Nawawi, Rahmat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of the Implementation of BOS Funds in Improving the Quality of Learning Facilities at Al-Quran Middle School H. Soro , Suharyanto; Nawawi, Rahmat; Sumarni, Sri
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i2.725

Abstract

This study examines the effectiveness of the implementation of School Operational Assistance (BOS) funds in improving the quality of learning facilities at SMP Al-Quran Cilengkrang, a religious-based school. This study aims to find the planning, implementation, and supervision processes of BOS fund use and identify supporting and inhibiting factors. The researcher used a case study approach. Data collection through observation methods, in-depth interviews, and document analysis. The results of the study indicate that BOS funds have made a positive contribution to the procurement and improvement of learning facilities such as classrooms, libraries, and technological devices. However , effectiveness is still limited due to the mismatch between fund allocation and actual school needs, especially due to the use of old student data and increases in the price of goods. Although the involvement of implementing actors such as principals, BOS treasurers, teachers, and school committees has been carried out in a participatory and transparent manner, budget flexibility is still an obstacle due to rigid regulations. Internal and external supervision has been running well, but several aspects of implementation still need improvement. The conclusion of this study is the importance of contextualizing BOS policies to be more responsive to the needs of Islamic-based schools.
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Di Ma Pondok Qur’an Cilengkrang Nawawi, Rahmat; Sirotjuddin, M.; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan instrumen utama dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berkarakter. Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun yang dicanangkan pemerintah Indonesia bertujuan untuk menciptakan masyarakat terdidik sekaligus membentuk karakter, salah satunya adalah kedisiplinan. Namun, implementasi kebijakan ini sering kali dihadapkan pada tantangan sosial-ekonomi dan kultural yang menghambat pencapaian tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun dalam pembentukan karakter disiplin siswa di MA Pondok Quran Cilengkrang. Tujuan khususnya mencakup eksplorasi terhadap aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan tersebut di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa MA Pondok Quran Cilengkrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Pondok Quran mengintegrasikan kebijakan wajib belajar ke dalam program pendidikan yang berorientasi religius dan karakter, dengan pendekatan manajemen berbasis pesantren. Perencanaan dilakukan secara sistematis melalui analisis SWOT, pelaksanaan dilakukan dengan sinergi antara program akademik dan pembinaan akhlak, sementara evaluasi dilakukan secara berkala melalui indikator kedisiplinan siswa seperti kehadiran dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Tantangan terbesar terletak pada kondisi sosial-ekonomi siswa non-mukim serta peran orang tua yang belum optimal. Kesimpulannya, implementasi kebijakan Wajib Belajar di MA Pondok Quran telah berjalan secara adaptif dan kontekstual. Meskipun terdapat kendala, pendekatan partisipatif serta integrasi antara pendidikan formal dan pengasuhan pesantren memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa.