Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Rancang Bangun dan Analisis Akurasi Dinamometer Untuk Kajian Biomekanika Gaya Penari Bapang Prasetyo Adri Pamungkas; Muhammad Agus Sahbana; Nurida Finahari
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 5 No 2 (2020): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/v-mac.v5i2.1042

Abstract

Biomechanics is the study of internal and external forces acting on the body of living things and the effects of these forces. The study of the motion of living things is carried out by applying theories and laws of motion. The forces acting on the human body organ systems in biomechanics include gravitational force, body reaction force and muscle force. These forces can be measured using a dynamometer. This study aims to design a load cell sensor-based dynamometer which is used as a mass sensor, applied to the design, then analyzed its accuracy for the study of the biomechanics of Bapang dancers. The design is based on the availability of research funds but refers to the Mettler Toledo weighing principle, where the floor scale is designed as a measuring base for the dancers to perform their dances. The area of ​​this measuring base is predefined as 1.25 x 1.25 m. This has reduced the accuracy of the design results considering the ideal area for free dancing is 3 x 3 m. The design results have worked well and can record changes in the load during changes in dancer movements. The measured reading accuracy value reaches 98.36% but still includes measurement errors due to differences in the place and time of the calibration measurement, and differences in the clothes of the people who are the object of the load. The load reading display captures an average time delay of 0.468 seconds. It is recommended that the drawbacks of this design be corrected by designing a dancer's load measurement system using a load sensor that is shaped like a ballet shoe, but uses a wireless data transfer system so that the dancers can move freely. In addition, the shoe-shaped dynamometer design can definitively separate the load readings for the right and left feet.
Dinamika Perubahan Beban Tumpuan Pijakan Kaki Pada Penari Bapang Malangan Sindu Amrita Putra; Muhammad Agus Sahbana; Nurida Finahari
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 1 No. 1 (2020): JUSTE
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.375 KB) | DOI: 10.51135/justevol1issue1page61-74

