Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Teknik “Octaco” Pada Kelompok PKK RW.05 Cipadung Kidul Kota Bandung Muharram, Luthfia Hastiani; Pertiwi, Wulan; Marlida, Siti; Wafa, Wafa; Nursafitri, Siti; Rachman, Indriyani; Matsumoto, Toru
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16400

Abstract

Background: Mengompos dapat diandalkan sebagai teknik mengolah sampah organik skala rumah, namun dalam praktiknya masih banyak kendala yang dihadapi. Perlu adanya inovasi teknik mengompos sehingga mudah dipraktikkan secara berkesinambungan oleh masyarakat. Pengurus PKK dapat menjadi penggerak dan percontohan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Salah satu inovasi mengompos yang sedang dikembangkan adalah Octaco (Octagonal Composter). Octaco merupakan inovasi teknik pengomposan sampah organik yang mudah dilakukan pada skala rumah tangga di perkotaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik rumah tangga dengan pengomposan dengan teknik Octaco sehingga dapat mengurangi timbulan sampah. Metode: Metode program ini meliputi sosialisasi program dan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan TOT (Training for Trainer) mengompos dengan teknik Octaco, dan pendampingan mengompos pada pengurus PKK RW 05 Cipadung yang berjumlah 16 orang. Pengabdian ini dilakukan selama bulan Juni - September 2024. Hasil: Hasil dari program pengabdian ini adalah sebanyak 100% peserta (16 orang pengurus PKK) telah berhasil melakukan pengomposan sampah organik rumah tangga dan memanfaatkan pupuk kompos untuk berkebun di rumah maupun di kebun komunitas, serta menggunakan kembali kompos untuk mengompos. Pengurus PKK yang sudah terlatih menjadi pelatih dan mendampingi warga lainnya dalam mengompos di rumah sehingga diharapkan semua warga dapat mengelola sampah organik secara mandiri dari rumah. Kesimpulan: Inovasi Octaco dapat direkomendasikan sebagai teknik mengompos yang mudah dilakukan pada skala rumah tangga. Keberhasilan mengompos yang berkesinambungan perlu berkolaborasi dengan komunitas setempat.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan dalam Pengelolaan Sampah Organik dengan Teknologi Black Soldier Fly (BSF) Berbasis Komunitas Marliani, Yayu Ulfah; Muharram, Luthfia Hastiani; Rukman, Alghif Aruni Nur; Fauzi, Muhammad; Yunan, Arief; Suhada, Qori Atur R.; Faridl, Ahmad Miftah
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13533

Abstract

Background: Salah satu strategi terkait pengelolaan sampah rumah tangga yaitu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian sampah sehingga dapat meminimalkan timbulan sampah keseluruhan yang masuk ke lingkungan. Tepatnya di Kampung Mekarsari, Kelurahan Padasuka Kota Cimahi terdapat komunitas swadaya masyarakat yang bernama Magotsuka telah melakukan pengelolaan sampah organik rumah tangga sebanyak 1.5ton sampah organik per bulan dengan menggunakan teknologi BSF. Meningkatkan partisipasi dan penguatan persepsi masyarakat RW 07 Padasuka terhadap pengelolaan sampah organik dengan teknologi BSF di Komunitas Magotsuka, sehingga diharapkan terjadi penurunan volume sampah di TPS. Metode: Metode yang dilakukan adalah FGD komunitas Magotsuka bersama tokoh warga, sosialisasi pemilahan sampah dan pendekatan sosiokultural kepada warga, difusi hasil penelitian berupa pengunaan pupuk kasgot untuk bercocok tanam. Kegiatan ini dilakukan di Bulan September – November 2022. Hasil: Masyarakat sebagai penguatan komunitas, partisipasi Masyarakat mengalami peningkatan, yaitu jumlah sampah organik yang disetorkan mengalami peningkatan sebanyak 100%. Masyarakat telah memahami pentingnya memilah sampah khususnya sampah organik dan merasakan manfaat dari hasil pengolahan sampah organik komunitas Magotsuka yaitu berupa pupuk kasgot yang sudah diteliti dan mudah digunakan untuk bercocok tanam di rumah. Transfer teknologi kepada komunitas Magotsuka membuat pengolahan sampah organik lebih cepat dan efisien. Kesimpulan: Pendekatan komunitas sangat direkomendasikan dalam penglolaan sampah organik perkotaan guna meningkatkan partisispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik menggunakan teknologi BSF.