Anggrahita, Hayuning
Departemen Geografi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Prioritas Pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Indonesia. Hayuning Anggrahita; Guswandi Guswandi; Nabila Dety Novia Utami
Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2050.685 KB) | DOI: 10.22146/mgi.36626

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti terletak berdekatan dengan Batam yang dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan yang disebut sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Pengembangan Batam tersebut diharapkan memberikan dampak sebar bagi wilayah sekitarnya (hinterland), khususnya Meranti. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak posisi Meranti tersebut terhadap pembangunannya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor basis apa yang sebaiknya diprioritaskan untuk dikembangkan dan dimana sebaiknya sektor tersebut dikembangkan di Meranti. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis gravitasi dan location quotient. Selain itu, analisis spasial dilakukan untuk menentukan lokasi pengembangan sektor-sektor basis di Meranti. Kemudian, hasil tersebut dibandingkan dengan rencana pembangunan (RPJP dan RPJMD Kabupaten Meranti). Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan Batam sebagai pusat pertumbuhan belum mampu memberikan dampak sebar signifikan bagi Meranti sehingga perlu di dikembangkan sektor basis berikut: transportasi dan pergudangan, pertanian, dan industri pengolahan.  
Keragaman Fungsi dan Bentuk Spasial Pertanian Kota (Studi Kasus: Pertanian Kota di Jakarta) Hayuning Anggrahita; Guswandi Guswandi
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.589 KB) | DOI: 10.14710/jwl.6.3.148-163

Abstract

Urbanization in Jakarta encourages the conversion of agricultural land and other green open spaces into built-up areas. Agriculture sector is being marginalized and its contribution is only 0.1% of the economy of Jakarta. Previous studies showed that regardless of its fewer contribution, Jakarta's agriculture persistence takes place due to single to multiple functional transformations especially from staple food production to diverse functions such as environmental, cultural, property rights protection functions, etc. This study aims to identify agricultural multi-functionality in Jakarta. This research uses descriptive quantitative analysis method which is deepened with qualitative analysis through the interview and scientific photography technique to represent physical and social reality in the field. The results indicate that Jakarta’s agriculture is scattered due to urbanization pressure. In addition, Jakarta's agriculture is transformed through the creation of new urban values which demonstrate the ability of urban agriculture to survive.
Place Attachment Teras Cihampelas sebagai Ruang Publik bagi Masyarakat Kota Bandung Trimita Anggia; Guswandi Guswandi; Hayuning Anggrahita
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.45950

Abstract

Place attachment antara Teras Cihampelas dengan masyarakat Kota Bandung akan terkandung dalam sebuah makna yang didalami dengan menjalani aktivitas atau kegiatan di Teras Cihampelas. Makna membentuk keterikatan antara individu dan tempat dengan adanya pengalaman dan memori. Teras Cihampelas sebagai ruang publik yang memiliki penataan baik dibangun untuk merelokasi pedagang kaki lima yang mencari nafkah dan sebagai ruang interaksi warga dapat memberi pengalaman dan suasana baru yang dapat mengubah perspektif ruang bagi para pejalan kaki maupun pedagang kaki lima serta membentuk place attachment. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kajian place attachment masyarakat terhadap Teras Cihampelas sebagai ruang publik serta faktor yang berhubungan/berkorelasi dengan place attachment Teras Cihampelas pada masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga metode yakni observasi lapangan, kuesioner, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan metode kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif yang akan dianalisis dengan uji statistik Chi Square menggunakan ArcGIS 10.8 dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan place attachment dari 35 responden terdapat 5 orang rendah, 16 orang sedang, dan 14 orang tinggi. Dari empat faktor yang dianalisis terdapat tiga faktor yang memiliki nilai Asymp. Sig < 0.05 yaitu, interaksi sosial, karakteristik fisik, dan pengalaman. Sehingga menandakan bahwa interaksi sosial, karakteristik fisik, dan pengalaman memiliki hubungan dengan place attachment dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Pemaknaan tempat bagi konsumen pada restoran di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan Hanna Maulani Fauziah; Maria Hedwig Dewi Susilowati; Guswandi Guswandi; Hayuning Anggrahita
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.73243

