Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA AKSEPTOR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HITU KABUPATEN MALUKU TENGAH TAHUN 2017 Epi Dusra; Hamka Hamka; Astuti Tuharea
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.357 KB) | DOI: 10.33846/sf.v9i3.320

Abstract

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, 2014). Total pengguna alat kontrasepsi jangka pendek mencapai 83,33%, sementara pengguna alat kontrasepsi jangka panjang atau MKET (Metode Konrrasepsi Efektif Terpilih) hanya sebesar 16,67%, (SDKI, 2012) menunjukkan bahwa peserta KB aktif di Provinsi Maluku sampai tahun 2014 sebanyak 70. 247 peserta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran petugas kesehatan dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Hitu Kabupaten Maluku Tengah pada tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Simple random Sampling yang berjumlah 100 responden. Intrumen penlitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikasi peran petugas kesehatan (p=0,489). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peran petugas kesehatan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi, Kata Kunci: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Peran petugas kesehatan
Pengaruh harga dan kualitas terhadap keputusan pembelian ayam potong di pasar Gamalama Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.18-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh harga dan kualitas terhadap keputusan pembelian konsumen ayam potong, dengan jumlah responden 100 konsumen yang melakukan pembelian ayam potong di pasar Gamalama.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh singnifikan terhadap keputusan pembelian dengan hasil pengujian regresi untuk variabel Harga terhadap Keputusan pembelian menunjukkan nilai thitung = 4.356 dengan nilai signifikansi 0.000, sedangkan hasil   pengujian   regresi   untuk   variabel   Kualitas   produk   terhadap Keputusan pembelian menunjukkan nilai thitung = 2.220  dengan signifikansi 0,03. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, maka H0 diterima.  Nilai   F   hitung   sebesar   29.602   dengan signifikansi 0,000. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Dengan arah koefisien positif, dengan demikian diperoleh bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa harga, dan kualitas produk  secara   bersama-sama   memiliki   pengaruh   yang   signifikan   terhadap keputusan pembelian. Koefisien determinasi (adjusted R²)  yang diperoleh sebesar  0,765. Hal  ini  berarti  76,5% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel harga, dan kualitas produk.
Analisis perbandingan pendapatan petani pala basah dan kering di Desa Paniti Halmahera Tengah Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.36-41

Abstract

Penelitian ini bertujuan Menganalisis besar perbandingan pendapatan antara petani pala basah dan pendapatan petani pala kering. Lokasi penelitian di Desa Paniti, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, pada bulan September-Okbtober 2014. Sampel sebanyak 54 responden dipilih dengan metode sampling jenuh. Analisis data digunakan metode analisis uji t dengan software SPSS 16. Hasil penelitian menujukkan Hasil uji t, menunjukkan t hitung sebesar (9.339) sedangkan t tabel (0,305). Dengan demikian berdasarkan hipotesis t hitung > t tabel, yang berarti hipotesis (H0) di terima dan H1 di tolak. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan petani pala basah terhadap pendapatan petani pala kering
Analisis efisiensi pemasaran telur ayam ras di CV. Cipta Aksara Kelurahan Kastela Kecamatan Kota Ternate Selatan Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui saluran pemasaran pada CV.Cipta Aksara dan tingkat efisiensi pemasarannya.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan margin pemasaran, share harga dan rasio keuntungan. Hasil penelitian diperoleh bahwa model saluran pemasaran yang terbentuk dari proses pemasaran telur ayam ras di CV.Cipta Aksara terdiri dari 4 saluran pemasaran dimana saluran terpendek adalah produsenà Konsumen dengan tingkat efisiensi pemasaran 86% dengan tingkat efisiensi lebih dari 50% atau efisien, margin pemasaran Rp.200,- dengan rasio keuntungan Rp.1,5,- sedangkan saluran terpanjang adalah ProdusenàPedagang BesaràPedangan MenengahàPedangan Kecilà konsumen.  Dengan tingkat efisiensi yang terbentuk dari setiap saluran menunjukkan nilai lebih dari 50% yang berarti saluran pemasaran yang terbentuk efisien, tingkat margin pemasaran terbesar terbentuk pada saluran pemasaran ke 4 sebesar Rp.925 dengan tingkat rasio keuntungan Rp.9,-  yang artinya setiap penambahan Rp.1,- oleh CV. Cipta Aksara maka perusahaan akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 9,-
Analisis tingkat kesadaran konsumen akan merek ikan kaleng (Canned Fish) di Kota Ternate Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.9-14

Abstract

Peran kesadaran merek (brand awareness) sangat penting sebagai landasan dalam menentukan langkah dan strategi pemasaran dari suatu produk.  Semakin kuat brand awareness suatu produk, dalam hal ini produk ikan kaleng, semakin kuat pula daya tariknya di mata konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut yang selanjutnya akan menghantarkan perusahaan meraih keuntungan yang diharapkan. Metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah responden yang diambil sebagai sampel dalam penelitian sebanyak 200 orang pengunjung swalayan yang tersebar di empat daerah yang mewakili kotaTernate. Analisis brand awareness dilakukan dengan analisa secara deskriptif untuk menggambarkan informasi yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian brand awareness menunjukkan bahwa merek ikan kaleng yang paling banyak diingat konsumen pada brand awarenes adalah merek ABC yang kemudian diikuti oleh merek Cip, dan merek Pronas.Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari keempat merek ini, yang sering dikonsumsi oleh konsumen adalah merek ABC, merek Cip, dan merek Pronas.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN ROTI (STUDI KASUS PADA GOLDEN BAKERY DI TERNATE) Yonette Maya Tupamahu; Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.225 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.51-59

