Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Correlation Between Smoking Habits and Stroke Severity Among Patient with Stroke at General Public Hospital in Bandung, Indonesia Syaharani, Syarifa Sophia; Agustiyowati, Tri Hapsari Retno; Rohyadi, Yosep
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i3.707

Abstract

Aims: Stroke, a severe neurological condition, can be fatal and can be influenced by smoking habits and lifestyle choices, as it can cause plaque buildup in blood vessels. This study to determine the association between smoking behaviour and the severity of stroke in stroke patients. Methods: The study used cross-sectional research with 51 respondents, measuring smoking habits and stroke severity. Results showed a significant positive relationship between smoking habits and stroke severity, with 23.5% having light smoking and 33.3% having mild strokes. Results: The research reveals that 62.7% of stroke patients treated at Al Ihsan Regional Hospital are male, with most having infarction strokes and being over 60 years old. Most have a smoking habit of 10-20 cigarettes per day, with moderate habits. Smoking habits can trigger atherosclerosis, causing strokes and affecting clinical outcomes. Conclusions: The study found a moderate relationship between smoking habits and stroke severity in stroke patients at Al Ihsan Regional Hospital, with smoking habits affecting the degree of stroke and causing infarction.
Rehopitalisasi Pasien Congestive Heart Failure Dipengaruhi Kepatuhan Minum Obat Tiara, Nada Fazani; Sasmita, Anah; Sukarni, Sukarni; Rohyadi, Yosep; K, Sansri Diah
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1771

Abstract

Masalah pada struktur atau fungsi jantung yang dikenal sebagai Congestive Heart Failure (CHF) membuat jantung tidak mampu memasok oksigen ke seluruh tubuh. Pasien CHF sering kembali untuk rehospitalisasi karena kekambuhan. Sebagian besar kekambuhan CHF terjadi karena pasien tidak dapat melakukan terapi dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dan kemungkinan pasien CHF untuk dirawat inap kembali di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional dengan desain deskriptif analitik korelasional. Pengumpulan data menggunakan MMAS-8 untuk kepatuhan minum obat dan rekam medis atau kuesioner untuk rehospitalisasi. Populasi semua pasien CHF yang menjalani kontrol di klinik jantung. Pengambilan sampel non-probabilitas (purposive sampling) digunakan untuk mengumpulkan sebanyak 100 responden. Hasil uji Chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum obat dan kemungkinan terjadinya rawat inap ulang (p= 0,00). Diperlukan upaya peningkatan kepatuhan minum obat dalam memberikan tindakan preventif dan promotif mengenai kepatuhan minum obat pada pasien CHF dan adanya penelitian lebih lanjut terkait bagian tambahan yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien CHF, seperti dukungan keluarga.
Hubungan Self Care dengan Kualltas Hidup pada Pasien Congestlve Heart Fallure (CHF) Santika, Chiara Sukma; Rohyadi, Yosep; Setiawan, Asep; Fathudin, Yogasliana
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1777

Abstract

Prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter sebesar 1,5% atau sekitar 1.017.290 penduduk. Kematian terbanyak yang sebelumnya disebabkan oleh penyakit infeksi kini beralih ke penyakit kardiovaskular dan degeneratif yang diprediksi menjadi 5 kali lebih banyak penyebab kematian dibandingkan dengan penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien CHF. Gagal jantung merupakan keadaan darurat medis akibat dari jumlah darah yang dipompa jantung manusia dalam setiap menit (cardiac output) tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme normal tubuh, hal ini menyebabkan penurunan fungsional tubuh  yang memengaruhi tindakan perlakuan pasien terhadap self care  dalam kehidupan nya, perlakuan self care yang buruk menyebabkan penurunan kualitas hidup yang mana merupakan tingkatan yang menggambarkan keunggulan hidup seseorang individu. Desain penelitian menggunakan descriptive correlational. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling, Sehingga sampel didapatkan 90 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner Minnesota living  with heart failure  dan Self care heart failure index. Dilakukan Analisa data metode Chi Square. Diperoleh hasil penelitian , adanya hubungan antara self care dengan kualitas hidup dengan nilai p value 0.00. Perlunya perilaku self care yang baik dalam upaya peningkatan kualitas hidup penting bagi pasien CHF dan perlunya pengembangan skill bagi tenaga kesehatan khususnya perawat mengenai Pendidikan Kesehatan kepada penderita CHF dalam penerapan self care yang baik dalam kehidupan sehari – hari.
Peran Health Locus Of Control dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Salsabilla, Salwa; Erlina, Lina; Hamzah, Ali; Rohyadi, Yosep
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2170

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi angka kejadian diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tinggi di Indonesia. Pengelolaan DM memerlukan jangka waktu panjang dan akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pengontrolan diri berdasarkan persepsi yang membentuk perilaku dalam mengendalikan kesehatan merupakan health locus of control (HLoC). Beberapa penelitian masih menunjukan adanya perbedaan antara HLoC mana yang mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara HLoC dengan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2 yang diuraikan dalam 3 dimensi HLoC yaitu internal, change, dan powerful of others. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 93 pasien DM tipe 2. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil uji statistik chi-square, terdapat hubungan antara IHLC dengan kualitas hidup, terdapat hubungan antara CHLC dengan kualitas hidup, dan tidak terdapat hubungan antara PHLC dengan kualitas hidup. Untuk penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk meneliti tentang hubungan HLoC dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 menggunakan design penelitian kohort atau case control.
The Correlation Between Smoking Habits and Stroke Severity Among Patient with Stroke at General Public Hospital in Bandung, Indonesia Syaharani, Syarifa Sophia; Agustiyowati, Tri Hapsari Retno; Rohyadi, Yosep
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i3.707

