Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KELURAHAN SEHAT BEBAS STUNTING BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA KELUARGA BERESIKO DI KOTA PAYAKUMBUH Evareny, Lisma; Bachtar, Fitrina; Khadijah, Siti; Gusnedi, Gusnedi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5368

Abstract

Kunci pencegahan dan penanganan stunting di 1000 hari pertama kelahiran (HPK), sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun dapat lebih terfokus, dimana hal ini baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif perlu terus diupayakan melalui kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan.  Sanitasi yang baik, air bersih, penyediaan pangan aman dan bergizi, dan yang paling utama pemahaman secara baik serta kepedulian masing masing individu, masyarakat untuk mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai stunting, penerapan gizi seimbang, dan pentingnya ASI Eksklusif di Kelurahan Tigo Koto Diate Kecamatan Payakumbuh Utara. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah kelurahan Tigo Koto Diate kecamatan Payakumbuh Utara. Metode pengabdian ini dengan memberikan edukasi tentang upaya pencegahan stunting dimasyarakat kelurahan kepada 43 orang peserta terdiri dari unsur perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh adat (ninik mamak, bundo kanduang), kader dan remaja karang taruna. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dari sebelum diberikan edukasi dan sesudah edukasi yaitu 32 point. Setelah kegiatan pengabdian ini diharapkan ada penguatan peran dari seluruh tokoh mayarakat dan tokoh adat melalui dukungan dari semua unsur pemerintah terkait dan masyarakat dalam upaya penurunan kejadian stunting
Controlling Model For Risk Factors Of Stunting Incident Eva, Lisma Evareny; Abbas, Hasriwiani Habo; Bachtar, Fitrina
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (January 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.731

Abstract

Stunting is the condition where the children have stunted growth and development refers to weight/age (TB/U). In 2015-2017, there were 19,4%, 18,9% and 21,3% cases in West Sumatra. Pasaman district had the highest percentage of stunting from 19 Cities in West Sumatera, which is 21,1%, 25,7%, and 25% cases. The purpose of this study was to analyze the risk factor control model for stunting in toddlers in the Pasaman district. This study was an observational analytic study with an unmatched case-control design. The subject of this study was the 35 families who had children 12-59 months with stunting cases and another 35 group control in Pasaman district. Data were collected by using a questionnaire to measure stunting risk factors. Data was analyzed by using univariate, bivariate, and multivariate analysis with regression and backward methods. The result of the study showed that “father education level” as a stunting risk factor had a P value=0,048 and “family income” with P value = 0,015, while history of birth weight had a P value of 0,08. The final result (sixth step) showed that the baby's birth weight variable had the odds ratio eβ=31,578 when analyzed simultaneously with another variable (parenting and father’s education level). Conclusion: baby birth weight variable simultaneously with parenting and the father’s educational level affected the incident of stunting in toddlers (eβ=31,578). It is necessary to increase family empowerment to control the cases of stunting related to the nutrition of pregnant mothers by improved child care, parenting in feeding, and increased family income.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN STUNTING PADA BALITA KOTA PAYAKUMBUH Bachtar, Fitrina; Sefrina, Yosi; Dariani, Lili; Arneti, Arneti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2903

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan nasional yang perlu mendapatkan perhatian serius. Tahun 2021persentase balita stunting 24,4%. Angka ini menunjukkan tidak tercapainya target tahun 2021 yaitu21,1%. Data Propinsi Sumatera Barat berdasarkan SSGI tahun 2019 adalah 27,47%, dan tahun 202123.3%. Prevalensi stunting di Sumatera Barat masih berada diatas standar yang ditetapkan WHO yaitu<20 % dan Angka stunting Payakumbuh adalah 20%. Tujuan penelitian untuk menganalisis determinankejadian stunting berdasarkan faktor intervensi gizi spesifik di Kota Payakumbuh. Jenis penelitian iniadalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control yang dilakukan di kota payakumbuhpada bulan juli s.d november 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SSGI yang diberikankepada subjek penelitian anak dan ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan yang berjumlah 80 orang,diambil dengan dengan metode systematic random sampling. Data dianalisis secara komputerisasi dandisajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan pengujian statistik chisquare. dengan derajat α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan stunting belum terlaksanasecara maksimal dan tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap risiko kejadian stunting padabalita di Kota Payakumbuh tahun 2022. Diharapkan pemerintah kota Payakumbuh dapat menidaklanjutirekomendasi hasil penelitian sebagai bahan analisis implementasi kebijakan dan memfasilitasi penelitianberkelanjutan sesuai road map penelitianKata Kunci: Faktor, determinan, stunting
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Dan Pelatihan Kelompok Cegah Stunting (Centing ) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Lili Dariani; Sefrina, Yosi; Bachtar, Fitrina
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.6173

