Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Ibu Tentang Pola Makan dengan Kenaikan Berat Badan pada Trimester III Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Huta Baginda Tapanuli Utara Tahun 2019 Anita, Surya; Parapat, Friska Margareth; Bancin, Dewi Rismauli
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKondisi terpenuhinya kebutuhan zat gizi janin terkait dengan perhatian asupan gizi dari makanan yang adekuat agar tubuh kembang janin berlangsung optimal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang pola makan dengan kenaikan berat badan pada ibu hamil trimester III dengan p-value = 0,020  (p < 0,05). ada hubungan tindakan tentang pola makan dengan kenaikan berat badan pada ibu hamil trimester III dengan p-value = 0,000  (p < 0,05). Bagi ibu yang sedang hamil harus memenuhi nutrisi yang seimbang sehingga janin nya dapat gizi yang seimbang dan tidak menglami kurang gizi.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN KONDOM PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARBARU KECAMATAN SIBOLANGIT TAHUN 2020 Dewi Rismauli Bancin; Surya Anita; Juneris Aritonang
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 13 No. 1 (2020): Vol. 13, No. 1 Edisi Maret 2020
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.646 KB) | DOI: 10.36760/jka.v13i1.67

Abstract

Salah satu diantaranya adalah upaya menurunkan insiden penyebaran IMS, HIV/AIDS dari pelanggan ke WPS dan sebaliknya. Perilaku menggunakan kondom 100% atau konsistensi menggunakan kondom pada setiap hubungan seksual seharusnya dilaksanakan termasuk antara WPS dengan pelanggannya. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisa berbagai faktor yang berhubungan dengan pemakaian kondom dan teridentifikasinya pemakaian kondom pada WPS. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru. Sampel dalam penelitian ini yaitu penghuni WPS yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bandar Baru yaitu 84 orang. Hasil penelitian tentang pemakaian kondom oleh WPS, hasil penelitian variabel yang berhubungan dengan pemakaian kondom adalah variabel cara negosiasi dengan nilai OR = 4,455 artinya WPS yang memiliki cara negoisasai tidak baik mempunyai peluang 4,4 kali lebih berisiko tidak memakaian kondom dibanding WPS yang memiliki cara negoisasai yang baik. Dengan diketahuinya bahwa variabel yang berhubungan terhadap pemakaian kondom oleh WPS di Bandar Baru adalah cara negosiasi maka variabel tersebut penting dirubah ke arah yang positif sehingga menjadikan perilaku yang benar yaitu menggunakan kondom setiap melakukan hubungan seks untuk pencegahan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.
POLA MAKAN IBU HAMIL DAN KETERKAITANNYA DENGAN KEJADIAN BBLR DI KLINIK NIAR KECAMATAN PATUMBAK DELI SERDANG Anita, Surya; Bancin, Dewi R; Sitorus, Friska; Juniarsih, Juniarsih
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v6i1.2127

Abstract

BBLR adalah bayi dengan berat lahir rendah atau kurang dari 2500 gram, berat badan lahir merupakan predictor yang baik untuk pertumbuhan bayi dan kelangsungan hidupnya. Seorang bayi yang cukup bulan pada umumnyalahir dengan berat badan 2500 gran atau lebih. BBLR merupakan salah satu factorresiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal, Angka kejadian dan kematian BBLR akibat komplikasi seperti asfiksia, infeksi, hipotermia, hiperbilirubinemia masih tinggi (Indrayani, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungannya antara pola makan ibu selama hamil dengan kejadian BBLR dengan jenis penelitian observasional analitik dan deaign penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 62 orang yang terdiri dari ibu nifas yang melahirkan BBLR maupun tidak, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antar pola makan ibu selama hamil dengan kejadian BBLR dimana nilai PValue (0,04), penelitian ini merekomendasikan agar setiap ibu hamil selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi baik dari jumlah, jenis dan frekuensinya dan kepada petugas kesehatan untuk selalu memberikan promosi kesehatan tentang gizi untuk ibu selama kehamilan
PERAN BIDAN TERHADAP PEMAHAMAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF DI DESA TANJUNG MORAWA B DELI SERDANG Sitorus, Friska; Bancin, Dewi R; Anita, Surya
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v6i2.2611

Abstract

The understanding of pregnant women about exclusive breastfeeding as evidenced by Exclusive breastfeeding is breastfeeding from birth until the child is 6 months old. During this period children are not expected to get additional fluids, such as formula milk, lemon juice, tea water, honey, and plain water. In exclusive breastfeeding, children are also not given additional food such as bananas, biscuits, rice porridge, teams, and so on. Exclusive breastfeeding for up to 6 months can meet the needs of children, and requires additional food at the age of over 6 months (Maryunani, 2012). The role of midwives in promoting exclusive breastfeeding can be started from the time the mother is pregnant. When pregnant women check their pregnancies, pregnant women will get information about the benefits of breastfeeding and how to successfully breastfeed when their babies are born (Atik, 2016). The role of a good midwife will increase a good understanding for pregnant women about exclusive breastfeeding 37.9%, and there is an influence between the role of midwives and the value of PV value 0.003. Pregnant women make antenatal care visits at least 4 times during pregnancy to the midwife or to the nearest health facility so that they get clear information about exclusive breastfeeding. For health workers to be more intensive in conducting home visits to check on mothers' pregnancies as well as providing counseling on exclusive breastfeeding.
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN SURVEI PADA PASIEN RAWAT INAP DI KLINIK PT. BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE, TAHUN 2022 Nisa El Nisa El; Masdalina Masdalina; Johansen Hutajulu; Otniel Ketaren; Dewi Risma Uli Br. Bancin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16068

