Nada Fitrieyatul Hikmah
Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Multi-Parameter Monitoring Menggunakan Jaringan Sensor Wireless untuk Aplikasi Monitoring dan Database Medis Beryl Abdiel Sahata Ebenezer Sitorus; Rachmad Setiawan; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50922

Abstract

Healthcare Monitoring merupakan teknologi monitoring yang dikhususkan untuk memantau kondisi vital sign pada pasien. Monitoring yang dilakukan adalah memantau vital sign pada pasien. Penggunaan komunikasi wireless ini difungsikan untuk meningkatkan aksesibilitas dari monitoring itu sendiri dengan menggunakan komunikasi wireless, data monitoring dapat dilihat lebih mudah dan dapat diakses diluar dari ruang rawat inap pasien. Pada penelitian ini monitoring yang dipantau berjumlah tiga parameter. yang disebut m¬ulti-parameter monitoring. Jenis sensor yang digunakan adalah weight scale sensor yang berfungsi untuk memantau berat infus, pulse sensor yang berfungsi untuk memantau heart rate pada pasien, dan temperature sensor yang berfungsi untuk memantau temperature tubuh pasien. Multi-parameter monitoring akan dihubungkan dengan mikrokontroler untuk dapat mengirimkan data secara wireless, maka dari itu dibuatlah aplikasi dan database medis yang difungsikan untuk menyimpan data ruangan, melakukan manajemen ruangan pada rumah sakit, dan menangkap data yang dikirim oleh mikrokontroler secara wireless yang dapat ditampilkan pada aplikasi medis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebuah aplikasi manajemen ruangan yang sudah terkoneksi dengan database yang dapat diubah untuk menyesuaikan ruangan yang ada di rumah sakit dan aplikasi ini dapat membuat report harian yang berisikan tentang data setiap sensor sesuai dengan tanggal yang diinginkan.
Peningkatan Kontras Citra Mamografi Digital dengan Menggunakan CLAHE dan Contrast Stretching Windy Deftia Mertiana; Tri Arief Sardjono; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56306

Abstract

Kanker menjadi salah satu penyebab utama angka kematian terbesar di dunia dan kanker payudara menjadi jenis kanker dengan prevalensi paling tinggi dialami oleh perempuan. Pendeteksian dini menggunakan screening mamografi menjadi langkah efektif untuk mengetahui keberadaan kanker payudara walaupun benjolan dalam bentuk gumpalan sering kali muncul dengan tipikal kontras rendah dan seringkali buram. Oleh karena itu, dibutuhkan dokter dan radiologis untuk mendiagnosis kanker payudara melalui citra mamografi. Namun, tidak menutup kemungkinan terdapat ketidakakuratan proses diagnosis mengingat keterbatasan visual dan objektivitas dari manusia itu sendiri. Beberapa tahun terakhir penelitan mengenai pendeteksian kanker payudara melalui citra mamografi banyak dilakukan. Untuk itu, pada penelitian ini dikembangkan sebuah metode untuk meningkatkan kualitas citra mamografi dan membantu proses pendeteksian kanker payudara berbasis tekstur. Perbaikan kualitas citra berbasis indirect contrast enhancement dilakukan dengan menggunakan metode Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization dan contrast stretching yang dilakukan secara cascade. Melalui pengujian yang dilakukan terhadap 120 citra, didapatkan rata-rata nilai MSE dan PSNR citra yang telah melalui proses peningkatan kontras dengan metode CLAHE sebesar 65,92 dan 29,95dB. Sedangkan nilai rata-rata MSE dan PSNR citra hasil contrast stretching sebesar 57,47 dan 30,62dB. Sehingga dapat dikatakan metode yang diusulkan akan sangat membatu proses segmentasi pada penelitian selanjutnya.
Sistem Pemantauan Kantuk Menggunakan Instrumentasi Elektrokardiografi dan Visual Haar Classifier pada Pengemudi Christian Sanjaya; Rachmad Setiawan; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.45622

