Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agroplasma

Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium asclonicum L.) Akibat Pemberian NPK Fermentasi Berbagai Jenis Limbah Tanaman Sitepu, Sri Mahareni; Refnizuida, Refnizuida
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i1.4008

Abstract

Shallot is a horticultural commodity that has high economic value and has good market prospects because it contains high nutrition and can be used as spices and ingredients for traditional medicine. However, shallot production in Indonesia still often fluctuates and even experiences a shortage in meeting the needs of domestic consumers. To increase shallot production, this can be done through intensification efforts, namely by improving cultivation techniques, including the use of organic fertilizers, proper fertilization, and the use of superior varieties. This study used a factorial randomized block design consisting of 2 treatment factors, namely factor I was fermented NPK (F) consisting of 0 ml, 250 ml, 500 ml and 750 ml. Factor II was the variety (V) of the Brebes Bima variety, the Probolinggo variety and the Nganjuk variety. The data analysis method was a factorial randomized block design (RBD). The results showed that the application of fermented NPK and the use of varieties had a very significant effect on the number of tillers per clump (saplings), production per sample (g), production per plot (g), tuber diameter (mm).Keywords: shallots, NPK fermented products, variety 
Respon Pertumbuhan Tanaman Kakao ( Theobroma cacao L. ) dengan Pemberian Mikrokapsul Bakteri Rhizosfer Sebagai Biofertilizer Situmorang, Hadomuan; Refnizuida, Refnizuida; Hakim, Tharmizi
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i2.4838

Abstract

Budidaya kakao diindonesia umumnya petani masih menggunakan teknik tradisional,  Hal tersebut juga diiringi minimnya inovasi dan teknologi pada budidaya kakao sehingga banyak sekali pohon kakao kurang terawat dengan baik. Permasalahan budidaya kakao biasanya karena kurangnya pemanfaatan teknologi produksi kakao tidak optimal dan penggunaan bahan tanam yang tidak jelas asalnya, Petani juga kurang melakukan pemupukan yang sesuai aturan, dan kurang dalam perawatan, sehingga serangan organisme pengganggu tanaman meningkat Penggunaan pupuk kimia tidak sesuai dengan anjuran, mengakibatkan kualitas dan kesuburan tanah menurun. Solusi untuk mengurangi pemakaian pupuk anorganik adalah memanfaatkan bahan organik yang berasal dari tanah akar bambu dan mikroorganisme sebagai pupuk hayati. Bakteri akan meningkatkan mekanisme pertumbuhan biomassa akar. Isolat bakteri rizosfer diperoleh dari sekitar akar tanaman bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman kakao (Theobroma cacao L.), pada perendaman dan pemeberian microkapsul bakteri rizosfer dengan taraf perlakuan yang bervariasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), 16 perlakuan dan 2 ulangan. Faktor pertama adalah perendaman biji kakao menggunakan suspensi bakteri rhizosfer yang terdiri dari A0=0 jam; A1= 8 jam; A2=16jam dan A3= 32 jam dan faktor kedua adalah penambahan mikrokapsul yang terdiri dari C0= 0 gr; C1=10 gram; C2= 20 gr; C3= 30 gram. Isolasi dari akar dan batang kakao diperoleh 9 isolat bakteri rhizosfer.