This Author published in this journals
All Journal Agrotek
Sutaryo, Bambang
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Penampilan Varietas Padi Hibrida di Lahan Tadah Hujan dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Gunungkidul Yogyakarta Sutaryo, Bambang
Agro-UPY Vol 7, No 1 (2015): Agro-UPY
Publisher : Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI   Kajian penampilan teknologi varietas unggul baru padi pada pengelolaan tanaman terpadu menggunakan lima varietas unggul baru yaitu Hipa 8, Hipa 9, Hipa Jatim 2, Hipa 18 and Hipa 19 dilaksanakan di Kelompok Tani Kalangan, Ngipah, Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta selama musim hujan (MH) 2014/2015. Bibit berumur 15 hari dengan satu bibit per lubang ditanam secara jajar legowo (tajarwo) 4:1, jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm, dengan 256.000 populasi tanaman. Luas plot per varietas adalah 2000 m2. Varietas tersebut digunakan sebagai perlakuan. Ciherang dan Situ Bagendit sebagai varieties popular yang ditanam dengan populasi yang sama oleh petani digunakan sebagai pembanding. Data dianalisis dengan uji t. Hipa 19 dan Hipa 8 merupakan varietas dengan hasil tertinggi (7,7 dan 7,6 t/ha) dibandingkan dengan varietas pembanding maupun varietas yang diuji lainnya. Hasil tertinggi pada Hipa 19 dan Hipa 8 tersebut didukung oleh komponen hasil utama yaitu jumlah gabah isi, jumlah gabah total, dan jumlah anakan produktif. Semua varietas yang dikaji berumur genjah sampai sedang, kecuali Hipa Jatim 2 dengan umur tanaman 125 hari. Hipa 19 memberikan keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan varietas unggul baru lainnya yang diuji dan paling disukai petani karena lebih pulen, lebih putih, lebih berkilap, dan lebih wangi. Kata kunci : Hipa, Ciherang, Situ Bagendit, jajar legowo
KAJIAN HETEROSIS HASIL GABAH DAN UMUR TANAMAN SEJUMLAH F1 PADI HIBRIDA INTRODUKSI DARI CINA Sutaryo, Bambang
Agro-UPY Vol 6, No 2 (2015): Agro-UPY
Publisher : Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intisari Kajian heterosis hasil gabah dan umur tanaman sejumlah F1  padi hibrida introduksi dari Cina yaitu Denyou 723, Luyou 612, Luyou 658, H Basmatic 1, Lingyou 98 dan Luyou 88, serta tiga varietas pembanding nasional yaitu Hibrindo R1, Intani-2 dan Ciherang telah dilakukan di Desa Sukamandi Jaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat  pada MK 2010 (10 Juli – 23 November  2010) dan di desa Karangjaya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada MH 2010/2011 (3 November  2010 – 25 Maret  2011).  Jenis tanah di Sukamandi Jaya adalah Andosol, tinggi tempat 20 meter  di atas permukaan laut (m dpl). Sedangkan jenis tanah di Karangjaya adalah Alluvial dengan ketinggian tempat 250 m dpl.  Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan empat ulangan. Data di Subang mengindikasikan bahwa Luyou 658 dan Denyou 723 memberikan hasil gabah tertinggi masing-masing sebesar 7,6 dan 7,2 t/ha, dengan nilai heterosis sebesar 28,8 dan 22,0%.  Di Cianjur hasil gabah tertinggi diraih oleh Lingyou 98 dan Luyou 612 masing-masing sebanyak 10,4 dan 9,5 t/ha, dengan nilai heterosis berturut-turut sebesar 19,5 dan 18,2 %. Padi hibrida yang memiliki umur paling genjah di Subang dan Cianjur masing-masing adalah Luyou 658 dan Denyou 723 masing-masing sebesar 104 dan   115,3 hari, dengan nilai heterosis negatif -11,1; dan -3,9%. Di Subang, produktivitas per hari tertinggi diraih oleh Luyou 658 dan  Denyou 723 masing-masing sebesar 91,6; dan 80,9 kg/ha/hari, persen terhadap varietas pembanding terbaik sebesar 149,2; dan 131,7. Di Cianjur, Lingyou 98 dan Luyou 612 memiliki produktivitas per hari tertinggi masing-masing sebesar 102,9; dan 94,0 kg/ha/hari, dengan persen terhadap varietas pembanding terbaik berturut-turut sebesar 117,1; dan 106,9%. Kata kunci : heterosis,  padi hibrida Cina, hasil gabah