Abstract

Indonesia faces nutritional problems which have a serious impact on the quality of human resources (HR). One of the problems of malnutrition that is still quite high in Indonesia is stunting. The results of the 2021 Indonesian Toddler Nutritional Status Study (SSGI), the national stunting rate fell by 1.6 percent per year. Based on data from the Sungai Pua Community Health Center regarding the recapitulation of nutritional status of toddlers (TB/U) in measurements in February 2022, the data on stunting incidence was obtained as follows: Nagari Batu Palano (13%), Nagari Padang Laweh (20%), Nagari Batagak (15%) , Nagari Sariak (12.3 %), Nagari Sungai Pua 9.23 %. Based on the data above, the Padang Laweh village is the village with the highest incidence of stunting and there is no group that cares about stunting. One of the problem solving efforts carried out in community service activities is to increase the human resource capacity of groups concerned with stunting prevention through structured formation and training activities. The targets for this activity are teenagers and elements of society who have been selected by providing material by resource persons using the lecture, question and answer method.
Documentary Films in Reducing The Incident of Stunting Based on Local Wisdom at The Pegang Baru Health Center Evareny, Lisma; Khadijah, Siti; Sefrina, Yosi; Bachtar, Fitrina
proceedinginternational Vol. 4 (2024): Proceeding International Conference 1th February 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v4i.44

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. In 2017 there were 22.2% or around 150.8 million toddlers in the world stunted. However, this figure has decreased compared to 2000, which was 32.6%. This quasi-experimental study employed a pre-test and post-test design using a control group. The study involved an intervention group of 42 respondents and control group of a further 42 respondents. The sample was selected using purposive sampling. The data were analyzed using a t-test. Respondents' knowledge was obtained on average before being given health promotion about stunting prevention at 21.00 and with a P Value of 0.000  0.05 which means that there is an influence of knowledge with the provision of health promotion about stunting prevention. The average attitude before being given health promotion regarding stunting prevention is 28.00 with a P value of 0.000 < 0.05 which means that there is an influence of knowledge by providing health promotion about stunting prevention. Health education through documentary film consisting of film about the growth and development of toddlers and stunting can increase mothers' knowledge and attitude about monitoring the growth and development of toddlers and is expected to prevent stunting.
Hubungan Usia dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Maifitri, Elsi; Rahmi, Sania Lailatu; Bachtar, Fitrina
Jurnal Bidan Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 3 No.2 Oktober 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v3i2.2526

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is one of the leading causes of neonatal mortality and contributes to the incidence of stunting, hypoglycemia, hypothermia, and immunological disorders in infants. The main risk factors for LBW include maternal age, parity, poor nutritional status, and pregnancy complications. This study aims to determine the relationship between maternal age and parity with the incidence of LBW at Ibnu Sina Islamic Hospital in Bukittinggi City in 2024. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The study was conducted from January to June 2025 with the population consisting of all mothers who gave birth at Ibnu Sina Islamic Hospital in Bukittinggi in 2024. The sampling technique used was simple random sampling, with a total of 92 mothers who met the inclusion criteria. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most respondents were of non-risk age (83.7%) and had risk-level parity (59.8%). The incidence rate of LBW was recorded at 40.2%. Bivariate analysis showed no significant relationship between maternal age (p = 0.398) or maternal parity (p = 0.143) and the incidence of LBW. In conclusion, there was no significant relationship between maternal age or parity and the incidence of LBW in this study. However, the relatively high incidence of LBW indicates the need for ongoing interventions. It is hoped that the results of this study will improve screening for the causes of LBW among healthcare workers and provide input for healthcare workers to further explore the factors that contribute to LBW.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Teman Sebaya dengan Pelaksanaan Pemeriksaan Payudara Sendiri pada Mahasiswi Program Studi Diploma IV Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2017 bachtar, fitrina; Raafia'aini, Hasanah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v10i1.371

