanakan evaluasi pembelajaran 92,43%.
MODEL MANAJEMEN PELATIHAN TIK “DFH (DARING FROM HOME)” GURU SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG Sulistiyono, Joko
Didaktikum Vol 20, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Didaktikum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan model manajemen pelatihan TIK “DFH (Daring From Home)” guru SMA Negeri di Kota Semarang adalah model pelatihan berbasis online untuk meningkatkan kompetensi TIK guru SMA Negeri di Kota Semarang dalam menunjang layanan pendidikan di tengah pandemi covid-19, di mana guru melaksanakan pelatihan online di rumah sesuai dengan protocol covid-19, yaitu physical distancing dan social distancing. Tujuan pengembangan model manajemen pelatihan TIK “DFH (Daring From Home)” agar semua guru SMA Negeri di Kota Semarang dapat mengajar jarak jauh yang notabene harus menggunakan teknologi. Model pelatihan daring online diharapkan mampu mempercepat proses transfer pengetahuan, keterampilan, dan perilaku guru yang membutuhkan bantuan teknologi informasi secara cepat, efisien, dan fleksibel tanpa mengurangi esensi model pelatihan yang ada di kelas tradisional (klasikal). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Uji coba model pelatihan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kuantitatif dengan deskripsi kuantitatif untuk mengetahui kualitas pelaksanaan pelatihan dan untuk mengetahui keefektifan model dengan analisis statistik kuantitatif, yaitu uji t. Dari hasil analisis dengan uji t ini terdapat perubahan atau peningkatan kemampuan guru setelah diberikan pelatihan, sehingga dapat disimpulkan bahwa model manajemen pelatihan TIK “DFH (Daring From Home)” efektif meningkatkan kompetensi TIK guru SMA Negeri di Kota Semarang.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH MELALUI PEMBIMBINGAN BERKELANJUTAN Sulistiyono, Joko
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 6, No 2 (2021): Edisi Mei - Agustus 2021
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga administrasi terutama dalam pengelolaan administrasi sekolah. Tenaga administrasi sekolah berfungsi sebagai pengelola administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, persuratan/ pengarsipan, kesiswaan, kurikulum dan layanan khusus. Adapun subyek penelitian adalah tenaga administrasi sekolah SMP Negeri 2 Punggelan, sedang obyeknya adalah administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum dan layanan khusus.. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan. Dalam penelitian tindakan sekolah ini menggunakan dua teknik analisis data dengan memperhatikan jenis data yang dikumpulkan, yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian pada kondisi awal tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah rata – rata 57,61% (Katagori Sangat Kurang), kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam pengelolaan administrasi sekolah rata rata mengalami peningkatan dari 57,61% pada kondisi awal/pra siklus menjadi 72,94% pada siklus I dan meningkat menjadi 88,83% (Katagori Baik) pada siklus II. Peningkatan rata – rata persentase kompetensi tenaga administrasi sekolah, dalam pengelolaan administrasi sekolah tidak lepas dari pembimbingan berkelanjutan dari Kepala Sekolah.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH MELALUI PEMBIMBINGAN BERKELANJUTAN Sulistiyono, Joko
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 6, No 2 (2021): Edisi Mei - Agustus 2021
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga administrasi terutama dalam pengelolaan administrasi sekolah. Tenaga administrasi sekolah berfungsi sebagai pengelola administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, persuratan/ pengarsipan, kesiswaan, kurikulum dan layanan khusus. Adapun subyek penelitian adalah tenaga administrasi sekolah SMP Negeri 2 Punggelan, sedang obyeknya adalah administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum dan layanan khusus.. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan. Dalam penelitian tindakan sekolah ini menggunakan dua teknik analisis data dengan memperhatikan jenis data yang dikumpulkan, yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian pada kondisi awal tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah rata – rata 57,61% (Katagori Sangat Kurang), kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam pengelolaan administrasi sekolah rata rata mengalami peningkatan dari 57,61% pada kondisi awal/pra siklus menjadi 72,94% pada siklus I dan meningkat menjadi 88,83% (Katagori Baik) pada siklus II. Peningkatan rata – rata persentase kompetensi tenaga administrasi sekolah, dalam pengelolaan administrasi sekolah tidak lepas dari pembimbingan berkelanjutan dari Kepala Sekolah.