Latar Belakang: Penutupan TikTok Shop pada 4 Oktober 2023 memberikan dampak negatif terhadap pelaku usaha yang mengandalkannya sebagai strategi pemasaran digital, termasuk Womenwear (@Womenwear_), bisnis fashion yang aktif menggunakan platform tersebut. TikTok Shop dan fitur live streaming menjadi sarana utama bagi Womenwear untuk membangun interaksi dengan audiens, menawarkan promo eksklusif, serta meningkatkan penjualan secara langsung. Akibat penutupan ini, Womenwear harus menyesuaikan strategi pemasaran dan mencari alternatif baru untuk tetap menjaga keterlibatan konsumen dan stabilitas penjualan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Womenwear dalam mempertahankan penggunaan live streaming sebagai sarana pemasaran pasca penutupan TikTok Shop tersebut, serta menganalisis upaya adaptasi yang dilakukan dalam menjaga keterlibatan konsumen dan keberlanjutan penjualan melalui platform alternatif. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan Model Promotional Mix George E. Belch dan Michael A. Belch. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan empat informan, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian mengungkap bahwa peluang bagi Womenwear dalam mempertahankan live streaming sebagai sarana pemasaran terletak pada peralihan ke platform live streaming lain yang dapat dioptimalkan, misalnya melalui promosi eksklusif untuk menarik audiens. Tantangan yang dihadapi Womenwear meliputi perbedaan harga akibat perubahan platform, penurunan traffic, dan kurangnya pemahaman terhadap regulasi TikTok, yang menghambat penggunaan TikTok dan TikTok Shop setelah dibuka kembali.