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang. Kualitas pelayanan kesehatan digunakan untuk meninjau tingkat kepuasan pasien rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan terhadap pelayanan kesehatan pasien rawat inap di Klinik PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini berlokasi di klinik PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate dengan jumlah sample 89 responden. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan bukti fisik (tanglible) (p=0.000), perhatian (p=0.044), keandalan (reliability) (p=0.021), jaminan (assurance) (p=0.000) terhadap kepuasan pasien. Dan tidak ada hubungan ketanggapan (responsiveness) (p=0.172) terhadap kepuasan pasien rawat inap di Klinik PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate. Dalam hal ini pihak kl.inik dapat lebih meningkatkan kepuasan pasien terutama dalam ketersediaan fasilitas fisik, keandalan serta ketanggapan dokter dan perawat untuk meningkatkan tingkat kepuasan pasien atas pelayanan kesehatan yang diperoleh di klinik.
EFEKTIFITAS YOGA DENGAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK PRATAMA MITRA MEDIKA SERDANG BEDAGAI Anita, Surya; Sitorus, Frika; Bancin, Dewi R
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i2.4613

Abstract

Kecemasan berlebih pada kehamilan dapat memicu kejadian aborsi, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, cacat janin, retardasi pertumbuhan janin, serta depresi  postpartum . Tiga dari lima ibu hamil trimester III yang ditemui mengalami kecemasan mendekati persalinan yaitu dengan adanya gangguan tidur. Pada ibu hamil Trimester III kecemasan semakin serius dan intensif seiring dengan mendekatnya proses kelahiran. Perasaan cemas dapat mengakibatkan ketegangan pada pikiran, fisik, otot panggul dan otot segmen bawah Rahim, ketegangan ini nantinya akan dapat menganggu pada saat proses persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas yoga dengan kecemasan ibu  hamil trimester III mengahadapi persalinan. Metode Penelitian ini mengunakan desain Cross Sectional. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dengan sebanyak 40 Orang.Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian ini adalah sebelum mengikuti yoga ditemukan sekitar 68.8 % tidak mengalami kecemasan, 25.0% mengalami kecemasan ringan,sedangkan kecemasan sedang 7.0%dan  kecemasan berat 0 % . Setelah dilakukannya yoga pada ibu hamil menunjukkan pada responden setelah dilakukannya yoga ditemukan sekitar 88% tidak mengalami kecemasan, 12% mengalami kecemasan ringan, sedangkan kecemasan sedang dan  kecemasan berat 0 %. Kesimpulan Terdapat perbedaan kecemasan antara sesudah mengikuti yoga dengan sebelum mengikuti yoga dan Ada Efektifitas Yoga terhadap menurunnya kecemasan ibu hamil trimester III di di Klinik Mitra Keluarga.
Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Anak 6-12 Bulan di Kelurahan Gedung Johor Medan : The Relationship Between the of MP-ASI and the Nutritional Status of Children 6-12 Months in Kelurahan Gedung Johor Medan Sitorus, Friska; Anita, Surya; Bancin, Dewi R
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v14i1.149

