Kemiskinan di Papua tetap menjadi tantangan pembangunan utama meskipun terjadi perbaikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (OUR) yang relatif rendah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh OUR dan IPM terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Papua untuk periode 2018-2023 menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui regresi data panel menggunakan Eviews. Hasil menunjukkan bahwa OUR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien 1.063591 dan probabilitas 0.2925. Sebaliknya, IPM memiliki efek negatif yang signifikan dengan koefisien -4.341809 dan probabilitas 0,0001. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai F sebesar 12.87962 dan nilai p sebesar 0.000030, dengan nilai adjusted R² sebesar 0.309529. Temuan ini menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan di Papua perlu fokus pada peningkatan kualitas pembangunan manusia dan pemerataan ekonomi, bukan hanya pada penciptaan lapangan kerja formal. Keunikan studi ini terletak pada periode analisis 2018–2023, yang mencakup periode pandemi dan pemulihan di Papua sebagai salah satu wilayah 3T (Terbelakang, Terluar, dan Terdepan). Kebaruan studi sebelumnya sering dilakukan di wilayah yang tidak termasuk dalam kategori 3T (Terbelakang, Terluar, dan Terdepan).
Copyrights © 2026