Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tafsir Sufi Lata’if al-Isyarat Amin, Habibi Al
SUHUF Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i1.84

Abstract

Tafsir Lata>’if al-Isya>ra>t merupakan tafsir sufi yang interpretasinya menunjukkan pengalaman kejiwaan mufasir dengan media bahasa sastra. Bagaimana tasawuf dan psikologi bertemu dalam menafsirkan Al-Qur’an, merupakan pertanyaan yang akan membimbing kita kepada pemahaman tafsir psikologi dalam tasawuf. Secara garis besar tasawuf dan psikologi mempunyai kesamaan di titik objek kajian yaitu jiwa. Penulis berusaha mencari titik temu antara tasawuf dan psikologi dalam membaca tafsir sufi. Indikasi penafsiran yang mewakili kejiwaan mufassir memberikan bendera pengakuan bahwa karya seorang mufasir mengaktualkan keadaan jiwanya dalam sebuah penafsiran. Klaim penulis dalam tulisan ini terletak pada persinggungan antara interpretasi tafsir sufi dengan psikologi. Interpretasi tafsir sufi selain dipengaruhi oleh tipologi paham sufi juga dipengaruhi oleh faktor ekspresi jiwa sebagai sumber interpretasi, yaitu ekspresi pengalaman jiwa sufi. Indikasi yang membuktikan adanya persinggungan itu adalah “penafsiran rasawi” yang diaktualkan melalui bahasa syair dan prosa.
Konstruksi Hukum Keluarga dalam Upaya Pertanggungjawaban Kesetaraan Gender Melalui Relasi Pendidikan Suami dan Istri Firdaussia, Ianatul; Amin, Habibi Al
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5378

Abstract

Abstract: The  education level of husband and wife in managing a gender-equal household. This research discusses problem 1). Gender equality in the relationship between highly educated husband and wife towards fulfilling family legal rights and obligations. 2). Gender equality in the relationship between husband and wife with low education towards fulfilling family legal rights and obligations. The research uses empirical legal research with a historical approach. Data collection was carried out through interviews and recording of couples with high and low education in Kwaron Village, Diwek District, Jombang Regency. This research provides results that: 1). Four out of five couples are still unable to implement a gender equal family as a whole even though they have higher education. Even though both partners have high education, this is not the main factor in implementing a gender equal family. 2). There are only 2 couples out of 5 (five) couples who have fully implemented a gender equal family pattern, even though they are not highly educated, this is not the main factor in implementing a gender equal family in Kwaron Village, Diwek District, Jombang Regency.Keywords: Family Law; Accountability; Gender equality; Level of education. Abstrak : Pendidikan keluarga sebagai penyumbang kesenjangan gender dan kesetaraan gender dalam perkawinan. Bedanya, penelitian ini fokus pada hubungan tingkat pendidikan suami istri dalam mengelola rumah tangga setara gender. Tulisan ini membahas masalah 1). Kesetaraan gender dalam hubungan suami istri yang berpendidikan tinggi menuju pemenuhan hak dan kewajiban hukum keluarga. 2). Kesetaraan gender dalam hubungan suami istri yang berpendidikan rendah terhadap pemenuhan hak dan kewajiban hukum keluarga. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan historis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan rekaman terhadap pasangan yang berpendidikan tinggi dan rendah di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Penelitian ini memberikan hasil bahwa: 1). Empat dari lima pasangan masih belum mampu menerapkan keluarga setara gender secara keseluruhan meski telah mengenyam pendidikan tinggi. Meski kedua pasangan memiliki pendidikan yang tinggi, namun hal tersebut bukanlah faktor utama dalam mewujudkan keluarga setara gender. 2). Hanya 2 pasangan dari 5 (lima) pasangan yang sudah sepenuhnya menerapkan pola keluarga setara gender, padahal mereka tidak berpendidikan tinggi, hal tersebut tidak menjadi faktor utama dalam penerapan keluarga setara gender di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang. Daerah.Kata Kunci: Hukum Keluarga; Akuntabilitas; Kesetaraan gender; Tingkat pendidikan.