Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI LANJUTAN PENTABIO PADA BALITA USIA 17-18 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH KOTA BANDA ACEH TAHUN 2017 Dhirah, Ulfa Husna; Utama, Indra; Aritonang, Juneris
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.896 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.82

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Kasus difteri di Aceh tahun 2012 sebanyak 16 kasus dan 4 orang di antaranya meninggal, yang berasal dari Kota Banda Aceh. Pada awal tahun 2017 ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh kembali ditemukan sebanyak 67 kasus suspect difteri dimana di antaranya 11 kasus berasal dari Kota Banda Aceh. Untuk mencegah angka kejadian difteri, pemerintah menargetkan pencapaian cakupan imunisasi dasar (DPT) dan lanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh Tahun 2017.Metodologi : Desain penelitian bersifat kuasi eksperimen dengan pendekatan case control, penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juni s/d 13 Juli 2017. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 17-18 bulan, dengan teknik pengambilan sampel teknik accidental sampling, berjumlah sebanyak 40 orang.Hasil : Hasil penelitian diperoleh hasil uji statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengetahuan (p=0,032), dan sikap (p=0,000).Diskusi : Dengan adanya pendidikan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, dan sikap ibu tentang pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan, sehingga dapat membawa anaknya kembali untuk diberikan imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Lanjutan 17-18 bulan
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTABIO LANJUTAN SETELAH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LAMPASEH ACEH Aritonang, Juneris
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.418 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.125

Abstract

Pendahuluan : Beberapa daerah di Indonesia pada tahun 2017 dilanda Kejadian Luar Biasa. Penyakit difteri masih menjadi masalah di dunia, South-East Asia Region (SEARO) merupakan wilayah pembagian WHO dengan insiden difteri terbanyak di dunia setiap tahunnya. WHO menyatakan pada tahun 2011, Indonesia merupakan Negara tertinggi kedua setelah India yaitu 806 kasus sedangkan India mencapai 3485 kasus. Kasus tersebut terjadi karena adanya immunity gap di kalangan penduduk suatu daerah. Di Aceh, kasus difteri ditemukan pada tahun 2012 sebanyak 16 kasus dan 4 orang di antaranya meninggal. Pada tahun 2016 terdapat sebanyak 11 kasus, dimana 4 orang di antaranya , tahun 2017 berjumlah 112 kasus. Pemerintah melalui program nasional menargetkan pencapaian cakupan imunisasi dasar (DPT) dan lanjutan untuk mencegah kejadian Difteri. Tingginya kasus tersebut terjadi karena adanya immunity gap di kalangan penduduk suatu daerah, dan  Aceh merupakan provinsi dengan tingkat cakupan imunisasi rendah.Metodologi : Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kefektifitasan pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalm pemberian imunisasi lanjutan pada anaknya. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperiman dengan pendekatan case control.  Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 17-18 bulan, dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, berjumlah sebanyak 37 orang.Hasil : Hasil penelitian diperoleh hasil uji statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengetahuan (p=0,000) setelah dilakukan pendidikan kesehatanDiskusi : Pendidikan kesehatan tentang imnunisasi pentabio lanjutan dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan, sehingga akan dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan mengurangi faktor resiko klb difteri di Provinsi Aceh pada umumnya dan khususnya wilayah kerja Lampaseh. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Perilaku,  Imunisasi Pentabio Lanjutan     ABSTRACT Indonesia in 2017 was hit by an Extraordinary Event. Diphtheria is still a problem in the world, the South-East Asia Region (SEARO) is the WHO division area with the highest incidence of diphtheria in the world each year. WHO stated in 2011, Indonesia was the second highest country after India with 806 cases while India with 3485 cases. The case occurred because of the existence of an immunity gap among residents of a region. In Aceh, the case of diphtheria was discovered in 2012 as many as 16 cases and 4 of them died. In 2016 there were 11 cases, of which 4 of them, in 2017 totaled 112 cases. The government through the national program targets the achievement of basic and advanced Pentabio immunization (DPT-Hb-Hib) to prevent the occurrence of Diphtheria. The high cases occur because of the immunity gap among the population of a region, and Aceh is a province with a low level of immunization coverage. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education on maternal behavior in providing advanced immunization to their children. This study uses a quasi experimental design with a case control approach. The population in the study were all mothers who had toddlers aged 17-18 months, with sampling methods using accidental sampling techniques, totaling 37 mother. The results of the study obtained the results of statistical tests using chi-square test obtained results that there are differences in knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.003), and action (p = 0.023). Health education on advanced pentabio immunization can improve maternal behavior in the provision of advanced pentabio immunization in infants aged 17-18 months, so that it can increase immunization coverage and reduce risk factors for diphtheria clamps in Aceh Province in general and especially Lampaseh working areas. Keywords: Health Education, Behavior, Advanced Pentabio Immunization
GASTRITIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH (STUDI KASUS KONTROL) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2017 Imayani, Silvi; CH, Myrnawati; Aritonang, Juneris
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.899 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.81