Abstract

Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada sistem biologi. Pemahaman ilmu-ilmu dasar akan sangat berperan dalam mempelajari biomekanika secara keseluruhan. Biomekanika dapat digunakan untuk menganalisis gerak tari. Penelitian ini menganalisis perubahan posisi pijakan kaki penari. Pijakan kaki di suatu permukaan merupakan fenomena umum yang dikaji dalam bidang olahraga, dan tari, dalam kaitannya dengan potensi cidera kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis biomekanika perubahan beban tumpuan pijakan  kaki. Penelitian dilakukan dengan merekam penari yang menari di atas landasan dinamometer berjala-jala koordinat. Penari direkam dalam kondisi menari tanpa dan dengan menggunakan kostum. Hasil rekaman video diubah menjadi gambar diam dengan resolusi 25 fps (frame per second) yaitu 25 foto diam dihasilkan dari rekaman video 1 detik. Data diambil dari rekaman video 4 detik pertama pada gerak ke-10 dan kelipatannya. Data ini kemudian dianalisis menggunakan aplikasi ImageJ ver 153 dan pengukuran manual berdasarkan jala-jala landasan, untuk mendapatkan titik koordinat. Pembacaan beban diambil langsung dari displai dinamometer pada foto data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pembacaan dengan menggunakan ImageJ ver. 153 dan manual. Hal ini karena pembacaan aplikasi tidak bisa diverifikasikan dengan pembacaan 2 sisi pandang lainnya. Pembacaan beban berbeda antara kondisi menari dengan kostum dan tanpa kostum dengan nilai selisih rata-rata 5.18 kg, berbeda dengan beban kostum 7.1 kg. Perbedaan ini diduga disebabkan adanya waktu jeda dari pembacaan sensor dengan tampilan displai. Selain itu, pengukuran ini hanya membaca beban total, tidak membaca perbedaan posisi tumpuan. Disarankan untuk membuat sistem pengukuran yang bisa mendeteksi beban langsung di titik tumpuan kaki kiri dan kanan.
PENGARUH BENTUK DAN KEKASARAN LINTASAN TERHADAP SISTEM MEKANIS FIRE-FIGHTING ROBOT BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 Muhammad Agus Sahbana
Jurnal Teknologi Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi robotika telah membuat kualitas kehidupan manusia semakin tinggi. Saat ini perkembangan teknologi robotika telah mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi berbagai industri..Karena robot merupakan salah satu alat bantu yang dalam kondisi tertentu sangat diperlukan dalam industri. Terdapat kondisi-kondisi tertentu dalam industri yang tidak mungkin ditangani oleh manusia seperti kebutuhan akan akurasi yang tinggi, tenaga yang besar, kecepatan yang tinggi atau resiko yang tinggi. Keadaan-keadaan ini dapat diatasi oleh robot Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk dan kekasaran lintasan terhadap sistem mekanis fire-fighting robot berbasis mikrokontroler AT89S51. Berdasarkan dari judul diatas maka kita akan mengetahui seberapa besar pengaruh bentuk dan kekasaran lintasan terhadap sistem mekanis suatu robot dalam melewati suatu lintasan yang tingkat kesulitan sangat berbeda-beda baik dalam melewati lintasan lurus atau pun zig-zag dan memiliki lantai yang tingkat kekasaran berbeda-beda agar nanti kita akan mengetahui kecepatan gerak robot yang akurat dan besarnya gaya gesek roda robot terhadap lantai untuk bisa memadamkan nyala lilin. Hasil dari analisa pengaruh bentuk dan kekasaran lintasan terhadap sistem mekanis fire-fighting robot berbasis mikrokontroler AT89S51.bahwa kecepatan robot yang sangat akurat terjadi pada lintasan lurus berlantai triplek ini disebabkan karna pada lintasan lurus gerak robot tidak terlalu susah untuk melewatinya sedangkan pada lintasan zig-zag berlantai rumah kecepatan gerak robot sangat lambat itu terjadi karena adanya gaya gesek dan delay time yang terjadi pada robot sehingga pada lintasan yang zig-zag membutuhkan waktu yang lama.
PENGARUH JENIS SUDU TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN AIR KINETIK POROS HORIZONTAL Muhammad Agus Sahbana; Syahrul Khoiril Anam
PROTON Vol. 10 No. 2 (2018)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v10i2.962

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akanenergi listrik serta menipisnya cadangan bahan bakarfosil, maka air merupakan potensi sumber energi yang besar karena pada air tersimpanenergi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air mengalir). Turbin kinetik merupakan salah satu turbin yang memanfaatkan potensi energi kinetik dari kecepatan aliran air arus bawah. Untuk membuat runner turbin dan proses pengujiannya diperlukan alat dan bahan meliputi alat bantu perbengkelan, pompa air, stopwatch, tachometer, timbangan tarik, akrilik, besi, bak penampung air, pipa, bearing, dan poros. Turbin yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah turbin kinetik yang porosnya diletakan secarahorizontal dengan sudu berdiameter 20cm dengan 3 jenis sudu yaitu sudu datar, sudu radius terbuka, dan sudu radius tertutup. Pada setiap sudu diuji pada putaran 60 rpm dengan debit 0,036 m3/s, 0,054 m3/s, dan 0,072 m3/s. Hasil dari penelitian didapatkan daya tertinggi terjadi pada jenis sudu radius tertutup dengan daya sebesar 25,12 watt pada variasi debit 0,072 m3/s. Sedangkan daya terendah terjadi pada jenis sudu datar dengan daya sebesar 9,1 watt pada variasi debit 0,036 m3/s. Sedangkan efisiensi tertinggi terjadi pada jenis sudu radius tertutup sebesar 25,8 % pada variasi debit 0,036 m3/s. Sedangkan efisiensi terendah terjadi pada jenis sudu datar dengan daya sebesar 5,4 % pada variasi debit 0,072 m3/s.