Abstract

Penyakit kanker payudara saat ini masih menjadi suatu hal yang menakutkan dan mematikan bagi masyarakat. Salah satu upaya untuk menurunkan kejadian kanker payudara ini adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi secara dini penyakit ini.Pencegahan dan penanganan dini pada kanker payudara akan mudah dilakukan jika mendapat dukungan dari orang yang ada disekitarnya atau disebut dukungan sosial baik itu dari orang tua, suami, tenaga kesehatan dan teman sebaya. Peranan teman sebaya terhadap individu berkaitan dengan sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku. kuatnya pengaruh teman sebaya menyebabkan perilaku ingin mengikuti kelompok teman sebaya hasil penelitian yang dilakukan terhadap 37 sampel yang diambil secara acak terhadap mahasiswa DIV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang ini menunjukkan  bahwa terdapat hubungan yang  bermakna antara dukungan teman sebaya dengan pemeriksaan SADARI
KETERPAPARAN MEDIA MASSA DAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATOLOGIS bachtar, fitrina; Anesa, Fitria Afni; Yosi, Sefrina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i2.607

Abstract

Latar Belakang Masalah: Keputihan patologis merupakan gejala awal infeksi genetalia yang umum di derita wanita usia subur. Data penelitian kesehatan reproduksi dunia melaporkan bahwa 30% wanita usia subur mengalami infeksi bakterial vaginosis, 75% pernah mengalami vulvovaginal kandidiasis, dan 40%-45% mengalami sebanyak dua kali atau lebih. Kota Padang berada pada peringkat pertama kasus infeksi genetalia di Sumatera Barat, dan insiden tertinggi di Puskesmas Seberang Padang dengan 566 orang pengidap bakterial vaginosis, kandidiasis, herpes genitalia dll. Perilaku pencegahan keputihan patologis dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya media massa.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keterpaparan media massa dengan perilaku pencegahan keputihan patologis di Puskesmas Seberang Padang.Metode: Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 – Mei 2017. Populasinya adalah semua wanita pasangan usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Seberang Padang sebanyak 2518 orang. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling, dengan total sampel sebanyak 42 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner keterpaparan media massa dan perilaku pencegahan keputihan patologis. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian didapatkan 52,4% responden terpapar media massa rendah dan 50% responden memiliki perilaku pencegahan keputihan patologis rendah,. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara keterpaparan media massa dengam perilaku pencegahan keputihan patologis (p = 0,031).Simpulan: Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan antara keterpaparan media massa dengan perilaku pencegahan keputihan patologis. Pemberian penyuluhan dan pendidikan kesehatan yang merata dengan memanfaatkan media massa setempat dapat membantu meningkatkan perilaku pencegahan keputihan pada wanita pasangan usia subur.
HARAPAN STAKEHOLDER TERHADAP PERAN BUNDO KANDUANG DALAM PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KEGAWATDARURATAN KEBIDANAN Sefrina, Yosi; Bachtar, Fitrina; Arneti, Arneti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.852