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Gastritis merupakan gangguan sistem pencernaan berupa peradangan mukosa lambung yang paling sering disebabkan oleh ketidakteraturan diet, rokok dan konsumsi kopi dengan keluhan nyeri pada lambung, mual, muntah, lemas, kembung, dan terasa sesak, nyeri pada ulu hati, tidak ada nafsu makan, wajah pucat, suhu badan naik, keringat dingin, pusing atau bersendawa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017.Metodologi : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei bersifat analitik dengan menggunakan desain kasus kontrol, jumlah sampel kasus pada penelitian ini yaitu sebanyak 23 orang dan kontrol sebanyak 46 orang dengan analisa data yang diuji menggunakan uji regresi logistic. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil ada pengaruh yang signifikan pola makan, stres dan rokok dengan kejadian gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kejadian gastritis dengan nilai (OR = 10.150), stress dengan nilai (OR = 9,109)dan merokok dengannilai (OR = 0.209).Diskusi : Kepada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dihimbau supaya lebih memperhatikan serta menghindari faktor penyebab gastritis seperti memperbaiki pola makan makan yang benar, lebih meminati pekerjaan serta mengurangi mengkonsumsi rokok. Kata Kunci : Pola Makan, Stres, Rokok dan Kejadian Gastritis
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN KONDOM PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARBARU KECAMATAN SIBOLANGIT TAHUN 2020 Dewi Rismauli Bancin; Surya Anita; Juneris Aritonang
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 13 No. 1 (2020): Vol. 13, No. 1 Edisi Maret 2020
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.646 KB) | DOI: 10.36760/jka.v13i1.67