Abstract

Sistem usaha tani terintegrasi tanaman-ternak Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.1-8

Abstract

Sistem usaha tani terintegrasi antara tanaman dan ternak telah lama dilakukan oleh rumah tangga petani di Indonesia, terutama di pedesaan. Umumnya rumah tangga petani menggunakan persediaan makanannya untuk mencukupi konsumsi sendiri dan selebihnya dijual. Karakteristik yang dijumpai pada petani tersebut adalah melakukan usaha tani campuran dalam upaya mendapatkan keuntungan yang maksimal dan meminimalkan risiko. Ada empat model penerapan sistem usaha tani campuran, yaitu: 1) sistem yang dipraktekkan secara alami dan turun-temurun oleh petani setempat, 2) sistem usaha tani tanpa melibatkan ternak, 3) sistem usaha tani ternak, dan 4) system usaha yang berbasis pada sumber daya lahan, tenaga kerja, dan modal. Masing-masing sistem usaha tani tersebut memiliki risiko dan ketidakpastian usaha di masa yang akan datang. Beberapa risiko mendasar pada sistem usaha tani adalah risiko produksi, risiko usaha dan finansial, serta risiko kerusakan. Dari risiko mendasar tersebut, dengan menggunakan perhitungan sistem fungsional, usaha tani terintegrasi tanaman-ternak mempunyai peluang risiko yang minimal.
Analisis faktor produksi tanaman kelapa (Cocos nucifera) terhadap pendapatan petani Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.49-56

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa keadaan daerah tersebut merupakan salah satu desa yang melaksanakan pengembangan usahatani Kelapa. Penelitian berlangsung dari Januari sampai dengan bulan Maret 2009.  Dalam menganalisis data hubungan antara variabel-variabel yang diteliti, yakni faktor-faktor produksi usahatani Kelapa (tanah, modal dan tenaga kerja) sebagai variabel bebas (X) sementara pendapatan sebagai variabel terpengaruh atau variabel tak bebas (Y) maka digunakan analisis model fungsi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunujukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya usahatani kelapa berkisar antara Rp 9.911.680,00 per satuan lahan (0,732 ha) atau setara dengan Rp 13.539.574,00 per hektar, rata-rata penerimaan usahatani yang diperoleh Rp 17.294.664,00 per satuan lahan atau setara dengan Rp 23.642.892,00 per hektar, sedangkan pendapatan usahatani yang diperoleh adalah Rp 7.382.963,00 per satuan lahan atau setara dengan Rp 10.085.317,00 per hektar, (2). Penggunaan faktor produksi (lahan, modal dan tenaga kerja) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani kelapa rakyat yang ditunjukkan oleh nilai koefisien elastisitas lebih dari 1 (satu), artinya bahwa setiap perolehan satu satuan faktor produksi yang digunakan akan menyebabkan meningkatnya pendapatan yang diperoleh, (3). Lahan merupakan faktor produksi yang paling besar pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani kelapa dibandingkan faktor produksi biaya dan tenaga kerja, hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai elastisitas pendapatan lahan sebesar 1,899 lebih besar dari pada nilai elastisitas pendapatan modal dan tenaga kerja yang masing-masing sebesar 0,799 dan 0,20.
Peramalan penjualan roti kenari arjuns bakery di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Ruslan Laisouw; Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.28-32

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari  Pola penjualan roti kenari yang di produksi oleh perusahaan Arjuns Bakery dan mengetahui peramalan roti kenari terbaik dengan menggunakan time serial untuk 3 bualan mendatang. Metode yang digunakan adalah metode time serial dengan menggunakan simple Average, Moving Average dan Simple Eksponensial Smoothing.  Hasil penelitian menunjukkan bahawa pola penjualan roti kenari bersifat stasioner atau horisontal, dimana pergerakan data penjualan berada di sekitar rata-rata penjualan roti selama satu tahun sembilan bulan.  Nilai peramalan yang diperoleh dengan menggunakan metode time serial adalah Simple Average  dengan nilai peramalan 8060 dengan SE 572.84,  Moving Average 7713 dengan nilai SE 558.72 yang dianggap baik untuk meramalkan penjualan roti untuk tiga bulan mendatang adalah metode Simple Eksponensial Smoothing  dengan nilai peramalan penjualan roti kenari sebesar  7759 buah, dengan nilai  SE   sebesar  555.03.
Pengaruh trust in a brand terhadap brand loyalty pada konsumen air minum Aqua di Kota Ambon Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.39-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara empirik pengaruh dari variabel trust in a brand yang meliputi brand characteristic, company characteristic, dan consumer - brand characteristic terhadap brand loyalty. Merek yang diteliti adalah merek air minum Aqua, yang respondennya diambil dari para pengguna air minum Aqua yang ada di Kota Ambon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama dan parsial variabel trust in a brand berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Pengaruh variabel trust in a brand terhadap brand loyalty adalah sebesar 0,971 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sebaliknya, secara parsial pengaruh variabel trust in a brand adalah sebagai berikut. Pertama brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,668 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000, di mana brand characteristic berpengaruh dominan terhadap brand loyalty. Company characteristic mempunyai pengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,224 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Consumer - brand characteristic juga berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,165 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Dalam upaya meningkatkan loyalitas merek, pihak perusahaan harus senantiasa meningkatkan dan mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Brand characteristik sebagai salah satu variabel yang berpengaruh dominan harus tetap dapat dikendalikan secara langsung oleh perusahaan.