Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assistance with Business License Number Registration for Potential Village SME to Upgrade Sugiartiningsih, Sugiartiningsih; Dwi Larasati, Rizky; Suparjiman, Suparjiman; Yunan, Arief; Adnan, Saepul; Suarsa, Abin; Erfiansyah, Erfan; Kusumawati, Eni; Supriatna, Reren; Arum Kanti, Khaerani; Anandari Ladysta, Hilmiah
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 2 (2024): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i2.8251

Abstract

Micro businesses, which are the backbone of the Indonesian economy, must be legalized so that they move up a class in improving the economic welfare of the people. To make this happen, government leadership through the empowerment function by creating PIRT for Micro Enterprises. As an initial stage, Micro Businesses must register their Business Identification Number (NIB) to increase consumer confidence and facilitate business transactions. The aim of PkM is to increase the legality of Micro Businesses in Rancatungku village in the culinary, grocery and service sectors through assistance with NIB registration. The PkM implementation method is a lecture to refresh partners about the benefits of NIB in capital, legal strength, increased production and marketing. Meanwhile, for assistance with NIB registration via Online Single Submissions (OSS), a question and answer method is used which is guided by the head of the UMBandung IPR Study Center and accompanied by the PkM head, students and village government representatives through good collaboration by dividing tasks and providing supporting infrastructure for laptops, cellphones and printers. The results of the assistance have resulted in the successful issuance of four NIB certificates for Micro Business actors in the culinary and grocery sectors. It is hoped that having an NIB certificate will motivate them to move up to a higher level in the trade and entrepreneurship sectors. The ease of implementing OSS in licensing services has encouraged other sectors such as BUMDES and student businesses to be registered with NIB.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan dalam Pengelolaan Sampah Organik dengan Teknologi Black Soldier Fly (BSF) Berbasis Komunitas Marliani, Yayu Ulfah; Muharram, Luthfia Hastiani; Rukman, Alghif Aruni Nur; Fauzi, Muhammad; Yunan, Arief; Suhada, Qori Atur R.; Faridl, Ahmad Miftah
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13533

Abstract

Background: Salah satu strategi terkait pengelolaan sampah rumah tangga yaitu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian sampah sehingga dapat meminimalkan timbulan sampah keseluruhan yang masuk ke lingkungan. Tepatnya di Kampung Mekarsari, Kelurahan Padasuka Kota Cimahi terdapat komunitas swadaya masyarakat yang bernama Magotsuka telah melakukan pengelolaan sampah organik rumah tangga sebanyak 1.5ton sampah organik per bulan dengan menggunakan teknologi BSF. Meningkatkan partisipasi dan penguatan persepsi masyarakat RW 07 Padasuka terhadap pengelolaan sampah organik dengan teknologi BSF di Komunitas Magotsuka, sehingga diharapkan terjadi penurunan volume sampah di TPS. Metode: Metode yang dilakukan adalah FGD komunitas Magotsuka bersama tokoh warga, sosialisasi pemilahan sampah dan pendekatan sosiokultural kepada warga, difusi hasil penelitian berupa pengunaan pupuk kasgot untuk bercocok tanam. Kegiatan ini dilakukan di Bulan September – November 2022. Hasil: Masyarakat sebagai penguatan komunitas, partisipasi Masyarakat mengalami peningkatan, yaitu jumlah sampah organik yang disetorkan mengalami peningkatan sebanyak 100%. Masyarakat telah memahami pentingnya memilah sampah khususnya sampah organik dan merasakan manfaat dari hasil pengolahan sampah organik komunitas Magotsuka yaitu berupa pupuk kasgot yang sudah diteliti dan mudah digunakan untuk bercocok tanam di rumah. Transfer teknologi kepada komunitas Magotsuka membuat pengolahan sampah organik lebih cepat dan efisien. Kesimpulan: Pendekatan komunitas sangat direkomendasikan dalam penglolaan sampah organik perkotaan guna meningkatkan partisispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik menggunakan teknologi BSF.