Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Herawati, Heny; Ermawati, Dwi
Kinerja Vol 3 No 01 (2020): Kinerja : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/kinerja.v3i01.922

Abstract

The purpose of the research in the know the leadership style and motivation that can improve employee performance so that the research will take the title: Influence of Leadership style and employee performance motivation at PT. Tae Jong Indonesia. In this study used 30 Sample respondents. The data analysis methods used are statistical tests using multiple linear regression analysis techniques, double correlation, coefficient of determination in hypotheses test. The test results of the study concluded that there was a significant influence between the leadership force on employee performance, and there was an insignificant influence between the motivation to employee performance, a known formula of multiple linear regression equations: Y = 20,170 + 0.433 X1 + 0.045 X2 with R2 value = 0.648. Proven that the leadership style and motivation to employee performance variables are 42% while the remaining 58% is influenced by other factors not researched in this study, and based on hypothesis testing results by using T-Test (partial) The result of leadership style which means leadership style Thitung > This (3.437 > 2.051) shows that Ho is rejected and H1 accepted which means leadership style is positively influential towards employee performance The motivation with the < this (0.475 < 2.051) Thitung indicates that Ho is accepted and the H1 is rejected which means that motivation has no effect on employee performance. Based on test results F (simultaneous) obtained the result of Fcountdown > Ftabel (9.776 > 3.34) showed. H1 acceptance, so it can be concluded that leadership style and motivation affect employee performance at PT. Tae Jong Indonesia.
PRAKTIK BAGI HASIL ANTARA PETANI DAN PEMILIK KEBUN TEBU DALAM TINJAUAN FIKIH MUAMALAH: (Studi di Desa Sribasuki Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan) Ermawati, Dwi; Marwin, Marwin; Maraliza, Helma
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1240

Abstract

Penelitian ini membahas praktik bagi hasil antara petani penggarap dan pemilik kebun tebu di Desa Sribasuki, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan dalam perspektif fikih muamalah, khususnya akad mukhabarah. Praktik kerja sama pertanian ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan perbedaan pemahaman terkait mekanisme akad dan pembagian hasil, sehingga perlu dilakukan kajian berdasarkan ketentuan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme praktik bagi hasil yang diterapkan serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip akad mukhabarah dalam fikih muamalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi penelitian meliputi petani penggarap dan pemilik kebun tebu di Desa Sribasuki, dengan sampel yang ditentukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lokasi kebun tebu, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan praktik di lapangan dengan konsep akad mukhabarah menurut fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bagi hasil dilakukan berdasarkan kesepakatan lisan dengan pembagian hasil yang bervariasi sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Ditinjau dari fikih muamalah, praktik tersebut pada dasarnya termasuk dalam akad mukhabarah dan diperbolehkan. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariat Islam, terutama terkait kejelasan akad, pembagian risiko, serta penetapan hak dan kewajiban para pihak. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai akad mukhabarah agar praktik bagi hasil dapat berjalan lebih adil dan sesuai dengan ketentuan Islam.