Abstract

Salah satu diantaranya adalah upaya menurunkan insiden penyebaran IMS, HIV/AIDS dari pelanggan ke WPS dan sebaliknya. Perilaku menggunakan kondom 100% atau konsistensi menggunakan kondom pada setiap hubungan seksual seharusnya dilaksanakan termasuk antara WPS dengan pelanggannya. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisa berbagai faktor yang berhubungan dengan pemakaian kondom dan teridentifikasinya pemakaian kondom pada WPS. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru. Sampel dalam penelitian ini yaitu penghuni WPS yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bandar Baru yaitu 84 orang. Hasil penelitian tentang pemakaian kondom oleh WPS, hasil penelitian variabel yang berhubungan dengan pemakaian kondom adalah variabel cara negosiasi dengan nilai OR = 4,455 artinya WPS yang memiliki cara negoisasai tidak baik mempunyai peluang 4,4 kali lebih berisiko tidak memakaian kondom dibanding WPS yang memiliki cara negoisasai yang baik. Dengan diketahuinya bahwa variabel yang berhubungan terhadap pemakaian kondom oleh WPS di Bandar Baru adalah cara negosiasi maka variabel tersebut penting dirubah ke arah yang positif sehingga menjadikan perilaku yang benar yaitu menggunakan kondom setiap melakukan hubungan seks untuk pencegahan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.
KECEMASAN PANDEMI COVID-19 DALAM KEIKUTSERTAAN POSYANDU DI KELURAHAN PEKAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2020 Aritonang, Juneris; Anita, Surya; Sinarsi, Sinarsi; Siregar, Wilda Wahyuni
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pandemi, dan telah diberlakukannya upaya-upaya dalam pencegahan penyebaran. Dilaporkan kondisi tersebut dapat juga berpengaruh terhadap pelayanan posyandu diantaranya pengukuran tumbuh kembang dan imunisasi. Pelayanan posyandu khususnya pemberian imunisasi tidak berjalan dengan lancar pada masa pandemi ini, hal ini disebabkan adanya rasa kecemasan, ketakutan membawa bayi atau balitanya membawa ke kegiatan posyandu. Begitu juga dengan petugas kesehatan tidak sedikit merasa ragu-ragu dalam melaksanakan pelayanan posyandu di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripstif untuk melihat kecemasan ibu dalam membawa bayi-balitanya ke posyandu di Kelurahan Pekan Tanjung Morawa di pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi-balita di Lingkungan V sebesar 63 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data yang diperoleh dianalisa dengan secara univariat.. Hasil penelitian didapati Tingginya kecemasan pandemi covid-19 dalam keikutsertaan posyandu di Kelurahan Pekan Tanjung Morawa Tahun 2020. Perlu dilakukan inovasi terkait terciptanya posyandu yang aman di tengah pandemic sesuai dengan petunjuk teknis, selain itu butuh dilakukan promosi kesehatan menggunakan pendekatan interpersonal
Tingkat Kecemasan Kelompok Lanjut Usia Di Situasi Pandemi Covid-19 Aritonang, Juneris juneris; Sirait, Asima; Lumbantoruan, Mestika
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT AKBID PELAMONIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37337/jkdp.v5i1.200

Abstract

Pandemi Covid-19 ini menimbulkan dampak buruk lainnya termasuk diantaranya adalah terganggunya kesehatan psikososial, dan danpak ini akan lebih lama pemulihannya pandemi itu sendiri. Beberapa alasan penyebab hal tersebut adalah isolasi selama beberapa bulan (lock down) yang menimbulkan kejenuhan, kecemasan, bahkan insomnia. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 membawa dampak buruk bagi mental semua orang, terlebih pada kelompok lanjut usia. Situasi pandemi Covid-19 ini meningkatkan stres dan kecemasan. Kelompok lansia adalah kelompok yang paling rentan terkena dampak penyebaran virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan kelompok lanjut usia di situasi pandemi covid-19. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Sari Batang Kecamatan Kuis Kabupaten Deli Serdang. Besaran sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yang berarti seluruh kelompok lansia yang berada dan bersedia dijadikan sample pada saat penelitian berlangsung sejumlah 41 orang. Penelitian ini dilakukan masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga alat tulis diberikan 1 per responden penelitian dalam mengisi kuesioner tersebut untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dan nyata. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan menggunakan angket/lembar kusioner yang diberikan langsung kepada responden saat penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat.. Mayoritas responden berada di tingkat kecemasan ringan (56.1%) dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Desa Tanjung Sari tahun 2021. Disarangkan agar lansia dapat meningkatkan pemahaman terkait Covid-19 dengan informasi dapat diperoleh dari media cetak maupun elektronik maupun dari petugas kesehatan yang ada di Desa Tanjung Sari.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI COVID-19 PADA SAAT POSYANDU DI DESA KWALA BINGEI Juneris Aritonang; Laura M Siregar; Frida Liharris Saragih; Niken Bayu Argaheni
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4 No 1 (2021): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu services were stopped during the Covid-19 pandemic, posyandu services were carried out independently with the implementation model being handed over to each region according to the conditions or covid zone of each region. The implementation of the posyandu must strictly comply with established health protocols to minimize the risk of Covid-19 transmission. The initial survey conducted found that mothers were still worried about bringing their children to the posyandu. In addition, it was also found that at the time of implementing the posyandu there were still mothers who had not complied with the health protocols. This research is a descriptive study which aims to see the knowledge of mothers about the prevention of Covid-19 infection at the posyandu in Desa Kwala Bingei in 2020. The population of this study is all mothers who have toddlers and carry out posyandu with a total sample of 37 people. The results of the study found that the majority of respondents had less knowledge (65%) about the prevention of Covid-19 infection at the time of implementing the posyandu. From the results of this study, an activity in the form of health education to groups of mothers who have toddlers is needed which is related to increasing knowledge in preventing Covid-19 infection during the posyandu period, thereby reducing maternal anxiety of carrying posyandu children and posyandu activities to continue running smoothly according to health protocols.
KECEMASAN IBU HAMIL TENTANG PELAYANAN ANTENATAL CARE DI ERA PANDEMI COVID-19 Kandace Sianipar; Juneris Aritonang; Wilda Wahyuni Siregar
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v6i1.1962