Abstract

Latar Belakang Masalah: Setiap hari di dunia, ada 810 kematian ibu dengan determinan sosial keterlambatan menyadari kebutuhan untuk perawatan dan tanda-tanda bahaya kehamilan, keterlambatan pelayanan karena akses pelayanan mereka tidak tersedia, karena jarak dan/atau biaya layanan atau melakukan hambatan sosial-budaya, dan keterlambatan perawatan yang di terima di fasilitas tepat waktu dan efektif. Budaya Minangkabau menempatkan perempuan pada kedudukan istimewa yang dijuluki dengan Bundo Kanduang. Bundo kanduang merupakan “pusek jalo kumpalan tali”, tempat berkumpulnya semua informasi dan permasalahan. Bundo kanduang dituntut mampu membentuk akhlak generasi muda dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial lainnya di lingkungan keluarga, sanak famili dan lingkungan tempat tinggal. Pemerintah kota Bukittinggi sangat konsisten dalam peningkatan kesehatan masyarakat, salah satunya upaya pemerintah melalui peningkatan peran serta masyarakat yaitu bundo kanduang. Bundo kanduang sudah dilibatkan dalam berbagai program dan upaya kesehatan, termasuk program deteksi dini kegawatdaruratan kebidanan.Tujuan menemukan harapan stakeholder terhadap peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi tahun 2021. Metode  penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di kota Bukittinggi pada tahun 2021. Informan penelitian; Dinas Kesehatan sebagai pengampu kebijakan, tenaga kesehatan, bundo kanduang dan ibu pasangan usia subur. . Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Hasil  Bundo kanduang dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi program kesehatan, pelaksanaan posyandu, pemberi edukasi dalam kesehatan serta dilibatkan secara aktif dalam pencegahan keterlambatan penanganan ibu bersalin, dilibatkan sebagai stakeholder, pelaksana kegiatan posyandu, dan volunteer kesehatan keluarga. melalui dasawisma dan majelis taklim serta penyuluh dalam penggunaan buku KIA dan P4K guna mencegah kematian pada ibu hamil, bersalin dan nifas. Harapan stakeholder agar bundo kanduang bisa menjadi fasilitator sebagai pemberi edukasi kesehatan kepada masyarakat, sebagai penggerak masyarakat dengan ikut terlibat langsung dalam setiap program kesehatan terkait kesehatan ibu dan anak, dan motivator yang bisa mendorong ibu dan keluarga untuk mencegah keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota BukittinggiSimpulan Bundo kanduang sudah berperan dalam upaya kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas namun belum terfokus terhadap pengenalan tanda bahaya dan kegawatdaruratan pada ibu. Agar melakukan sosialisasi kepada bundo kanduang pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, dan melibatkan bundo kanduang secara aktif dalam program pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan Arneti, Arneti; Sefrina, Yosi; bachtar, fitrina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.855

Abstract

Latar Belakang Masalah: AKI Indonesia sampai tahun 2019, 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target sampai tahun 2015, 102 per 100.000 kelahiran hidup (Susiana, 2019). Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya tingginya Angka Kematian Ibu ini adalah karena adanya faktor keterlambatan dan hambatan sosial budaya. Untuk meningkatkan satus kesehatan masyarakat di Minangkabau dilakukan dengan menghidupkan kembali identitas kultural lokal dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui peran tokoh masyarakat. Salah satunya adalah Bundo kanduang. Bundo kanduang memiiki peran yang kompleks dalam massyarakat dan sangat dihargai di masyarakat. Bundo kanduang selalu mendapat tempat dan pengakuan dalam pelaksanaan program di Kota Bukittinggi termasuk program di bidang kesehatan. Hal ini terlihat dari keikutsertaan bundo kanduang dalam berbagai pelatihan dan kegiatan di berbagai bidang termasuk bidang kesehatan.Tujuan Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan di kota Bukittinggi.Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey eksplanasi.Penelitian dilaksanakan di Kota Bukittinggi pada bulan Januari sampai November tahun 2021 . Sampel pada penelitian ini adalah bundo kanduang yang ada di Kota Bukittinggi yang berjumlah 60 orang, dan diambil dengan menggunakan teknik randomize simple random sampling (acak sederhana). Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk melihat hubungan antar variabel digunakan uji Chi- Square. Analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik.Hasil Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,000). . Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,061). Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor peran serta dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,020). tidak ada faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan karena memiliki nilai signifikansi regresi >0,05.Simpulan: Penetahuan dan Faktor peran serta memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang. Diharapkan Bundo kanduang agar lebih aktif untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan dengan aktif mengikuti pelatihan dan workshop yang diadakan oleh dinas kesehatan serta diharapkan pemerintah kota Bukittinggi melakukan sosialisasi kepada bundo kanduang pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, dan melibatkan bundo kanduang secara aktif dalam program pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi.