Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Penerapan CHSE bagi Pengelola Bisnis Kuliner di Kabupaten Lebak Fitriana, Rina; Rahmawati, Rahmawati; Priana, Ronny Yudhi Septa
Journal of Social Service and Empowerment Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Social Service and Empowerment (JOSSE)
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/josse.v1i1.403

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan penerapan CHSE bagi pengelola bisnis kuliner di Kabupaten Lebak. Pelatihan kali ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak dan diikuti oleh 40 orang pengelola bermacam bisnis kuliner di Kabupaten Lebak. Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan kebutuhan pengetahuan bagi para pengelola bisnis kuliner tentang bagaimana standarisasi CHSE dan penerapannya dalam pengelolaan bisnis kuliner. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pada quesioner yang diberikan pra pelatihan, terbukti bahwa pelatihan kuliner ini dibutuhkan oleh peserta, walaupun pesera mengakui bahwa mereka enggan untuk mengikuti sertifikasi dengan berbagai alas an. Pada pasca pelatihan, diketahui pula bahwa para peserta menganggap perlatihan ini penting bagi mereka dalam keberlangsungan bisnis kuliner mereka. Mereka juga berpendapat bahwa pelatihan semacam ini menyenangkan, berguna dan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk kuliner mereka. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, kualitas Sumber Daya Manusia para peserta sebagai bagian dari pemilik bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif juga dapat ditingkatkan.
Dynamics of Public Communication in the Bangkonol Landfill Conflict, Pandeglang Sutisna, Nana; Sjuchro, Dian Wardiana; Priana, Ronny Yudhi Septa; Fitriana, Rina
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.750

Abstract

The conflict over the Bangkonol Landfill (TPA Bangkonol) in Pandeglang Regency, Banten Province, escalated during 2024–2025, involving local government, communities, and the media. This study analyzes the dynamics of public communication by focusing on community resistance, media framing, and the government’s crisis response. A qualitative case study was conducted through interviews, document analysis, and media review. Findings indicate that the absence of participatory communication triggered strong community resistance, while the media amplified the dispute by framing it as an environmental crisis and highlighting weak policy legitimacy. These dynamics align with agenda-setting and framing theories, which explain how media influence public opinion. The issue was further politicized by local political rivals, and digital platforms became arenas for mobilization, consistent with uses and gratifications theory. This shows that communication failure not only fueled resistance but also opened space for politicization and accelerated conflict escalation. The study recommends strengthening official communication channels, ensuring community involvement from the planning stage, and expediting the transition of the landfill to a sanitary system.
Peluang dan tantangan live streaming sebagai sarana pemasaran pasca penutupan Tiktok Shop Sudadi, Muhammad Annas; Gumelar, Rangga Galura; Priana, Ronny Yudhi Septa
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 2 (2025): November 2025 - April 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i2.62858

Abstract

Latar Belakang: Penutupan TikTok Shop pada 4 Oktober 2023 memberikan dampak negatif terhadap pelaku usaha yang mengandalkannya sebagai strategi pemasaran digital, termasuk Womenwear (@Womenwear_), bisnis fashion yang aktif menggunakan platform tersebut. TikTok Shop dan fitur live streaming menjadi sarana utama bagi Womenwear untuk membangun interaksi dengan audiens, menawarkan promo eksklusif, serta meningkatkan penjualan secara langsung. Akibat penutupan ini, Womenwear harus menyesuaikan strategi pemasaran dan mencari alternatif baru untuk tetap menjaga keterlibatan konsumen dan stabilitas penjualan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Womenwear dalam mempertahankan penggunaan live streaming sebagai sarana pemasaran pasca penutupan TikTok Shop tersebut, serta menganalisis upaya adaptasi yang dilakukan dalam menjaga keterlibatan konsumen dan keberlanjutan penjualan melalui platform alternatif. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan Model Promotional Mix George E. Belch dan Michael A. Belch. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan empat informan, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian mengungkap bahwa peluang bagi Womenwear dalam mempertahankan live streaming sebagai sarana pemasaran terletak pada peralihan ke platform live streaming lain yang dapat dioptimalkan, misalnya melalui promosi eksklusif untuk menarik audiens. Tantangan yang dihadapi Womenwear meliputi perbedaan harga akibat perubahan platform, penurunan traffic, dan kurangnya pemahaman terhadap regulasi TikTok, yang menghambat penggunaan TikTok dan TikTok Shop setelah dibuka kembali.