Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Yuridis Tentang Dispensasi Perkawinan di Indonesia Ariyanti, Siska; Kusnadi, Sekaring Ayumeida
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 9, No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v9i1.10924

Abstract

Child marriage in Indonesia is a complex issue with socio-cultural dimensions and human rights violations. Although Law No. 16/2019 stipulates that the maximum age of marriage is 19 years old, the implementation of the child marriage recognition system still allows minors to marry due to pregnancy outside of marriage or due to social pressure. The purpose of this study is to evaluate the legal analysis of legislation related to the exclusion of the age of marriage and its implementation. The method used is normative research with a legal conceptual approach. The findings show that despite strict regulations, gaps in the exemption application process continue to create the potential for child marriage. Therefore, measures are needed to tighten the procedure, such as raising the minimum age limit, implementing additional documentation requirements, and making marriage counseling mandatory. This tightening is expected to protect children's rights, raise public awareness of the negative impacts of early marriage, and increase interest in education and mental preparation before marriage.
Pengaruh Debt To Equity Ratio, Return On Assets, Reputasi Underwriter, Ukuran Perusahaan Dan Jenis Industri Terhadap Underpricing Saham (Studi Pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020) Ariyanti, Siska; Isynuwardhana, Deannes
eProceedings of Management Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Initial public offering atau IPO itu sendiri kerap dilakukan oleh perusahaan dikarenakan memiliki beberapa alasanyakni sebuah perusahaan memerlukan tambahan pendanaan modal, perusahaan tidak akan terbebani dengan bungaseperti halnya mengeluarkan obligasi atau meminjam uang dari bank. Namun adanya permasalahan sepertipenentuan besarnya harga penawaran perdana yang harus dihadapi perusahaan ketika melakukan kegiatanpenawaran saham perdana di pasar modal. Keadaan underpricing dihindari oleh sebuah perusahaan. Penelitianini menggunakan metode kuantitatif, dengan tipe penyelidikan deskriptif yang bertujuan eksplanatif. Sumber datapada penelitian ini didapatkan melalui laporan tahunan audited perusahaan yang melakukan IPO di BEI tahun2020 yang didapatkan melalui situs resmi BEI. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisisregresi linear berganda dengan pengujian hipotesis simultan dan parsial. Hasil dari penelitian ini adalah terdapatpengaruh yang signifikan secara simultan antara ROA, DER, reputasi underwriter, ukuran perusahaan dan jenisindustri terhadap tingkat underpricing, terdapat pengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing pada variableROA, ukuran perusahaan, dan jenis industri terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan IPOdi BEI tahun 2016-2020, lalu variabel DER, reputasi underwriter tidak memiliki pengaruh signifikan secaraparsial terhadap tingkat underpricing.Kata Kunci-DER, jenis industri, ROA, reputasi underwriter, ukuran perusahaan, underpricing saham
Tinjauan Yuridis Tentang Dispensasi Perkawinan di Indonesia Ariyanti, Siska; Kusnadi, Sekaring Ayumeida
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 9 No. 1 (2025): Januari-April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v9i1.10924

Abstract

Child marriage in Indonesia is a complex issue with socio-cultural dimensions and human rights violations. Although Law No. 16/2019 stipulates that the maximum age of marriage is 19 years old, the implementation of the child marriage recognition system still allows minors to marry due to pregnancy outside of marriage or due to social pressure. The purpose of this study is to evaluate the legal analysis of legislation related to the exclusion of the age of marriage and its implementation. The method used is normative research with a legal conceptual approach. The findings show that despite strict regulations, gaps in the exemption application process continue to create the potential for child marriage. Therefore, measures are needed to tighten the procedure, such as raising the minimum age limit, implementing additional documentation requirements, and making marriage counseling mandatory. This tightening is expected to protect children's rights, raise public awareness of the negative impacts of early marriage, and increase interest in education and mental preparation before marriage.