Abstract

Asupan MP-ASI yang baik secara langsung akan mempengaruhi status gizi anak. Gizi sangat berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan berkaitan dengan kesehatan maupun kecerdasan anak. Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan, pemberian MP-ASI sangat penting untuk meningkatkan energi maupun zat gizi bagi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6-24 bulan di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 42 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan dari 26 orang (61,9 persen) responden yang sesuai dalam pemberian MP-ASI, terdapat 3 orang (7,1 persen) yang mengalami gizi kurang dan 23 orang (54,8 persen) status gizinya baik. Sedangkan dari 16 orang (38,1 persen) yang tidak sesuai dalam pemberian MP-ASI, terdapat 1 orang (2,4 persen) mengalami gizi buruk, 10 orang (23,9 persen) mengalami gizi kurang dan 5 orang (11,8 persen) status gizinya baik hasil uji statistiknya p-value 0,001. Kesimpulannya adalah ada hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6-24 bulan di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan tahun 2022. Untuk itu diharapkan kepada ibu, hendaknya memberikan MP-ASI yang tepat dan benar serta sesuai dengan usianya agar terpenuhinya asupan nutrisi yang seimbang. Karena pemberian MP-ASI yang sesuai sangat berhubungan dengan status gizi anak.  Good MP-ASI intake will directly affect the nutritional status of children. Nutrition plays an important role for the growth and development of children and is related to the health and intelligence of children. After the baby is more than 6 months old, giving MP-ASI is very important to increase energy and nutrition for the baby. This study aims to determine the relationship between giving MP-ASI and the nutritional status of infants aged 6-24 months in Gedung Johor Village, Medan Johor District, Medan City in 2022. This type of research is a descriptive study with a cross-sectional design. The research sample used a total sampling technique of 42 people. Data collection used a questionnaire sheet which was analyzed using the chi-square test. The results showed that of the 26 people (61.9 percent) who were suitable for giving MP-ASI, there were 3 people (7.1 percent) who were malnourished and 23 people (54.8 percent) whose nutritional status was good. Meanwhile, out of 16 people (38.1 percent) who were not suitable for complementary feeding, 1 person (2.4 percent) experienced malnutrition, 10 people (23.9 percent) experienced malnutrition and 5 people (11.8 percent) had good nutritional status with a p-value of 0.001. The conclusion is that there is a relationship between giving MP-ASI and the nutritional status of infants aged 6-24 months in Gedung Johor Village, Medan Johor District, Medan City in 2022. For this reason, it is hoped that mothers should provide MP-ASI that is correct and correct and according to their age so that it is fulfilled. balanced nutritional intake. Because the provision of appropriate MP-ASI is closely related to the nutritional status of children
PENGARUH PEMERIKSAAN KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KOTA MEDAN Bancin, Dewi R; Sitorus, Friska; Anita, Surya
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i1.2981

Abstract

LBW is a baby with a low birth weight or less than 2500 grams, birth weight is a good predictor for the baby's growth and survival. A term baby is generally born weighing 2500 grams or more. LBW is one of the risk factors that contributes to infant mortality, especially in the perinatal period. The incidence and mortality of LBW due to complications such as asphyxia, infection, hypothermia, hyperbilirubinemia is still high (Indrayani, 2015). This study aims to see whether there is an effect of maternal examination visits during pregnancy with the incidence of LBW with analytic observational research and cross sectional research design. The number of samples in this study was 48 people consisting of postpartum mothers who gave birth to LBW or not, the results showed that there was a relationship between maternal eating patterns during pregnancy and the incidence of LBW where the PV value (0.03), this study recommends that every pregnant woman routinely to check her pregnancy and to health workers to always provide health promotion about the importance of check-up visits
Metode konseling deep talk oleh kelompok peer group pencegahan seks bebas pada remaja Bancin, Dewi Risma; Barus, Ernawati; Sitorus, Friska; Nanulaitta, Olivia Fransina; Anita, Surya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1474

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable group at risk of engaging in risky sexual behaviors such as premarital sex, which can negatively affect their reproductive health and future. Effective preventive measures are needed, one of which is counseling through a peer group approach. Purpose: To determine the effect of the deep talk counseling method through peer groups on the prevention of premarital sex among adolescents. Method: Quasi-experimental research using a one-group pre-posttest method, conducted from July to August 2025 in Bangun Sari Village, Medan. The sampling technique used total sampling with a sample size of 20 participants based on inclusion and exclusion criteria. The independent variable in this study was deep talk counseling, while the dependent variable was the prevention of premature sexual activity. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Paired Sample T-Test. Results: The paired t-test showed an increase in the score for preventing premature sexual activity from 55.3 ± 6.2 in the pre-test to 78.6 ± 5.8 in the post-test. P-value=0.000 (p<0.05) indicates a significant difference, thus confirming the effectiveness of the Deep Talk counseling intervention by the Peer Group. Conclusion: The success of this method can be attributed to the role of peer discussion in creating a comfortable atmosphere, mutual trust, and facilitating the internalization of positive values. The peer group-based Deep Talk method is recommended as an effective educational strategy in efforts to prevent promiscuity among adolescents.   Keywords: Deep Talk; Peer Group; Sex; Teenagers.   Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentan yang berisiko terlibat dalam perilaku seksual berisiko seperti hubungan seksual pranikah yang dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan masa depan mereka. Diperlukan langkah-langkah pencegahan yang efektif, salah satunya adalah konseling melalui pendekatan kelompok sebaya. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode konseling deep talk oleh kelompok peer group pencegahan seks bebas pada remaja. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan metode one group pre-posttest, dilaksanakan pada bulan Juli -Agustus 2025 di Desa Bangun Sari, Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 partisipan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah konseling deep talk, sedangkan variabel dependen adalah pencegahan seks bebas. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan paired sample t-test. Hasil: Uji paired t-test menunjukkan peningkatan skor pencegahan seks bebas dari 55.3 ± 6.2 pada pre-test menjadi 78.6 ± 5.8 pada post-test. P-value=0.000 (p<0.05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, sehingga intervensi konseling Deep Talk oleh Peer Group dinyatakan efektif. Simpulan: Peran diskusi sebaya yang menciptakan suasana nyaman, saling percaya, dan mempermudah internalisasi nilai-nilai positif. Metode deep talk berbasis peer group direkomendasikan sebagai strategi edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan seks bebas pada remaja.   Kata Kunci: Deep Talk; Peer Group; Remaja; Seks.