Abstract

Abstrak Jalan Cipete Raya merupakan jalan yang menjadi pusat kegiatan usaha khususnya di bidang kuliner. Terdapat jumlah restoran yang banyak dan beragam yang dikategorikan berdasarkan jenis makanannya menjadi restoran Indonesia, restoran Asia, dan restoran Barat. Masing-masing jenis restoran memiliki pengaturan spasial yang unik yang tercermin dalam karakteristik tempat. Keragaman pengaturan spasial restoran tersebut akan menarik konsumen dengan karakteristik yang juga berbeda dan mendorong adanya pemaknaan tempat terhadap masing-masing jenis restoran. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemaknaan tempat pada restoran, yang memiliki pengaturan spasial dengan keunikan tertentu yang tercermin dalam karakteristik tempat, oleh konsumen yang memiliki karakteristik konsumen yang berbeda-beda. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan geografi humanistik. Wawancara mendalam dilakukan dengan informan yang berjumlah 23 orang dan didapatkan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan karakteristik tempat dan karakteristik konsumen pada setiap jenis restoran yang mengakibatkan perbedaan pemaknaan tempat restoran. Restoran di Jalan Cipete Raya memiliki pemaknaan tempat secara fungsional, sosial budaya, emosional, dan romantisme daerah. Abstract Jalan Cipete Raya is a street that is the center of business activities, especially in the culinary field. Many varied restaurants are categorized based on food: Indonesian restaurants, Asian restaurants, and Western restaurants. Each type of restaurant has a unique spatial setting which is reflected in the place characteristic. The diversity of the restaurant’s spatial setting will attract consumers with different characteristics and create a place meaning for each restaurant.  Based on the background mentioned previously, this study aimed to examine the restaurant’s place meaning, which has a unique spatial setting reflected in the place characteristics by consumers with different consumer characteristics. This research is qualitative with a humanistic geography approach. In-depth interviews were conducted with 23 informants and obtained by purposive sampling technique. The results showed differences in spatial setting and the consumers’ characteristics in each restaurant, resulting in different restaurant's place meanings. The restaurant on Jalan Cipete Raya has a place meaning including functional, socio-cultural, emotional, and hometown romance meaning.
The Role of City Spatial Plan (RTRW) on Regional Development in Depok City (West Java Province) Fikhi Luthfiah; Guswandi Guswandi; Hayuning Anggrahita
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 2 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.65987

Abstract

Depok City has a role as one of the buffer cities in the Jakarta Metropolitan Area (JMA). Therefore, it has been projected as a residential area and inter-city connection. The latter encourages development resulting in land conversion. If land conversion occurs uncontrollably, it will pose an environmental threat and affect the economic and social conditions, such as decreasing food security capacity and augmenting exclusion and marginalization of the urban poor. Depok City Government has stipulated local regulation on the City Spatial Plan (RTRW), which controls land resource allocation and reference for spatial planning and regional development to integrate and guide all activities related to development. Therefore, this study aims to analyze the development level in Depok City and the impact of RTRW on the development level in Depok City. This study uses a composite index to determine the regional development level and a chi-square test to see the correlation between RTRW regulation and regional development level. Depok City is developing to the north, south, and southeast. RTRW has encouraged regional development in Depok City, although there exist disparities in development levels throughout the region.
Hubungan Karakteristik Lokasi dengan Karakteristik Pengunjung Toko Kopi Bersejarah di Kota Bandung Budiputra, Aqshal Raihan; Anggrahita, Hayuning; Guswandi, Guswandi
Media Komunikasi Geografi Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v25i2.75744

