Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH KOPRA PUTIH DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rocky Nurhadi; Yuslizar; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2540

Abstract

Harga kelapa yang tidak stabil menyebabkan petani melakukan usaha alternatif yaitu mengolah buah kelapa menjadi produk turunan yaitu kopra putih. Usaha ini memberikan nilai tambah bagi petani kelapa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui besar penerimaan dan pendapatan usaha kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir, (2) untuk mengetahui berapa tingkat efisiensi usaha kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir, (3) untuk mengetahui nilai tambah usaha kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir. Metode yang digunakan dalam penelitain ini adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi, dan nilai tambah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) biaya total pada usaha pengolahan kopra putih sebesar Rp.36.458.737,50 per produksi, penerimaan sebesar 160.200.000,00 per produksi, dan keuntungan sebesar Rp.123.741.262,50 per produksi, (2) Nilai RCR sebesar 4,44 yang artinya usaha kopra putih efisien, (3) Nilai tambah pada usaha kopra putih sebesar Rp.10.560,85 per Kg. Unstable coconut price cause farmers to do alternative business, namely processing coconut into derivative products such as white copra. This business to provide added value for farmers in Indragiri Hilir. The aims of this study were: (1) To determine the revenue and income of white copra business in Indragiri Hilir Regency. (2) To find out the level of business efficiency of white copra in Indragiri Hilir District. (3) To find out the added value of white copra business in Indragiri Hilir Regency. The method data analysis were analysis of costs, revenues, profits, efficiency, and added value. The results of this study show that: (1) The total cost in the white copra processing business is Rp.36.458.737,50 per production, the average revenue is Rp.160.200.000,00 per production, and the average profit in the white copra business is Rp.123.741.262,50 per production. (2) The RCR value is 4.44 which means the white copra business is efficient. (3) The added value in the white copra business is Rp.10.560,85 per Kg.
Strategi Pengembangan Ternak Sapi Sistem Integrasi Sapi - Kelapa Sawit (SISKA) di Kecamatan Batang Cenaku Setiyono; Gunawan Syahrantau; Partini
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/knvkt471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi integrasi antara ternak sapi dan kebun kelapa sawit dengan pola pemeliharaan system SISKA di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan integrasi ternak sapi dengan kebun kelapa sawit, serta merumuskan strategi yang tepat untuk pengembangan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuisioner kepada peternak di Kecamatan Batang Cenaku. Hasil analisis matriks IFE dan EFE menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang ada memberikan peluang yang cukup besar untuk pengembangan sistem integrasi tersebut. Berdasarkan analisis SWOT dan matriks IE, strategi yang disarankan adalah strategi intensif yang memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal, seperti pengurangan biaya pemupukan dan peningkatan permintaan daging sapi. Selain itu, kerjasama dengan pihak terkait dan peningkatan keterampilan peternak juga dianggap penting untuk mengatasi ancaman dan kelemahan yang ada. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memanfaatkan limbah kebun kelapa sawit sebagai pakan ternak untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan di daerah tersebut.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN KOPRA PUTIH CV. AMARTA DI KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Sapri, Sapri; Afiza, Yeni; Syahrantau, Gunawan
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i2.2813

Abstract

Tingginya produksi kelapa mendorong masyarakat untuk mengolahnya menjadi berbagai produk turunan yang telah dikembangkan salah satunya yaitu kopra putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besaran keuntungan dan efisiensi usaha pengolahan kopra putih CV.Amarta. Analisis data yang digunakan biaya produksi, penyusutan, penerimaan, keuntungan dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan diperoleh sebesar Rp. 131.168,42 per bulan dan nilai efesiensi atau R/C yang diperoleh pada pengolahan kopra putih adalah sebesar 1,14, sedangkan nilai tambah sebesar Rp. 366,30 per kg. Kata Kunci: Kopra Putih, Keuntungan, Efesiensi, Nilai Tambah.
Analisis Usahatani Semangka (Citrullus Vulgaris L) di Desa Pandan Wangi Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Lindawati; Gunawan Syahrantau; Yeni Afiza
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i1.4150

Abstract

Semangka (Citrullus vulgaris L) adalah tanaman buah-buahan dari suku Cucurbitaceae (Labu-labuan) yang memiliki harga yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan efisiensi usaha dari analisis usaha tani semangka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, analisis penerimaan, analisis keuntungan, analisis efisiensi usaha dan analisis risiko Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya sebesar Rp.22.748.035/MT, total penerimaan sebesar Rp.83.885.000/MT, keuntungan yang diterima oleh petani sebesar Rp.61.136.965/MT, RCR sebesar 3,83. dan CV sebesar 0,10 artinya bahwa usahatani semangka masih menguntungkan karena nilai keofisien variasi tergolong rendah. Watermelon (Citrullus vulgaris L) is a fruit plant from the Cucurbitaceae (Pumpkin) family that has a fairly high price. The purpose of this study was to determine the amount of costs, revenues, profits and business efficiency from the analysis of watermelon farming businesses. The data analysis methods used were cost analysis, revenue analysis, profit analysis, business efficiency analysis and risk analysis. The results of the study showed that the total cost was Rp. 22,748,035/MT, the total revenue was Rp. 83,885,000/MT, the profit received by farmers was Rp. 61,136,965/MT, RCR of 3.83. and the coefficient of variace of 0.10, it means that watermelon farming is still profitable because the value of the coefficient of variation is relatively low.
Analisis Usahatani Nanas Madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Ekosudarmaji, Kristian; Yeni Afiza; Syahrantau, Gunawan
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4501

