Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS KEBIJAKAN REDAKSI PROGRAM MATA NAJWA DALAM MEMBONGKAR KASUS KORUPSI DI PSSI Anton Bahtiar Rifa'i
Jurnal Riset Komunikasi Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v11i1.8392

Abstract

Program talkshow Mata Najwa mengangkat tema kasus suap dan pengaturan skor di PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), dalam tayangan tanggal 28 November 2018 dan 19 Desember 2018 di Trans 7. Kedua episode itu secara diberi tajuk PSSI Bisa Apa dan PSSI Bisa Apa Jilid 2. Dalam tayangan tersebut, Mata Najwa menyajikan informasi tentang praktik suap dan pengaturan skor, serta mengungkap tokoh-tokoh yang diduga terlibat. Ternyata, tayangan ini berdampak pada kebijakan penegakan hukum. Polisian langsung merespon dengan membentuk Satgas Antimafia Bola. Para pengurus PSSI yang terlibat kemudian ditangkap. Tayangan Mata Najwa yang mengangkat kasus korupsi PSSI merupakan pengejewantahan dari suatu kebijakan redaksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, guna mengetahui faktor-faktor yang menunjang efektivitas kebijakan redaksi Mata Najwa dalam membongkar kasus korupsi di PSSI. Kemudian diketahui bahwa faktor-faktor tersebut adalah: independensi, kredibilitas program, serta profesionalitas tim redaksi redaksi yang di dalamnya mencakup profesionalitas kerja jurnalisme, kedalaman riset dan eksklusivitas narasumber.
PERAN MEDIA PR: MENINGKATKAN KESADARAN NASABAH TENTANG CYBERSECURITY MELALUI FILM WEB SERIES “NURUT APA KATA MAMA Suryasuciramdhan, Arfian; Putra, Dias Suminta Suria; Rifa'i, Anton Bahtiar; Kamilah, Fithrotul
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi April
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v9i2.219

Abstract

Layanan sektor perbankan yang berbasis internet memberikan peluang terjadinya tindak kriminalitas dengan menggunakan teknologi atau cybercrime, sehingga nasabah perlu waspada untuk berhati-hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Bank Central Asia untuk meningkatkan kesadaran nasabah terhadap mobile banking fraud. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bersumber dari web series "Nurut Apa Kata Mama Episode 2" yang dipublikasikan di media sosial YouTube Solusi BCA. Hasil dari penelitian ini berupa peningkatan kesadaran nasabah BCA terhadap pesan asing yang mengatas namakan pihak bank, sehingga nasabah menjadi lebih berhati-hati lagi. Metode Penelitian menggunakan kualitatif deskripstif dengan pendekatan studi litelatur, Adapun teknik pengumpulan data menggunakan cara pengamatan langsung pada data yang tersedia melalui akun YouTube Solusi BCA dan studi litelatur lainnya, tanpa melakukan wawancara. Subjek di dalam penelitian ini mengacu pada web series “Nurut Apa Kata Mama, Episode 2: Undian Kulkas 5 Pintu” di kanal YouTube Solusi BCA. Hasil dari penelitian ini adalah hal-hal penting yang diperhatikan oleh Bank Central Asia dalam menjalankan proses strategi komunikasi agar nasabah dapat menerima pesan dengan baik.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI UNTUK MENANGKAL DISINFORMASI DAN HOAKS Rifa'i, Anton Bahtiar
Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah Vol. 4 No. 1 (2024): Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/multazam.v4i1.8171

Abstract

Every year, the Indonesian Ministry of Religion recruits journalists from various mass media as Hajj Media Center (MCH) officers. In addition to conveying news regarding the implementation of the Hajj pilgrimage, the existence of MCH is a form of openness to public information from the Ministry of Religion as the organizer of the Hajj pilgrimage. MCH is also required to be able to counter disinformation and hoax related to the implementation of the Hajj pilgrimage. Using qualitative descriptive methods, this research is intended to observe the role of MCH in countering disinformation and hoax, especially those circulating on social media. The research results show that MCH still needs to optimize its communication strategy in countering disinformation and hoax.