Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang yang Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau dari Desain Masa Jabatan Lembaga Pembentuknya Pratama, Muldan Halim; Abdurahman, Ali; Susanto, Mei
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 54 No 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v54i2.927

Abstract

Abstract: Law No. 15 of 2019 provides an opportunity for a continuous process -which means an inter-period- in legislation making. Even though on the one hand it seems to solve the problem, but on the other hand, the conception of inter-period is still problematic in this concern. One of the occurring problems is the inappropriateness of the concept with the design of period of the legislation bodies as outlined by the constitution. This paper seeks to analyze how the design of the period of the legislation bodies in Indonesia is actually related to the concept of inter-period in legislation making. The study used juridical-normative method with descriptive-analytic techniques. This study revealed the three characteristics of the design of the period of the legislation bodies: fixed term, same period, and terminated-returned together. The analysis also disclosed that the legal political aspect in legislation making is periodic in nature, which does not match with the concept of inter-period legislation making.Abstrak: Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2019 memberikan peluang terjadinya proses pembentukan UU yang berkelanjutan dalam arti berlangsung antarperiode atau lintas periode masa jabatan. Kendati pada satu sisi tampak solutif, pada sisi yang lain konsepsi pembentukan UU lintas periode tersebut masih problematis. Salah satu di antara permasalahannya ialah konsep pembentukan UU lintas periode tersebut mungkin tidak cocok dengan desain masa jabatan lembaga pembentuk UU yang digariskan oleh konstitusi. Tulisan ini berusaha menganalisis bagaimanakah desain masa jabatan lembaga pembentuk UU di Indonesia berkaitan dengan ide pembentukan UU yang berkelanjutan dalam arti lintas periode. Metode penelitian yang digunakan ialah yuridis-normatif dengan teknik deskriptif-analitis. Studi ini menunjukkan bahwa desain masa jabatan pembentuk UU memiliki tiga karakter yakni fixed term, sama lamanya, serta diakhiri dan diawali kembali secara bersama-sama. Dengan desain tersebut politik legislasi bersifat periodik sehingga pada dasarnya tidak cocok dengan konsepsi pembentukan UU lintas periode.
Penelitian Pendahuluan Realisasi Program Perpustakaan Digital Terintegrasi Dalam Upaya Mendongkrak Prestasi Akademik Siswa (Studi Kasus: SMK Negeri 13 Bandung) Pratama, Muldan Halim
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 7 No. 1 2016
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.vol7.iss1.art2

Abstract

Memasuki zaman digital yang segala sesuatunya beljalan secara cepat, siswa kemudian berpikir bahwa pergi ke perpustakaan atau mencari-cari informasi ke internet. Apalagi mayoritas siswa saat ini memilikigadgetyang terkoneksi internet, mereka berpikir sederhana bahwa dengan internet maka dalam hitungan detik, apapun informasi yang diinginkan dapat diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keberadaan pepustakaan dapat membantu siswa SMKN 13 Bandung dalam meraih prestasi akademik, mengetahui tingkat kunjungan, tujuan kedatangan dan persepsi siswa terhadap perpustakaan, mengetahui persepsi dan kesetujuan siswa tentang sistem serta program perpustakaan digital terintegrasi perpustakaan daerah jika diterapkan di SMKN 13 Bandung. Penelitian ini disusun melalui dua tahapan, studi literatur dan studi lapangan. Pada tahap studi literatur dikumpulkan berbagai informasi dan data mengenai prestasi akademik, perpustakaan, dan perpustakaan digital. Tahap studi lapangan dilakukan dengan teknik pengumpulan data survei (penyebaran angket). Berdasarkan hasil studi literatur dan survei, dapat disimpulkan bahwa: Keberadaan perpustakaan sangat membantu siswa SMKN 13 Bandung dalam meraih prestasi akademik. Tingkat kunjungan siswa SMKN 13 Bandung ke perpustakaan masih minim. Tujuan utama datang ke perpustakaan adalah untuk meminjam buku. Jenis buku yang sering dipinjam adalah buku penunjang sekolah. Mayoritas responden merasa kenyamanan perpustakaan masih pada taraf biasa saja. Beberapa hal yang perlu dibenahi agar perpustakaan dirasa lebih nyaman adalah kerapihan dan estetika ruangan, koleksi buku serta sikap pegawai perpustakaan. Mayoritas siswa SMKN 13 Bandung telah mengetahui sistem perpustakaan digital adalah sistem perpustakaan IT yang terintegrasi serta terkoneksi Internet dan setuju jika sekolah mengadakan program perpustakaan digital yang terintegrasi perpustakaan daerah