Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penilaian Potensi Pemanfaatan Lahan sebagai Lanskap Produktif berdasarkan Analisis Kesesuaian Lahan Danniswari, Dibyanti; Besila, Qurrotu Aini; Fitri, Rini; Fauzi, Reza
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2358

Abstract

Lanskap produktif merupakan suatu lahan yang ditanami dengan tanaman edible (dapat dikonsumsi). Penelitian ini mengkaji lahan yang kurang dimanfaatkan di dalam wilayah Kampus Nagrak Universitas Trisakti, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis tanaman yang cocok untuk ditanam di lokasi penelitian melalui analisis kesesuaian lahan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan data yang dipertimbangkan adalah data topografi, iklim, dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di lokasi penelitian memiliki curah hujan tinggi, kandungan liat tinggi, retensi hara kurang baik, dan ketersediaan hara rendah. Dilihat dari kesesuaian potensial dan jumlah faktor pembatasnya, tanaman yang berpotensi tinggi untuk ditanam di lahan lanskap produktif tersebut antara lain adalah padi, lengkuas, kacang panjang, cabai rawit, mentimun, pisang, jambu biji, dan nangka. Faktor yang sering menjadi pembatas adalah tingginya curah hujan, tekstur tanah yang liat, rendahnya pH dan kejenuhan basa, serta rendahnya unsur hara. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas lahan adalah pengapuran dan pemupukan.
PENATAAN RUANG LUAR DI PERMUKIMAN EMPLASEMEN PERKEBUNAN TEH PASIR MALANG, PANGALENGAN Besila, Qurrotu Aini; Simangunsong, Nur Intan; Hendrawan, Diana Irvindiaty; Danniswari, Dibyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39137

Abstract

Tantangan utama yang dihadapi masyarakat pemetik teh di emplasemen Perkebunan Pasir Malang adalah kurangnya penataan ruang luar di sekitar emplasemen, sehingga fungsinya belum optimal dalam mendukung aktivitas sehari-hari para penghuni. Selain itu, kondisi ini turut mempengaruhi potensi pengembangan wisata, mengingat wisatawan tidak hanya tertarik pada proses produksi teh, tetapi juga ingin merasakan dan melihat kehidupan sehari-hari para pemetik teh. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui perancangan ruang luar yang fungsional dan produktif. Melalui kegiatan ini, kami menyusun rekomendasi desain ruang luar yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni emplasemen dan mendukung pengembangan sektor pariwisata. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan di mana dilakukan pemaparan desain penataan lingkungan luar emplasemen yang telah dibuat berdasarkan kebutuhan warga dan pemaparan tentang kesehatan lingkungan. Hasil dari PkM ini adalah warga menerima wawasan tentang jenis-jenis tanaman yang dapat ditanam di pekarangan mereka, bagaimana penataan ruang luar yang efektif dan efisien, serta wawasan mengenai kesehatan lingkungan. Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme terhadap materi yang telah dipaparkan. Warga tertarik untuk memanfaatkan pekarangannya untuk ditanami tanaman hias, sayur, atau obat untuk dikonsumsi dan dijual.
EVALUASI PENATAAN LANSKAP RUANG PUBLIK ALUN-ALUN KOTA KARAWANG BERDASARKAN PRINSIP DAN STANDAR PENATAAN LANSKAP Fauzi, Reza; Mangunsong, Nur Intan; Fitri, Rini; Danniswari, Dibyanti; Hamonangan Lumbantoruan, Samuel Febrian
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.002

Abstract

Kawasan perkotaan saat ini sangat memerlukan ruang terbuka publik yang nyaman dan indah untuk digunakan oleh masyarakatnya, selain berfungsi sebagai sarana atau fasilitas berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakatnya, ruang terbuka publik juga dapat meningkatkan nilai keindahan bagi suatu kawasan perkotaan. Seiring dengan meningkatnya jumlah Masyarakat juga dengan semakin berkembanganya Pembangunan, kebutuhan akan suatu ruang terbuka publik yang aman nyaman dan memiliki fungsi yang baik menjadi penting bagi memenuhi kebutuhan Masyarakat untuk berinteraksi dan berkumpul di ruang terbuka. Alun-alun kota Karawang sudah seharusnya dapat mengakomodir berbagai kegiatan Masyarakat di sekitarnya seperti rekreasi, olahraga hingga kegiatan kebudayaan lokal yang mungkin saja dilakukan di area alun-alun. Penataan lanskap yang ada saat ini di alun-alun Karawang belum optimal kurangnya area hijau membuat alun-alun Karawang tidak dapat digunakan sepanjang hari, dengan cuaca atau iklim yang panas melakukan kegiatan pada siang hari di alun-alun Karawang menjadi tidak nyaman. Kurang tepatnya pemilihan jenis perkerasan juga menjadi salah satu faktor penyebab lebih panasnya suasana di alun-alun kota Karawang, penggunaan material seperti keramik yang justru membuat area lebih panas adalah salah satu permasalahan penataan ruang luar yang diterapkan di alun-alun kota Karawang. Metode yang digunakan meliputi tahapan observasi lapangan, analisis kondisi eksisting, serjta kajian literatur terkait prinsip desain lanskap. Data hasil identifikasi akan dianalisis secara fungsi dan ruang untuk mendapatkan permasalahan serta potensi pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi dan fasilitas eksisting yang ada untuk dilakukan analisis dan mendapatkan gagasan penataan ruang luar yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi iklimnya. Hasil dari penelitian ini akan menciptakan konsep atau gagasan penataan lanskap alun-alun kota Karawang yang lebih sesuai dengan kebutuhan, kegiatan dan lingkungan kota Karawang, sehingga fungsi alun-alun dapat lebih optimal baik dari segi ekologis maupun segi estetika.