Abstract

Menurut data dari Polisi Lalu Lintas (Polantas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa selama periode tahun 2012 dan 2013 angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia cenderung menurun, tetapi angka jumlah kecelakaan yang terjadi masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara lain. Data tersebut menunjukkan bahwa kantuk pada pengemudi merupakan penyebab kedua terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mendeteksi kantuk. Keadaan kantuk dapat dideteksi dengan memonitor kondisi pengemudi dengan menggunakan dua metode pendekatan yaitu pengambilan sinyal biomedis dan menggunakan teknik visual. Salah satu metode pengambilan sinyal biomedis menggunakan elektrokardiograf (EKG) dan visual menggunakan kamera. EKG merupakan alat yang digunakan untuk merekam sinyal jantung. Perancangan instrumentasi EKG menggunakan surface electrode yang dipasang menggunakan metode segitiga eithoven. Instrumentasi EKG terdiri dari penguat instrumentasi yang menggunakan IC AD620 dan melewati filter low pass dengan frekuensi cutoff 0.05Hz dan filter high pass dengan cutoff 50Hz. Sinyal EKG akan dikirimkan melalui komunikasi serial ke miniPC. Berdasarkan data dapat diperoleh detak jantung dan rasio LF/HF. Penggunaan satu modalitas tidak cukup untuk menyatakan kondisi dari pengemudi, sehingga perlu ditambahkan metode visual haar classifier untuk mendeteksi kantuk. Perancangan metode visual menggunakan kamera untuk mengambil data frame. Data frame pertama video berupa height dari kelopak mata sebagai threshold. Threshold digunakan sebagai pembanding dengan height frame ke-n untuk mengklasifikasikan kondisi pengemudi sebagai parameter kedua. Penggabungan kedua parameter menggunakan metode if then rule. Melalui pengujian dengan lima subjek didapatkan bahwa sistem pemantauan kantuk menggunakan instrumentasi EKG dan visual haar classifier dapat mendeteksi kantuk satu dari lima subjek yang diuji.
Diagnostik Kelelahan dengan Sinyal Electrocardiogram (ECG) untuk Kontrol Kecepatan Treadmill Berbasis Fuzzy Logic Suci Intan Prativy; Siti Halimah Baki; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.47751

Abstract

Electrocardiography (ECG) merupakan alat yang digunakan untuk merekam data aktivitas elektris otot jantung antara lain Heart rate Variability dan durasi sinyal QRS. ECG merupakan indikator yang paling umum digunakan dan dapat menjawab masalah fisiologis manusia dalam keadaan statis dan dinamis, contohnya olahraga. Saat berolahraga ada fase-fase yang harus dilakukan yaitu fase pemanasan, fase proses olahraga itu sendiri, serta fase pendinginan. Namun, sering kali fase-fase ini dilewatkan. Berdasarkan anjuran dari produsen treadmill KETTLER RUN 11 serta dengan bantuan Karvonen Formula dan persen Cardivascular Load (%CVL), diciptakan sistem untuk menentukan beban latihan saat berolahraga lari berdasarkan kebutuhan tiap-tiap individu. Karvonen Formula merupakan formula yang dipergunakan untuk menghitung nilai heart rate minimal dan maksimal seseorang, dimana dalam perhitungannya dibutuhkan informasi usia, jenis kelamin, nilai resting heart rate, serta level intensitas olahraga yang diinginkan dari individu yang akan dihitung nilai heart rate minimal dan maksimalnya. Parameter %CVL digunakan untuk mengetahui kapan seseorang harus berhenti berolahraga berdasarkan heart rate maksimal, heart rate minimum dan heart rate saat berolahraga. Pada saat sistem dijalankan, tiga buah elektroda yang terpasang pada dada disambungkan ke ECG untuk kegiatan monitoring. Data yang diambil menunjukan kenaikan heart rate stabil ketika menjalankan fase pemanasan dan fase proses. Sedangkan pada fase pendinginan mengalami penurunan yang juga stabil. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan 10 subjek, dua diantaranya menghasilkan rata-rata QRS duration sebesar 0,0756 dan 0,025645. Kemudian untuk rata-rata HRV sebesar 190,8990719 dan 250,9516.
An Image Processing Framework for Breast Cancer Detection Using Multi-View Mammographic Images Nada Fitrieyatul Hikmah; Tri Arief Sardjono; Windy Deftia Mertiana; Nabila Puspita Firdi; Diana Purwitasari
EMITTER International Journal of Engineering Technology Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24003/emitter.v10i1.695

Abstract

Breast cancer is the leading cause of cancer death in women. The early phase of breast cancer is asymptomatic, without any signs or symptoms. The earlier breast cancer can be detected, the greater chance of cure. Early detection using screening mammography is a common step for detecting the presence of breast cancer. Many studies of computer-based using breast cancer detection have been done previously. However, the detection process for craniocaudal (CC) view and mediolateral oblique (MLO) view angles were done separately. This study aims to improve the detection performance for breast cancer diagnosis with CC and MLO view analysis. An image processing framework for multi-view screening was used to improve the diagnostic results rather than single-view. Image enhancement, segmentation, and feature extraction are all part of the framework provided in this study. The stages of image quality improvement are very important because the contrast of mammographic images is relatively low, so it often overlaps between cancer tissue and normal tissue. Texture-based segmentation utilizing the first-order local entropy approach was used to segment the images. The value of the radius and the region of probable cancer were calculated using the findings of feature extraction. The results of this study show the accuracy of breast cancer detection using CC and MLO views were 88.0% and 80.5% respectively. The proposed framework was useful in the diagnosis of breast cancer, that the detection results and features help clinicians in making treatment.
Pemanfaatan Kursi Roda Elektrik dengan Kendali Joystick Guna Meningkatkan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa D Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surabaya Muhammad Hilman Fatoni; Eko Agus Suprayitno; Achmad Arifin; Nada Fitrieyatul Hikmah; Tri Arief Sardjono; Mohammad Nuh
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5909.514 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.446