Abstract

The provision of maternal services during the pandemic needs to be a concern to avoid an increase in maternal morbidity and mortality, especially at this time there are restrictions on maternal health services in the form of anxiety during pregnancy during the Covid19 pandemic. The type of research used in this study is descriptive which aims to determine the anxiety of pregnant women about ante natal care services in the era of the Covid-19 pandemic at the Bandar Khalipah Health Center in 2020. The population in this study were all pregnant women who did ANC checks in the Bandar Khalipah Health Center area. The sampling technique used in this study was accidental sampling (sampling when the study was conducted) totaled 34 people. The results of the study found that the majority of respondents had mild anxiety (44%) about Ante Natal Care services in the Covid-19 pandemic era. From the results of this study, pregnant women should seek correct information about safe pregnancy during the Covid-19 pandemic so that they can change the anxiety of pregnant women about Ante Natal Care services in the Covid-19 pandemic era assisted by health workers in health education activities.
PENINGKATAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG MORAWA TAHUN 2021 Wilda Wahyuni Siregar; Nikmah Jalilah Ritonga; Juneris Aritonang; Supran Hidayat Sihotang
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v6i2.2427

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita secara efektif dan menjadi dasar utama pelayanan kesehatan preventif dan mengurangi penyebaran infeksi. Di masa pandemi Covid-19 ini, imunisasi tetap harus diupayakan terlaksana lengkap dan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I. Berbagai wilayah Indonesia cakupan imunisasi rutin seperti campak, rubella, dan difteri semakin menurun sejak Maret 2020. Pada bulan Mei 2020 dilaporkan cakupan imunisasi difteri pertusis, dan tetanus (DPT3) berkurang > 35% dibandingkan di tahun 2019. Hal ini disebabkan tingginya kecemasan ibu takut membawa bayi balitanya ke posyandu, merasa kegiatan posyandu belum aman dilakukan di masa pandemi Covid-19. Survey awal didapati mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dan mayoritas responden berpengetahuan rendah tentang upaya pencegahan penyebaran imunisasi pada saat imunisasi di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifitasan pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dan cakupan imunisasi dalam pemberian imunisasi pada masa pandemi Covid-19 di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Hasil penelitian menunjukkan Ada pengaruh pendidikan kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dalam pandemik COVID-19 Di Wilayah Kerja Wilayah Puskesmas Tanjung Morawa (p-value < 0.05).
Penurunan Rasa Nyeri Pada Persalinan Kala I Fase Aktif Melalui Masase Punggung Pada Ibu Inpartu Di Klinik Hj. Hamidah Kota Medan Juneris Aritonang; Laura M Siregar; Frida Liharris Saragih
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masase dilakukan pada ibu inpartu bertujuan melepaskan senyawa endorphin sehingga mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh metode masase terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Desain penelitian ini adalah quasy-eksperimen yang bersifat two group pretest-postest menggunakan uji uji t-dependen dan t-independen. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38 orang. Hasil penelitian didapati ada perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0.000) dan pada kelompok kontrol (p=0,007). Dari hasi penelitian ini diketahui bahwa adanya pengaruh metode masase terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Sehingga disarankan supaya bidan menerapkan metode masase dalam mengurangi nyeri persalinan.