Abstract

Dibalik fenomena kedai kopi, terdapat toko kopi bersejarah yang masih bertahan hingga sekarang di Kota Bandung. Penelitian terdahulu mengenai urban heritage lebih memfokuskan pelestarian Kawasan Jalan Braga dengan pendekatan arsitektural. Sementara kajian urban heritage pada toko kopi bersejarah dengan pendekatan geografi perilaku belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan karakteristik lokasi dengan karakteristik pengunjung toko kopi bersejarah di Bandung menggunakan pendekatan geografi perilaku dan konsep urban heritage. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods research (MMR) dengan explanatory sequential design. Tahap pertama dilakukan dengan melakukan survey lapang untuk wawancara dengan responden untuk mengetahui karakteristik dan motivasi pengunjung dan melakukan observasi lapang untuk menentukan tipologi karakteristik lokasi toko kopi. Kemudian, tahapan kedua dilakukan melalui in-depth interview dengan informan terkait, untuk mengungkapkan informasi mengenai keragaman karakteristik dan motivasi pengunjung dan elemen urban heritage tangible dan intangible pada masing-masing toko kopi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik lokasi membentuk karakteristik pengunjung yang berbeda. Toko kopi bertipologi otentik serta bersuasana urban heritage kuat memiliki demografi pengunjung lebih beragam dengan motivasi intelektual atau status dan frekuensi kunjungan rendah. Sebaliknya, toko bertipologi non otentik dan tidak bersuana urban heritage kuat memiliki pengunjung dengan motivasi fisik, frekuensi kunjungan tinggi, serta demografi homogen. Kemudian, toko dengan urban heritage berelemen intangible memiliki pengunjung dengan motivasi sosial. Hasil tersebut dapat memandu pelaku bisnis toko kopi legendaris untuk menentukan target pasarnya degan menentukan tipologi toko kopinya dan melihat kecenderungan karakteristik dan motivasi pengunjung yang datang ke tipologi toko kopi tertentu dalam merumuskan strategi dan taktik pemasarannya.
Strategi Adaptasi Masyarakat dalam Menghadapi Bahaya Banjir di Daerah Rawan Bencana Banjir Andanusa, Rizta Melia; Anggrahita, Hayuning; Hanif, Ibrahim Muslim; Guswandi, Guswandi
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.92305