Abstract

Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB YPAC) Surabaya merupakan yayasan pendidikan yang dirintis dan ditujukan untuk anak-anak yang mengalami cacat atau berkebutuhan khusus. SLB YPAC Surabaya berdiri dikhususkan untuk anak-anak penyandang disabilitas fisik atau tunadaksa. Anak Tunadaksa (ATD) mengalami hambatan dalam hal mobilitas dan gerak, baik pada bagian tangan, kaki, atau anggota tubuh lain yang berkaitan dengan motorik. Oleh karena itu mereka membutuhkan alat bantu seperti kursi roda, tongkat, brace, dan teknologi asistif lain untuk menggantikan fungsi anggota tubuh yang hilang. Meski dengan bantuan alat, kenyataannya mereka masih membutuhkan bantuan orang lain misalnya bagi pengguna kursi roda. Dengan kursi roda konvensional, setiap siswa akan membutuhkan pendampingan secara khusus untuk bergerak dan berpindah. Terlebih lagi, ketika siswa melewati permukaan miring atau medan yang sulit maka guru harus berperan secara langsung. Harga kursi roda elektrik yang mahal juga menjadi alasan kursi roda konvensional masih digunakan. Dengan masalah ini, tim telah mengembangkan kursi roda elektrik dengan kendali berupa joystick. Pada bulan Agustus 2021 telah dilaksanakan sosialisasi penggunaan kursi roda elektrik dengan joystick di SLB YPAC. Dan pada awal bulan November 2021 tim telah melakukan serah terima kursi roda elektrik kepada SLB YPAC. Dengan produk kursi roda elektrik yang dikendalikan menggunakan joystick, dapat dilipat, memiliki fitur sabuk dan meja diharapkan dapat meningkatkan kemandirian siswa SLB YPAC Surabaya dalam melakukan aktivitas mobilisasi.
Rancang Bangun Alat Auskultasi untuk Pengukuran Bunyi Jantung dengan Pengiriman Jarak Jauh Berbasis Internet of Things Adilah, Safa; Setiawan, Rachmad; Hikmah, Nada Fitrieyatul
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.114612

Abstract

Auskultasi merupakan tindakan penting bagi dokter untuk mendengar suara tubuh pasien, biasanya berupa suara jantung atau suara pernapasan, guna mendiagnosis pasien dan mengetahui gejala penyakit atau kondisi yang dialami pasien tersebut. Perancangan ini guna mengukur suara jantung pada 3 subjek menggunakan stetoskop, mini plug-in microphone, dan mini PC Raspberry Pi dengan pengiriman jarak jauh berbasis IoT menggunakan cloud. Pada pengiriman jarak jauh berbasis IoT menghasilkan rekaman suara jantung terjadi delay selama 0,30 detik. Analisis frekuensi pada Continous Wavelet Transform (CWT) adalah range frekuensi dominan sinyal suara jantung pada suara jantung pertama (S1) dan suara jantung kedua (S2), menghasilkan frekuensi dominan banyak berada pada S1. Berdasarkan hasil perekaman pada empat titik jantung yakni Aortic (AO), Pulmonary Artery (PA), Left Ventricle (LV), dan Right Ventricle (RV) selama 2 detik, pada Subjek A range frekuensi dominan sinyal suara S1 ada pada 23,5 Hz - 62,4 Hz dengan range waktu 0,51 detik - 1,36 detik dan sinyal suara S2 pada 23,5 Hz - 46,9 Hz dengan range waktu 0,97 detik - 1,82 detik. Pada Subjek B range frekuensi dominan sinyal suara S1 ada pada 12,5 Hz - 26,8 Hz dengan range waktu 0,75 detik - 0,96 detik dan suara S2 pada 23,5 Hz - 33,5 Hz dengan range waktu 1,06 detik - 1,28 detik. Pada Subjek C range frekuensi dominan sinyal suara S1 pada 20,9 Hz - 46,9 Hz dengan range waktu 0,74 detik - 1,48 detik dan suara S2 pada 24,7 Hz - 58,9 Hz dengan range waktu 1,02 detik - 1,76 detik.