Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Program Gerbang Layanan Dan Aduan Mandiri (Gandari) Dalam Perspektif E-government (Studi Kasus: Kantor Kelurahan Panjer, Kota Denpasar) Adelia, Sisilia Ni Wayan Dina Natasya; Prabawati, ⁠Ni Putu Anik; Wetarani, Ni Putu Karnhura
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.265

Abstract

In the Panjer Subdistrict, service innovation has been carried out through the implementation of the GANDARI application (Self-Service and Complaints Gateway) to support the effectiveness of e-government–based public services. This study aims to examine how the GANDARI program is implemented to enhance the quality of public services. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants included the Subdistrict Head, service staff, neighborhood heads, and service-using community members. The results were analyzed using support, capacity, and value theories from Indrajit. In terms of support, the study found that there was not enough promotion or government support for the use of the GANDARI application. In terms of capacity, the main challenges were the low digital literacy of the community and the lack of guidance when using the application. From the value perspective, GANDARI has made it easier for people to access public services, but the benefits have not been evenly experienced by all members of the community. It can be concluded that GANDARI’s implementation holds great potential for realizing efficient digital public services; however, it still requires reinforcement in support mechanisms, resource‐capacity development, and equitable benefit distribution. Recommendations from this study include optimizing GANDARI’s deployment by collaborating with community leaders and the Community Empowerment Council (LPM), conducting comparative studies on similar public-service applications, and carrying out direct satisfaction surveys for ongoing evaluation and improvement. Abstrak Di Kelurahan Panjer, inovasi pelayanan dilakukan melalui penerapan aplikasi GANDARI (Gerbang Layanan dan Aduan Mandiri) untuk mendukung efektivitas layanan publik berbasis e-government. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program GANDARI dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Lurah, staf pelayanan, kepala lingkungan, dan masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori support, capacity, dan value dari Indrajit. Dari aspek support, masih ditemukan kurangnya sosialisasi dan dukungan menyeluruh dari pihak pemerintah terhadap penggunaan GANDARI. Pada aspek capacity, terbatasnya literasi digital masyarakat dan keterbatasan pendampingan menjadi kendala utama. Sementara itu, dari sisi value, aplikasi GANDARI telah memberikan manfaat dalam kemudahan akses layanan, namun belum merata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa implementasi GANDARI menunjukkan potensi besar dalam mewujudkan pelayanan publik digital yang efisien, namun masih memerlukan penguatan pada aspek dukungan, kapasitas sumber daya, dan penyebaran manfaat secara merata. Rekomedasi dari penelitian ini meliputi mengoptimalkan implementasi GANDARI dengan menjalin kolaborasi tokoh masyarakat dan LPM, melakukan kajian komparatif pada pelayanan publik serupa, serta mengadakan survei langsung untuk evaluasi kepuasan dan perbaikan berkelanjutan. Kata kunci: E-government; GANDARI; Pelayanan Publik3
Efektivitas Pelayanan Dalam Penerbitan Kartu Keluarga melalui Taring Dukcapil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar Setyawan, I Wayan Dedi Darma; Prayana, I Kadek Rian; Wetarani, Ni Putu Karnhura
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.288

Abstract

Population services, especially Family Card (KK) services, which are fast and efficient, have increased as the population of Denpasar City increases in 2024 to 673. 270 thousand people. In simplifying the administrative process, the Denpasar City Population and Civil Registration Office develops digital-based service innovations through the Taring Dukcapil program. However, in its implementation, several obstacles were found such as technical problems with the device, lack of socialization, limited employee competence, and unclear information. This research aims to understand the effectiveness of Family Card issuance services through Taring Dukcapil. The research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected purposively, and the analysis used Duncan's theory of effectiveness in Steers with indicators of purpose, integration and adaptation. The results of the study show that the service of issuing Family Cards through Taring Dukcapil is considered quite effective in simplifying the administrative process. Indicators of goals and adaptation have been achieved well, but the integration aspect is still not optimal, especially in terms of socialization and the availability of infrastructure. It is recommended that the Agency increase socialization activities to the community as well as maintain digital systems regularly and provide online assistance services such as call centers with officers who are responsive to technical obstacles. Abstrak Pelayanan kependudukan khusunya pelayanan Kartu Keluarga (KK) yang cepat dan efisien, mengalami peningkatan seiring meningkatnya jumlah penduduk Kota Denpasar pada tahun 2024 mencapai 673. 270 ribu jiwa. Dalam mempermudah proses administrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital melalui program Taring Dukcapil. Namun, dalam implementasinya, ditemukan beberapa kendala seperti gangguan teknis perangkat, kurangnya sosialisasi, keterbatasan kompetensi pegawai, serta ketidak jelasan informasi . Penelitian ini bertujuan untuk memahami efektivitas pelayanan penerbitan Kartu Keluarga melalui Taring Dukcapil. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, dan analisis menggunakan teori efektivitas dari Duncan dalam Steers dengan indikator tujuan,integrasi dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan penerbitan Kartu Keluarga melalui Taring Dukcapil dinilai cukup efektif dalam mempermudah proses administrasi. Indikator tujuan dan adaptasi telah tercapai dengan baik, namun aspek integrasi masih kurang optimal, terutama dalam hal sosialisasi dan ketersediaan sarana prasarana. Disarankan agar Dinas meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat serta melakukan pemeliharaan sistem digital secara berkala dan menyediakan layanan bantuan online seperti call center dengan petugas yang responsif terhadap kendala teknis. Kata Kunci: Efektivitas Pelayanan, Kartu Keluarga, Taring Dukcapil, pelayanan publik
Realisasi Pelayanan Mutasi PBB-P2 Berbasis Digital dalam Meningkatkan Kesesuaian Data Wajib Pajak di Kabupaten Badung Dewi, Ni Putu Diah Armita; Wetarani, Ni Putu Karnhura
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.14905

Abstract

Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) memiliki kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung. Ketidaktepatan data objek pajak, seperti identitas wajib pajak, luas tanah dan batas fisik, menghambat prose administrasi dan berdampak pada keterlambatan penerimaan daerah. Peneliti ini bertujuan untuk menganalisis peran system digital SmartGov dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, kualitas layanan serta integritas administrasi mutase PBB-P2. Metode Penelitian yang digunakan Adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di bagian UPTD Kuta Utara Badan Pendapatan daerah Kabupaten Badung. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa SmartGov menyederhanakan alur kerja, mempercepat verifikasi data serta memperkuat pengendalian internal melalui SOP yang terstruktur. Implementasi system ini meningkatkan akurasi data, mempercepat pelayanan, dan membangun kepercayaan wajib pajak terhadap pemerintah daerah. Digitalisasi mutase PBB-P2 terbukti menjadi strategi efektif untuk optimalisasi pengelolaan data dan peningkatan kualitas layanan publik.