Abstract

Produksi nanas di Kecamatan Kuala Cenaku mencapai 361.421.000 Kwintal pada Tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. Metode analisis yang digunakan adalah analisi biaya produksi, penerimaan, penyusutan alat, pendapatan, pendapatan kerja keluarga, dan analisis kelayakan usahatani. Hasil penelitian ini adalah Pendapatan per hektar per satu kali panen dalam melakukan usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar Rp47.582.948. Hasil analisis kelayakan usahatani pada usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar 3,10 yang artinya setiap biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp1 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp3,10. Dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa biaya lebih kecil dari rata-rata penerimaan sehingga usahatani layak untuk dilanjutkan. The pineapple production in Kuala Cenaku Sub-district reached 361.421.000 quintals in 2022. This study aims to assess the income and efficiency level of honey pineapple farming in Suka Jadi Village, Kuala Cenaku Sub-district, Indragiri Hulu Regency. The analytical methods employed include production cost analysis, revenue calculation, equipment depreciation, net income, family labor income, and farm feasibility analysis. The results indicate that the income per hectare per harvest cycle for honey pineapple farming in Suka Jadi Village amounts to IDR 47,582,948. The farm feasibility analysis yields a value of 3.10, meaning that for every IDR 1 of cost incurred, the farmer receives IDR 3.10 in return. This finding demonstrates that the production costs are lower than the average revenue, thereby confirming that honey pineapple farming is economically viable and feasible to continue.
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Pelatihan Dasar Penggunaan ArcGIS untuk Pemetaan Geospasial Arief Rachman B; Syaiful Ramadhan Harahap; Yusapri Andi; Nurhasan Nurhasan; Mohd Riza Fahlifi SF; Gunawan Syahrantau; Selvia Selvia; Ahmad Hafiz; Azmi Azmi; Sugianto Sugianto
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v5i1.57

Abstract

This community service training program aims to enhance students' competencies in using Geographic Information System (GIS) software, specifically ArcGIS, for spatial data mapping and analysis. The significance of GIS in various fields, such as agriculture, environmental management, and urban planning, has grown, making it a valuable skill for students to acquire. The training was conducted in a hands-on format, combining theoretical lectures, practical exercises, and Focus Group Discussions (FGD) to promote active learning and collaboration. The participants, primarily students from the University of Islam Indragiri, were taught to collect geospatial data using Avenza Maps, process the data using ArcGIS, and create basic maps. The results showed a substantial improvement in the participants’ understanding and practical skills, with an average increase in comprehension of 42%. The program was highly appreciated by the participants, who found it beneficial for both their academic studies and future career prospects. In conclusion, the training successfully enhanced students' GIS proficiency, which is crucial for their academic development and employment opportunities, particularly in fields that require geospatial analysis and mapping skills.
Analisis Usahatani Nanas Madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Ekosudarmaji, Kristian; Yeni Afiza; Syahrantau, Gunawan
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4501

Abstract

Produksi nanas di Kecamatan Kuala Cenaku mencapai 361.421.000 Kwintal pada Tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. Metode analisis yang digunakan adalah analisi biaya produksi, penerimaan, penyusutan alat, pendapatan, pendapatan kerja keluarga, dan analisis kelayakan usahatani. Hasil penelitian ini adalah Pendapatan per hektar per satu kali panen dalam melakukan usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar Rp47.582.948. Hasil analisis kelayakan usahatani pada usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar 3,10 yang artinya setiap biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp1 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp3,10. Dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa biaya lebih kecil dari rata-rata penerimaan sehingga usahatani layak untuk dilanjutkan. The pineapple production in Kuala Cenaku Sub-district reached 361.421.000 quintals in 2022. This study aims to assess the income and efficiency level of honey pineapple farming in Suka Jadi Village, Kuala Cenaku Sub-district, Indragiri Hulu Regency. The analytical methods employed include production cost analysis, revenue calculation, equipment depreciation, net income, family labor income, and farm feasibility analysis. The results indicate that the income per hectare per harvest cycle for honey pineapple farming in Suka Jadi Village amounts to IDR 47,582,948. The farm feasibility analysis yields a value of 3.10, meaning that for every IDR 1 of cost incurred, the farmer receives IDR 3.10 in return. This finding demonstrates that the production costs are lower than the average revenue, thereby confirming that honey pineapple farming is economically viable and feasible to continue.
Preferensi Konsumen Terhadap Komoditi Jagung Manis di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu Joko Ruswinto; Sawitri, Nina; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/vbvxah79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui atribut apa saja yang menjadi preferensi konsumen dalam keputusan pembelian jagung manis di Kecamatan Rengat dan untuk mengetahui atribut apakah yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian jagung manis di Kecamatan Rengat. Metode pengambilan sampel pada penilitian ini adalah dengan menggunakan metode insidental sampling. Sementara pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert dan analisis multi atribut Fishbein. Atribut produk yang menjadi preferensi konsumen dalam keputusan pembelian jagung manis dipasar tradisional Kecamatan Rengat adalah rasa, tekstur daging, tampilan buah dan ukuran. Atribut jagung manis yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian jagung manis di pasar tradisional Kecamatan Rengat adalah atribut rasa. Urutan atribut dari yang paling dipertimbangkan sampai dengan yang kurang dipertimbangkan adalah rasa, tekstur daging, tampilan buah dan ukuran. This study aims to  identify the attributes that influence consumer preferences in purchasing sweet corn in Rengat District and  determine which attribute is most considered by consumers in purchasing sweet corn in Rengat District. The sampling method used in this study is insidental sampling. Meanwhile, data processing in this study employs quantitative descriptive analysis using a Likert scale and Fishbein's multi-attribute analysis. The product attributes that influence consumer preferences in purchasing sweet corn at traditional markets in Rengat District are taste, kernel texture, fruit appearance, and size. The most considered attribute in purchasing sweet corn at traditional markets in Rengat District is taste. The ranking of attributes from the most considered to the least considered is taste, kernel texture, fruit appearance, and size.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Usahatani Cabai Merah Pada Kelompok Tani Perjuangan Sejati di Desa Rumbai Jaya Muryono; Partini; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/hyxyeb33

