Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Cognitive Behavioral Therapy Assistance Model For Death Anxiety In The Elderly Solihah, Ii; Ulty Desmarnita; Tarjuman, Tarjuman
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i3.426

Abstract

The elderly period is interpreted as a period of decline, especially in terms of physical and psychological functioning. One of the psychological problems in the elderly is anxiety about death. Family involvement in overcoming anxiety problems is very necessary. Cognitive behavioral therapy is an intervention to overcome anxiety about death in the elderly. The specific aim of this research is to reduce the anxiety level of the elderly so that they are able to face anxiety problems with a more positive mindset. The research method used a quasi-experimental (Pre-post test}. Sampling was carried out using simple random sampling. The sample was selected as 89 respondents with the inclusion criteria being all elderly people who experienced anxiety about death. Data were analyzed using the Wilcoxon test and multiple logistic regression test. The results show that there is a relationship between place of residence (region) and a decrease in anxiety levels in the elderly (OR=0.77). This shows that elderly people living in Jakarta experienced a decrease in anxiety levels 7.7 times higher than elderly people living in Depok. Other results show that there is a relationship between age and a decrease in anxiety levels (OR=2.9), this shows that younger seniors (less than 68 years) experienced a decrease in anxiety levels 2.9 times faster than older seniors after receive cognitive behavioral intervention. The results of the study show that cognitive behavioral interventions in the form of relaxation therapy, reminiscence therapy, crossword puzzle therapy, counseling therapy, music therapy, and spiritual therapy can reduce anxiety about death in the elderly.
Faktor Perilaku Perawatan Diri dalam Pengendalian Kadar Kolesterol Total pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Aprian Dwi Karnilasari; Rohyadi, Yosep; Tarjuman, Tarjuman; Dwidasmara, Sansri Diah K.; Muttaqin, Zaenal
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3352

Abstract

Penyakit jantung coroner (PJK) menyumbang 36% kematian global. Prevalensi PJK di Indonesia cukup tinggi disebabkan karena kolesterol total yang tinggi. Oleh sebab itu, pengelolaan kolesterol melalui perilaku perawatan diri menjadi aspek penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pasien PJK. Metode penelitian melalui pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 49 pasien yang dipilih secara purposive sampling yaitu responden PJK dengan usia >18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku perawatan diri dan hasil pemeriksaan kadar kolesterol total, selanjutnya dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan bahwa 38,78% responden memiliki perilaku perawatan diri baik, 46,94% memadai, dan 14,29% buruk. Sebanyak 48,98% responden memiliki kadar kolesterol total dalam batas normal, sedangkan 51,02% tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total (p = 0,022), dengan koefisien korelasi sebesar 0,7662 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna dan kuat antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pada pasien CHD. Disarankan peningkatan edukasi dan motivasi pasien untuk menerapkan perilaku perawatan diri guna mengontrol kolesterol dan mencegah komplikasi.
SMOKING BEHAVIOR CAN INCREASE CREATININE LEVELS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS Tarjuman, Tarjuman; Nurfadilla, Selly Dwi Intani; Sasmita, Anah; Hamzah, Ali
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3805

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit tidak menular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sering kali memerlukan terapi hemodialisis. Kadar kreatinin serum berfungsi sebagai indikator utama dalam menilai kerusakan fungsi ginjal. Merokok diketahui dapat mempercepat kerusakan ginjal melalui berbagai mekanisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan kadar kreatinin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling, data kadar kreatinin diambil dari rekam medis pada kondisiĀ  predialisis. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner GN-SBQ dan data laboratorium kadar kreatinin. Hasil menunjukkan seluruh responden merupakan perokok aktif, dengan mayoritas (57,9%) tergolong perokok berat, serta rata-rata kadar kreatinin sebesar 10,90 mg/dL. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara perilaku merokok dan kadar kreatinin (p = 0,034; r = 0,256). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang antara perilaku merokok dan kadar kreatinin. Edukasi berkelanjutan dan konseling berhenti merokok, termasuk pendekatan spiritual, direkomendasikan untuk mencegah kerusakan ginjal kedepannya.
Dynamic capabilities, knowledge management, and lecturer performance as determinants of health workers' readiness in health services Tarjuman, Tarjuman; Ahman, Eeng; Suryadi, Edi; Askolani, Askolani
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.4482

Abstract

Background: Higher education institutions play a strategic role in preparing competent healthcare professionals and ensuring the quality of health services in the community. In the era of rapid health system transformation and technological advancement, health polytechnics are required to strengthen organizational performance through effective knowledge management, lecturer competence, and motivation to support adaptive institutional capabilities. Objective: This study examined the effects of knowledge management, lecturer motivation, and lecturer competence on the institutional performance of Health Polytechnics. Methods: Using an explanatory quantitative design, data were collected from 380 lecturers at 38 institutions through stratified sampling and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results: The results indicate that all independent variables significantly influence institutional performance. Organizational dynamic capabilities and lecturer performance are proven to act as significant mediators, both in parallel and serial relationships. A crucial finding indicates that the serial mediation pathway of knowledge management through dynamic capabilities and lecturer performance has the strongest influence. This confirms that the transformation of knowledge into organizational adaptive capabilities significantly determines institutional effectiveness. Conclusions: This research indicates that strengthening lecturer capacity is essential for producing graduates who are adaptive to digital transformation and modern healthcare systems. Practically, this study provides strategic guidance for human resource development in higher health education to improve public health services sustainably.