Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TEKANAN AIR PORI TANAH TERHADAP PERKUATAN TEMBOK PENAHAN DAN GEOTEXTILE Dandel, Randy; Sumampouw, Joseph E. R.; Sompie, Oktavian B. A.
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan tekanan air pori di dalam tanah sangat berpengaruh pada pembangunan konstruksi dan kestabilan tanah, hal ini disebabkan kekuatan geser sangat tergantung keberadaan air dalam tanah itu sendiri. Kejadian longsoran biasanya pada musim penghujan. Salah satu perkuatan yang digunakan untuk menstabilkannya yaitu dengan menggunakan tembok penahan dan geotextile. Tembok penahan merupakan komponen struktur bangunan penting yang dibangun untuk menahan massa tanah di atas struktur atau bangunan sedangkan geotextil umumnya terdiri dari 2 jenis yaitu geotextil woven dan geotextil non woven. Fungsi dari geotextil yaitu sebagai filtrasi, drainase, proteksi, saparator, dan perkuatan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kenaikan tekanan air pori tanah, perhitungan stabilitas tembok penahan, kekuatan tanah sebelum dan setelah menggunakan perkuatan tembok penahan dan geotextile. Parameter tanah yang diperoleh dari laboratorium dimodelkan kedalam program PLAXIS 2D v.8.2 untuk mendapatkan tekanan air pori, faktor keamanan (Msf), penurunan (Utotal) dan pembebanan. Dari pemodelan pada program PLAXIS 2D v.8.2 diperoleh pengaruh tekanan air pori pada tanah asli dengan perkuatan tembok penahan (gravitasi) dan geotextile “PET WOVEN GEOTEXTIL”, di Kawasan Mission Center Manado, menunjukan di ketinggian MAT 6,0 m adalah tanah mengalami tekanan air pori terbesarnya dan di ketinggian MAT 2,0 m tanah mengalami tekanan air pori terkecilnya. Sedangkan dengan variasi pembebanan dan MAT menunjukan faktor keamanan pada tanah asli dengan perkuatan tembok penahan (gravitasi) diperoleh faktor keamanan Msf (dengan nilai terbesar 3,668 dan terus menurun sampai 2,759). Sedangkan faktor keamanan pada tanah asli dengan geotextile “PET WOVEN GEOTEXTIL”, diperoleh faktor keamanan Msf (dengan nilai terbesar 2,513 dan terus menurun sampai 1,693). Dan penurunan total pada tanah asli dengan perkuatan tembok penahan (gravitasi) diperoleh Utotal (dengan nilai terkecil 0,0349 m dan terus bertambah sampai 0,1720 m). Sedangkan penurunan total pada tanah asli dengan geotextile “PET WOVEN GEOTEXTIL”, diperoleh Utotal (dengan nilai terkecil 0,0152 dan terus bertambah sampai 0,2744). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Kawasan Mission Center Manado, artinya hasil penelitian diharapkan bisa meninimalisir bencana longsor yang terjadi pada daerah tersebut.
Analisis Stabilitas Timbunan Tanah dengan Perkuatan Dinding Penahan dan Geotextile Dandel, Randy; Sendow, Theo K.; Sangkertadi , Sangkertadi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i11.32511

Abstract

Based on finite element analysis using Plaxis 2D version 8.6 for the Retaining Wall Construction Project at PT. Ganda Alam Makmur, this research quantitatively proves that the combination of cantilever retaining walls and woven geotextile significantly increases the safety factor (Msf) of soil embankments from 1.542 (without geotextile, height 7 m) to 4.994 (with 3 layers of geotextile), exceeding the minimum requirements of SNI 8460:2017 (Msf ≥ 1.5). The installation of geotextile also reduces total settlement (U_total) from 0.816 m to 0.347 m at an embankment height of 7 m through the mechanism of uniform load distribution and soil confinement. Under operational loading of double-trailer vehicles, this reinforcement system maintains an Msf of 3.143 with a controlled U_total of 0.306 m, which is classified as acceptable settlement according to geotechnical standards. The analysis results show that the combination of cantilever retaining walls and woven geotextile effectively increases the safety factor, controls structural deformation, and reduces subsoil settlement under the embankment. The stability enhancement mechanism occurs through the role of geotextile in resisting tensile stress, distributing loads evenly, confining soil, and reducing stress concentrations in critical structural zones. This research provides an efficient and economical engineering solution for soil embankment reinforcement.