Abstract

Penyuluh memiliki peran penting untuk mendampingi kelompok tani dalam melakukan usahatani. Penyuluh berperan memberikan motivasi, memfasilitasi dan melakukan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian pada Kelompok Tani Perjuangan Sejati Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2024, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 petani cabai merah yang aktif melakukan usahatani cabai merah. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam usahatani cabai merah baik sebagai fasilitator, motivator, dan inovator tergolong tinggi, namun untuk perannya dalam pengadaan sarana prasarana dan kreativitas peran penyuluh perlu ditingkatkan. Agricultural extension workers play a crucial role in supporting farmer groups and enhancing their farming activities. Their contributions include serving as facilitators, motivators, and innovators in agricultural development. This study aims to analyze the role of agricultural extension workers in the Perjuangan Sejati Farmer Group located in Rumbai Jaya Village, Kempas District, Indragiri Hilir Regency. The research was conducted in September 2024 using a descriptive quantitative approach. A total of 22 red chili farmers who were actively engaged in red chili cultivation were selected as respondents. Primary data were collected through structured interviews using questionnaires. The findings reveal that the role of agricultural extension workers in red chili farming is generally high, particularly in their functions as facilitators, motivators, and innovators. Nevertheless, their contributions to the provision of agricultural infrastructure and the promotion of farmers' creativity still require further improvement.
Peran Kelompok Tani Dalam Usahatani Padi Sawah di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Anang Marlis; Gunawan Syahrantau; Yeni Afiza
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/qkvng682

Abstract

Sektor pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian Nasional, mewujudkan ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, agroindustri dan ekspor komoditas pertanian. Kelompok tani adalah kumpulan petani untuk mencapai tujuan bersama, berbagi informasi, teknologi dan sumberdaya serta sarana untuk memperjuangkan kepentingan. Desa Sanglar merupakan wilayah potensial penghasil padi sawah di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan sawah pasang surut seluas 790 hektar, 17 kelompok tani dengan anggota 530 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam usahatani padi sawah di Desa Sanglar, berdasarkan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, responden dipilih secara ditentukan yaitu petani dengan garapan minimal 1 hektar dan merupakan pemilik lahan. Menggunakan data primer dan sekunder, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kuesioer dan dokumentasi. Analisa data dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata peran kelompok tani dalam usahatani padi sawah di Desa Sanglar termasuk kategori sangat berperan (83,13%). Nilai rata-rata tertinggi yaitu pada peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama (85,25%), dan yang terendah pada peran kelompok tani sebagai unit produksi (81,72%). The agricultural sector is very strategic in supporting the national economy, realizing food security, employment, agro-industry and export of agricultural commodities. Farmer groups are groups of farmers to achieve common goals, share information, technology and resources and means to fight for interests. Sanglar Village is a potential area for producing paddy fields in Indragiri Hilir Regency, with tidal rice fields covering an area of ​​790 hectares, 17 farmer groups with 530 members. This study aims to determine the role of farmer groups in paddy farming in Sanglar Village, based on their function as learning classes, cooperation facilities and production units. The sampling technique used purposive sampling, respondents were selected in a determined manner, namely farmers with a minimum cultivation of 1 hectare and are land owners. Using primary and secondary data, data collection through observation, interviews, questionnaires and documentation. Data analysis using a quantitative descriptive approach. The results of this study indicate that the average value of the role of farmer groups in paddy farming in Sanglar Village is included in the very important category (83.13%).  The highest average value is in the role of farmer groups as a means of cooperation (85.25%), and the lowest is in the role of farmer groups as production units (81.72%).