Suindrayani, Ni Putu Tya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGKRITISI PERLINDUNGAN KORBAN TINDAK PIDANA MALPRAKTIK MEDIS: PARADIGMA CRITICAL VICTIMOLOGY Suindrayani, Ni Putu Tya
Jurnal Hukum Statuta Vol 4 No 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/jhs.v4i3.12247

Abstract

Abstract This study aims to determine the ius constitutum for the protection of medical malpractice crimes victim in Indonesia, as well as to find out the critical victimology view in examining the protection of medical malpractice crimes victim in Indonesia. This research is an empirical legal research by analyzing the results of interviews and reviewing them with a critical victimology approach. The conclusion of this study is the ius constitutum for the protection of medical malpractice crimes victim in Indonesia still refers to the Witness and Victim Protection Law, the Medical Practice Law, the Health Law and the Criminal Code and the view that the imposition of criminal sanctions for medical malpractice perpetrators is considered a form of providing legal protection against victims, and another form of fulfilling the rights of victims is to refer to the provision of compensation. Therefore, there are imperfections in the application of victimology theory, especially the critical victimology approach in the provision and enforcement of legal protection for medical malpractice crimes victim in Indonesia. Keywords: Critical Victimology; Malpractice; Victim Protection
Mitigasi Risiko Bank dalam Skema Peer to Peer Lending: Kekuatan Perjanjian Kredit Dibawah Tangan Secara Elektronik Agus Prasetiyo; Soraya Yuslani Eoh; Ni Putu Tya Suindrayani
Acta Comitas : Jurnal Hukum Kenotariatan Vol. 10 No. 03 (2025)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/AC.2025.v10.i03.p13

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menelaah bentuk risiko hukum, kekuatan hukum dalam perjanjian kredit dibawah tangan secara elektronik dan mitigasi hukum yang dapat dilakukan oleh Bank sebagai lender dalam skema peer to peer lending guna mencapai kepastian hukum. Jenis penelitian ini adalah penelitian doktrinal dengan analisis kualitatif deskriptif, serta memanfaatkan bahan hukum mencakup bahan hukum primer dan sekunder. Hasil dan pembahasan penelitian ini bahwa: Pertama, terdapat risiko perdata berupa wanprestasi dan perbuatan melawan hukum yang muncul akibat perjanjian kredit dibawah tangan secara elektronik, sedangkan risiko pidana yaitu pada pelanggaran prinsip kehati-hatian, keterlibatan tidak langsung dalam tindak pidana pencucian uang, dan pelanggaran perlindungan data pribadi. Kedua, kekuatan hukum perjanjian kredit di bawah tangan secara elektronik sah menurut KUHPerdata jo UU ITE, namun terkait pembuktian belum menjadi alat bukti yang sempurna, serta Bank sebagai lender dapat melakukan mitigasi dengan memaksimalkan strategi penerapan 5C dalam analisis kredit peer to peer lending guna mencapai kepastian hukum.