Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Teologi Paulus Tentang Makna Salib Nata bura, Restia; Arnita Tulak, Sindi; Iin, Iin
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2022): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v4i2.21

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu tentang teologi Paulus tentang makna salib. Paulus adalah satu-satunya penulis dalam Perjanjian Baru yang berulang kali menyebutkan salib dalam 1 Korintus 1:17-18; Galatia 5:11; Galatia 6:12, 14; Efesus 2:16; Filipi 2:8; Filipi 3:18 dan Kolose 1 :20; Kolose 2:14. Paulus berdasarkan 1 Korintus 1:23; 3:3,8; 1:23; 3:3,8; 2 Korintus 13:4 dan Galatia 2:20 juga berbicara tentang kematian Kristus. Bagi rasul Paulus, salib adalah yang terpenting karena itu adalah inti dari pesan Injil. Maka tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui makna salib yang sebenarnya berdasarkan teologi rasul Paulus, dan bagaimana orang Kristen saat ini memaknai salib Kristus. Kajian ini dapat memberikan kepada seluruh umat Kristiani ajaran tentang makna salib yang sebenarnya berdasarkan pemahaman teologis rasul Paulus. Adapun Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif melalui penelitian teologis. Hasil dari penelitian ini adalah orang Kristen akan memahami makna salib dari perspektif teologi Paulus.
Penerapan AI untuk Deteksi Penyakit Tanaman dan Pestisida Nabati di Desa Kutamandiri Iin, Iin; Suherman, Jajang; Trianto, Topan
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70825/jptb.v7i1.2329

Abstract

This community engagement program aims to utilize Artificial Intelligence technology, specifically ChatGPT, to assist farmers in Kutamandiri Village in identifying plant diseases and formulating botanical pesticides from local plants. Using smartphones and internet access, farmers were guided to describe symptoms found on rice, corn, and sweet potatoes to ChatGPT, which then provided diagnostic suggestions and treatment recommendations. Additionally, ChatGPT was used to explore the chemical properties of local wild plants such as wild turmeric, fingerroot, and galangal, and to obtain practical instructions for making organic pesticides. The results showed that farmers' interactions with AI improved their understanding, independence, and technological adoption in daily agricultural practices. ChatGPT proved to be an effective digital assistant that is responsive and accessible to rural communities. This program demonstrates that AI can serve as a powerful empowerment tool to bridge the information and resource gap in the agricultural sector.