Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINGKAT KONTROL SOSIAL INTERNAL MAHASISWA TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL Asmawati, Ainul Zulqoifah; Purnama, Dadang Hikmah; Waspodo, Waspodo
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 2 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v6i2.1245

Abstract

Penggunaan media sosial yang semakin populer saat ini memperbesar terjadinya perilaku cyberbullying dikalangan mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial, oleh karena itu untuk melakukan pencegahan sedini mungkin perlu dilakukan kajian ilmiah untuk menganalisis perilaku cyberbullying dengan melihat kemungkinan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kontrol sosial internal mahasiswa dan menganalisis pengaruhnya terhadap perilaku cyberbullying mahasiswa di Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat kontrol sosial internal mahasiswa tergolong tinggi atau kuat. Kontrol sosial melalui ikatan sosial yang  terjalin antara mahasiswa dengan keluarga dan universitas berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap perilaku cyberbullying dengan nilai t-hitung -3,664dan nilai signifikasi 0,000.
Analisis Peran Gender dalam Konstruksi Citra Diri Mahasiswa FoMO di Era Digital Putri, Lisya Septiani; Asmawati, Ainul Zulqoifah; Fajriani, Suci Wahyu; Hartani, Mallia
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i4.773

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu membentuk citra diri mereka, terutama di kalangan mahasiswa yang aktif di media sosial. Salah satu fenomena yang muncul dalam konteks ini adalah Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kecemasan yang timbul akibat merasa tertinggal dari tren atau aktivitas sosial yang dialami orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran gender dalam pembentukan citra diri mahasiswa yang mengalami FoMO di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif mahasiswa dalam membentuk identitas mereka di media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, dengan melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari 5 mahasiswa laki-laki dan 5 mahasiswa perempuan. Teknik analisis fenomenologi digunakan untuk mengidentifikasi pola pengalaman mahasiswa terkait FoMO dan dampaknya terhadap citra diri mereka. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi mendalam pengalaman subjektif mahasiswa, dengan fokus pada nuansa gender dalam konteks kecemasan FoMO yang memengaruhi konstruksi identitas di media sosial. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih kaya dan kontekstual mengenai perbedaan dinamika gender dalam menanggapi tekanan FoMO dan bagaimana hal tersebut termanifestasi dalam citra diri digital mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan cenderung membentuk citra diri berdasarkan estetika dan validasi sosial, sementara mahasiswa laki-laki lebih menekankan status sosial dan pencapaian. FoMO juga berdampak pada tekanan sosial yang mendorong mahasiswa untuk mengikuti standar tertentu dalam menampilkan diri di media sosial.
Social capital in Islamic community-based pesantren Tahira, Nabila; Sari, Kurnia Asni; Asmawati, Ainul Zulqoifah; Fajriani, Suci Wahyu
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.706

Abstract

Pesantren is one of the oldest educational institutions in Indonesia. This study aims to analyze how social capital contributes to economic independence at Pesantren Aulia Cendekia in Palembang, Indonesia. This is due to limited funding sources and competition among educational institutions. Pesantren, as an institution with a unique educational program centered on religious teaching, uses social capital to maintain financial sustainability by utilizing business units within the institution. This study examines the assets of pesantren business units using Robert D. Putnam's social capital theory, which links social capital with economic independence. With a comprehensive and contextual approach, this study uses qualitative methodology and collects data through observation, interviews, and documentation. The results show that the economic success of pesantren depends not only on their tangible assets but also on the quality of connections, teamwork, and important figures such as ustadz. Using sustainable business units, such as managing productive waqf (Islamic endowment funds), establishing business incubators, and forming Micro Waqf Banks in collaboration with the government, Islamic boarding schools utilize their social capital, which includes alumni networks and trust. In addition to business units, the ustad also plays an important role in the sustainability of Islamic boarding schools in terms of their economic independence.
Sosiologi Algoritma: Membaca Kembali Relasi Sosial di Era Digital Asmawati, Ainul Zulqoifah; Sari, Kurnia Asni; Fitriani, Deska; Hapsari, Yuanita Dwi
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i2.850

Abstract

Algoritma, yang pada awalnya dipahami sebagai urutan instruksi teknis untuk pemecahan masalah, telah berkembang menjadi agen sosial yang kuat, secara fundamental mendefinisikan kembali dinamika relasi sosial di era digital. Laporan ini menyajikan sebuah tinjauan literatur yang komprehensif, menganalisis bagaimana algoritma digital memediasi, membentuk, dan mereplikasi struktur sosial dalam lanskap kontemporer. Melalui sintesis sumber-sumber dari jurnal nasional dan internasional, studi ini menguraikan tiga dimensi utama: pertama, pergeseran peran algoritma dari sekadar alat teknis menjadi mediator interaksi dan pembentuk komunitas; kedua, perannya sebagai "kurator identitas" yang memengaruhi pembentukan identitas individu dan kolektif; dan ketiga, implikasinya terhadap struktur kekuasaan dan ketidaksetaraan sosial melalui fenomena seperti pengawasan digital dan bias algoritmik. Laporan ini berargumen bahwa relasi sosial di era ini adalah hasil dari lingkaran umpan balik yang kompleks antara manusia dan sistem algoritmik, yang sering kali menghasilkan konsekuensi sosial yang tidak disengaja. Hasilnya menggarisbawahi urgensi bagi sosiologi untuk mengadopsi lensa kritis guna menavigasi tantangan yang ditimbulkan oleh masyarakat yang diatur secara algoritmik, seperti polarisasi, erosi otonomi, dan ketidaksetaraan pengetahuan.