This Author published in this journals
All Journal Ecoducation
Sari, Heni Ratna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

When Low Open Unemployment Rate (OUR) Does not Guarantee Prosperity: An Empirical Analysis of The Human Development Index (HDI) and Poverty in Papua 2018–2023: Ketika Tingkat Pengangguran Terbuka yang Rendah Tidak Menjamin Kemakmuran: Analisis Empiris Indeks Pembangunan Manusia dan Kemiskinan di Papua 2018–2023 Sari, Heni Ratna; Pamungkas, Heni Purwa
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3371

Abstract

Kemiskinan di Papua tetap menjadi tantangan pembangunan utama meskipun terjadi perbaikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (OUR) yang relatif rendah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh OUR dan IPM terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Papua untuk periode 2018-2023 menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui regresi data panel menggunakan Eviews. Hasil menunjukkan bahwa OUR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien 1.063591 dan probabilitas 0.2925. Sebaliknya, IPM memiliki efek negatif yang signifikan dengan koefisien -4.341809 dan probabilitas 0,0001. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai F sebesar 12.87962 dan nilai p sebesar 0.000030, dengan nilai adjusted R² sebesar 0.309529. Temuan ini menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan di Papua perlu fokus pada peningkatan kualitas pembangunan manusia dan pemerataan ekonomi, bukan hanya pada penciptaan lapangan kerja formal. Keunikan studi ini terletak pada periode analisis 2018–2023, yang mencakup periode pandemi dan pemulihan di Papua sebagai salah satu wilayah 3T (Terbelakang, Terluar, dan Terdepan). Kebaruan studi sebelumnya sering dilakukan di wilayah yang tidak termasuk dalam kategori 3T (Terbelakang, Terluar, dan Terdepan).