Pritasari, Alteriana Mydriati Sita
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Smoking as Risk Factors to Dry Eye Syndrome Pritasari, Alteriana Mydriati Sita; Faida, Soraya Nur; Zulaikhah, Siti Thomas
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i1.8611

Abstract

Cigarette smoke can damage the fat layer of the tear film lperoxidation. Dry eye syndromeis a cluster of disorders caused by an imbalance between production and excretionof tears, causing symptoms of discomfort in the eye. This study aims to related riskfactors smoke of dry eye syndrome. Analytic observational with cross sectional design,population of all visitors, officers and employees KAI Poncol station Semarang. Sampleof 60 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. Data about dry eye syndrome are examined using Schirmer I test, data on smoking were taken using a checklist.The data obtained were analyzed using chi-square test. Results of the respondentswho smoke and have dry eye syndrome was higher (80.6%) compared with non-smokers(25.0%). The results chi-square test p=0.000 (p<0.05), PR = 3.222 (95%CI:1.582-6.562).Smoke who risk 3.222 times higher chance of developing dry eye syndrome comparedwith do not smoke.
HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN EDEMA KORNEA PASCA OPERASI FAKOEMULSIFIKASI STUDI OBSERVASIONAL DI SULTAN AGUNG EYE CENTER (SEC) Pritasari, Alteriana Mydriati Sita; Belarinatasari, Nika; Noviasari, Pramesti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50532

Abstract

Edema kornea merupakan peradangan stroma yang disebabkan oleh kehilangan sel endotel dan biasanya merupakan komplikasi pasca operasi katarak. Kondisi ini juga dapat terjadi pada lansia dimana semakin tua seseorang, maka semakin menurun fungsi dari sel endotel kornea yang dapat mempengaruhi terjadinya edema. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian edema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi di Sultan Agung Eye Center (SEC). terdiri dari latar belakang, masalah utama, dan tujuan penelitian. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasein katarak senilis imatur yang menjalani operasi fakoemulsifikasi sedangkan untuk populasi terjangkau adalah pasien laki-laki yang mengalami kondisi sama namun berada di tahun 2022-2023. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Lemeshow sehingga didapatkan sebanyak 37 orang pasien katarak yang menjalani operasi fakoemulsifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas rata-rata usia pasien yang mengalami edema kornea di SEC adalah diatas 60 tahun (58,1%) dan pasien yang mengalami edema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi terdapat 39 (21,98%) dari total jenis kelamin yang mengalami edema kornea. Uji bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kejadian adema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi dengan tingkat signifikansi 0,002 (p < 0,05). Berdasarkan penelitian ini terdapat hubungan usia dengan kejadian edema kornea pasca operasi fakoemulsifikasi di Sultan Agung Eye Center (SEC) RSI Sultan Agung Semarang.
Changes in Astigmatism After Phacoemulsification with a Superior Incision Pritasari, Alteriana Mydriati Sita; Giza, Putri Arifkha; Fatmawati, Dina; Suparmi, Suparmi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 57, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v57.4364

Abstract

Surgically induced astigmatism (SIA) is a common phacoemulsification procedure for senile cataracts. The size, location, and incision type significantly influence the SIA degree. This study aimed to evaluate the effect of a superior incision on astigmatism levels in patients both before and after phacoemulsification for senile cataracts. This retrospective analytical observational study utilized a cohort at Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang, Indonesia, between November 2023 and May 2024. The accessible population consisted of patients treated during the study period. A total of 65 eyes from patients who underwent phacoemulsification with a superior incision were included in the study. Twenty-five patients (38.5%) exhibited against-the-rule (ATR) astigmatism before the surgical procedure, which decreased to 16 patients (24.6%) following surgery. In contrast, after phacoemulsification with a superior incision, the number of patients with with-the-rule (WTR) astigmatism increased from 61.5% to 75.4%. The astigmatism value before phacoemulsification with a superior incision was 1.274±1.02, while the value was 0.945±1,02 afterwards. The Wilcoxon Test revealed a significant difference (p<0.05) in the mean of astigmatism values before and after the procedure with a superior incision, indicating the surgical effect on reducing astigmatism. This study confirms that phacoemulsification using a superior incision significantly reduces postoperative astigmatism, particularly in patients with WTR astigmatism. Combining small incisions and sutureless techniques enhances corneal stability, accelerates healing, and improves surgical outcomes.
PEMERIKSAAN VISUS SERTA EDUKASI MENGENAI MATA MERAH DAN PENGGUNAAN OBAT TETES Prasetya, Harka; Pritasari, Alteriana Mydriati Sita; Rahmawati, Atik; Bellarinatasari, Nika; K, Hikban Fiqhi; K, Raditya Pradana Daryosta; Wibowo, Wakhid; Setiyono, Agus; Kurniawan, Ajik; Ariana, Tirtanti Siwi; Ningsih, Tri; Lestari, Puji; Ratnasari, Tyas Puji; A'yunina, Qurrotu; Suparmi, Suparmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20395

Abstract

Abstrak: Tingkat pengetahuan dan kesadaran warga pesantren dalam menjaga kesehatan mata masih tergolong rendah, maka pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pemeriksaan dan konsultasi mata, serta edukasi mengenai mata merah dan penggunaan tetes mata di Pondok Pesantresn (Ponpes) Islam Baitussalam, Mijen, Semarang. Kegiatan pemeriksaaan kesehatan mata dan edukasi diikuti oleh warga Ponpes Baitussalam, Mijen Semarang sebanyak 173 orang, yang berusia antara 7-76 tahun. Evaluasi keberhasilan edukasi dilaksanakan melalui pemberian pertanyaan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil pemeriksaaan mata diperoleh bahwa 43,9% peserta memiliki penglihatan yang normal, 38,2% memerlukan kacamata, 16,2% mengalami myopia, dan 15% memerlukan rujukan. Edukasi mengenai mata merah dan penggunaan tetes mata bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan sebesar 10% bagi warga pesantren Baitussalam, Mijen Semarang. Warga mengharapkan bahwa PkM dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan ada kerjasama dengan optik maupun rumah sakit yang dapat memberikan kacamata gratis sesuai hasil pemeriksaaan maupun operasi katarak gratis.Abstract: The level of knowledge and awareness of residents in keeping eye health is still low, so devotion to the community (PkM) waas aimed at providing examination and eye consultation, as well as education about red eyes and the use of eye drops in Pondok Pesantresn (Ponpes) Islam Baitussalam, Mijen, Semarang. The eye health examination and education activities were followed by the citizens of Ponpes Baitussalam, Mijen Semarang of 173 people, who are between 7-76 years of age. Evaluation of educational success was carried out by asking questions before and after the examination. Eye examinations showed that 43.9% of participants had normal vision, 38.2% needed glasses, 16.2% had myopia, and 15% needed reference. Education about red eyes and the use of eye drops is beneficial to increasing knowledge by 10% for the residents of the Baitussalam, Mijen Semarang. Citizens expect that the PkM can be implemented continuously and there is cooperation with optics and hospitals that can provide free glasses according to the results of the examination as well as free cataract surgery.