Abstract

Indonesia menghadapi kejadian bencana hidrometeorologis yang dominan pada tahun 2020–2021, menempati peringkat kedua terbesar setelah Amerika Serikat. Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, mencatat 32 kejadian banjir, menjadikannya area dengan risiko banjir tinggi yang mengganggu kehidupan masyarakat. Berangkat dari kondisi ini, penelitian ini bertujuan mengkaji respons masyarakat terhadap bahaya banjir, khususnya dalam bentuk persepsi dan strategi adaptasi, di wilayah permukiman yang rawan banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tingkat kerawanan banjir diidentifikasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis overlay dengan pembobotan pada curah hujan, jarak dari sungai, kelerengan, dan penggunaan lahan. Untuk mengidentifikasi strategi adaptasi, analisis deskriptif dilakukan dengan penyebaran kuesioner menggunakan cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Batununggal didominasi oleh kelas kerawanan banjir "rawan" seluas 236 hektar. Masyarakat di wilayah sangat rawan banjir mempersepsikan tempat tinggal mereka sering terendam banjir dengan kedalaman tinggi, meski durasinya tidak lama. Strategi adaptasi mereka meliputi pembangunan lantai dua, peninggian pembatas sungai, dan pembuatan sumur resapan. Sebaliknya, masyarakat di wilayah rawan banjir menghadapi risiko lebih rendah, sehingga strategi adaptasi yang umum adalah peninggian jalan dan bangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kerawanan, semakin besar upaya adaptasi yang dilakukan individu. Hasil penelitian ini berkontribusi pada urgensi untuk mengintegrasikan kapasitas masyarakat, terutama aspek persepi risiko, adaptasi dan keterikatan tempat dalam manajemen risiko banjir baik dalam tataran praktis maupun teoretis, di samping aplikasi pengukuran teknis risiko banjir yang komprehensif.
Place Identity of Korean Restaurants in Bandung, Indonesia Sari, Aida Faiz Mutiara; Anggrahita, Hayuning; Zulkarnaen, Alif Raya; Guswandi, Guswandi
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Place identity is a perception that comes from social actors who have knowledge, interest, or authority in that place. Moreover, it refers to the relationship between space and its identity. It emphasizes its meaning and significance for individuals that experience it. Korean restaurant In Bandung-Indonesia is a culinary or food business that combines South Korean culture as an attraction that can become the identity of the place. Bandung Wetan Sub-District in Bandung City, Indonesia, is chosen as the case study location to determine the place identity of Korean restaurants. This study aims to determine the place identity of Korean restaurants based on visitors’ perceptions by using a qualitative approach. Data is collected from in-depth interviews, field observations, and literature studies. They are processed and analyzed descriptively and spatially using verbatim categorization, map interpretation, and data triangulation. Based on the principle of place identity and visitors’ perception, the study finds that one restaurant has a place identity with a solid South Korean cultural concept of the three Korean restaurants. While the other two restaurants have a place identity that does not carry any South Korean culture, they apply modern restaurants' concept that serves Korean food.
Analysis of Superior Economic Potential in South Tangerang City with Banten Province Comparator Using Location Quotient, Dynamic Location Quotient, and Shift Share Analysis Methods Khairullah, Muhammad Qabus Abid; Widiastuti, Rastika; Putri, Cindy Adria Ananda; Anggrahita, Hayuning
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gross Regional Domestic Product (GRDP) is a key indicator for understanding regional economic structure and dynamics. Differences in sectoral contributions reflect levels of specialization, competitiveness, and growth potential, making comparative and dynamic sectoral analyses essential for regional development planning. This study aims to identify leading, supporting, potential, and lagging economic sectors using Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), and Shift Share Analysis by comparing the economic performance of South Tangerang City with Banten Province. The analysis is based on GRDP at constant prices by industrial sector for the period 2019-2023. LQ is applied to identify sectoral comparative advantages, DLQ to assess relative growth dynamics, and Shift Share Analysis to evaluate local competitiveness. The results show that South Tangerang City’s economy is predominantly driven by the tertiary sector. Business Services emerge as the only leading sector (LQ > 1 and DLQ > 1), indicating strong structural advantages and favorable growth prospects. Information and Communication, Trade, Construction, Real Estate, Education, and Health Services are classified as base but non-prospective sectors, reflecting a mature development phase. Meanwhile, Public Administration and Electricity and Gas Supply are identified as non-base yet prospective sectors.
Digital Twins and Urban Heat Island Modeling: A Systematic Review of Conceptual, Technical, and Geospatial Gaps in Next-Generation Urban Climate Systems Saipiatuddin Saipiatuddin; Rokhmatuloh Rokhmatuloh; Hayuning Anggrahita; Muhammad Dimyati
JURNAL GEOGRAFI Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v18i1.71340

Abstract

This systematic review examines the emerging integration of Digital Twin technologies with Urban Heat Island modeling to advance next-generation urban climate systems. Increasing urbanization and rising thermal stress have intensified the need for dynamic, data-driven tools capable of representing and predicting microclimate conditions in real time. Through a structured PRISMA-based screening of major scientific databases (Scopus, IEEE Xplore, ScienceDirect), 268 initial records were identified, from which 19 studies were ultimately included after systematic deduplication (25 duplicates removed) and eligibility screening (16 studies excluded: 4 lacking technical information, 10 non-urban settings, 2 non-English). These 19 studies collectively illustrate three major knowledge domains: conceptual frameworks, technical architectures, and geospatial modeling characteristics. The findings indicate that Digital Twin is progressively regarded as a real-time, adaptive digital representation of the urban environment; however, it lacks standardized definitions for climate applications (identified in 68% of reviewed studies). Technically, the integration of heterogeneous data—ranging from Internet of Things (IoT) sensors, UAV thermal imagery, and satellite-derived land surface temperatures—remains limited by challenges in latency, model calibration, data interoperability, and computational scalability (reported in 74% of studies). Geospatial analysis further highlights inconsistencies in spatial-temporal resolution and inadequate representation of suburban areas (noted in 63% of studies), constraining robust Urban Heat Island simulations across scales. Overall, this review identifies critical gaps and emerging opportunities for developing intelligent, multi-scale, and hybrid modeling approaches that combine physics-based simulations with machine learning. The findings call for harmonized Digital Twin frameworks, improved geospatial data infrastructures, and stronger interdisciplinary collaboration to support climate-resilient urban planning and adaptive heat mitigation strategies.