Abstract

Aims: Stroke, a severe neurological condition, can be fatal and can be influenced by smoking habits and lifestyle choices, as it can cause plaque buildup in blood vessels. This study to determine the association between smoking behaviour and the severity of stroke in stroke patients. Methods: The study used cross-sectional research with 51 respondents, measuring smoking habits and stroke severity. Results showed a significant positive relationship between smoking habits and stroke severity, with 23.5% having light smoking and 33.3% having mild strokes. Results: The research reveals that 62.7% of stroke patients treated at Al Ihsan Regional Hospital are male, with most having infarction strokes and being over 60 years old. Most have a smoking habit of 10-20 cigarettes per day, with moderate habits. Smoking habits can trigger atherosclerosis, causing strokes and affecting clinical outcomes. Conclusions: The study found a moderate relationship between smoking habits and stroke severity in stroke patients at Al Ihsan Regional Hospital, with smoking habits affecting the degree of stroke and causing infarction.
SIKAP KELUARGA DAN JARAK TEMPAT TINGGAL BERPERAN DALAM KETERLAMBATAN WAKTU KEDATANGAN PASIEN STROKE KE INSTALASI GAWAT DARURAT Hamzah, Ali; Ristiani, Tina; Sasmita, Anah; Muttaqin, Zaenal; Dwidasmara, Sansri; Rohyadi, Yosep
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.3179

Abstract

Stroke remains a leading cause of disability and mortality, with a notably high prevalence in West Java Province in 2018, reaching 11.4 per 1,000 individuals surpassing the national average of 10.9 per 1,000. Prompt medical intervention within the first three hours after stroke onset commonly referred to as the golden period is critical for optimal outcomes. However, many patients continue to experience delayed hospital arrival. Two primary contributing factors are the lack of prompt response from family members and the considerable distance between the patient's residence and the hospital. This study aimed to examine the relationship between family responsiveness and residential distance with delayed hospital arrival among stroke patients. A correlational analytic approach was used with a cross-sectional study design. The sample included 50 participants, selected using purposive sampling. Data processed and analyzed by chi-square test. Findings revealed that 68% of respondents demonstrated low levels of family responsiveness and resided ≥10 kilometers from the hospital. These individuals were typically brought to the hospital more than three hours post-attack. Statistical analysis confirmed a significant relationship between both variables and the delay in hospital arrival (P=0.012). The results underscore the importance of enhancing family awareness and responsiveness through targeted education about the critical timing of stroke care. Additionally, hospitals should consider implementing hotline or early warning systems to facilitate faster response times and improve access to emergency services.
GAMBARAN SIKAP PASIEN ASMA MENGENAI KEGIATAN OLAHRAGA DALAM PENCEGAHAN SERANGAN ASMA Ernawati, Cucu; Diah KD, Sansri; Tursini, Yati; Rohyadi, Yosep
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v1i1.517

Abstract

This research is motivated by the increasing asthma incidence in the city of Bandung. Asthma is a chronic disease that needs to be managed pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological management is sports activities. Exercise can strengthen the breathing muscles in asthma patients. Not all asthma patients have high enthusiasm to exercise, depending on how the patient's attitude. An attitude is needed to provide a response that can start or guide sports behavior. This study aims to identify the attitude of asthma patients regarding sports activities in the prevention of asthma attacks. This study included a qualitative, research design using a descriptive design with systematic literature review method through searching journals in Google Schoolar with keywords asthma patient attitudes towards sports in preventing asthma recurrence so that 4 journals were obtained based on the characteristics of respondents, places, and methods. The results of the 4 journals included recurrence prevention efforts as much as positive 76.5% and negative 23.5%, family attitudes in preventing recurrence of asthma were good (positive) 89.6% while less (negative) categories were 10.4% , asthma patients who have a positive attitude towards asthma and gymnastics as much as 52.9% while those who are negative 47, 1%, and negative perceptions about preventing asthma recurrence by 56% while positive perception 44%. Conclusions from 4 journals found that most asthma patients are positive about exercise in preventing asthma attacks. It is hoped that health workers will increase their role regarding exercise in preventing asthma attacks and further research related to behavior in preventing asthma attacks.
Faktor Perilaku Perawatan Diri dalam Pengendalian Kadar Kolesterol Total pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Aprian Dwi Karnilasari; Rohyadi, Yosep; Tarjuman, Tarjuman; Dwidasmara, Sansri Diah K.; Muttaqin, Zaenal
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3352

Abstract

Penyakit jantung coroner (PJK) menyumbang 36% kematian global. Prevalensi PJK di Indonesia cukup tinggi disebabkan karena kolesterol total yang tinggi. Oleh sebab itu, pengelolaan kolesterol melalui perilaku perawatan diri menjadi aspek penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pasien PJK. Metode penelitian melalui pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 49 pasien yang dipilih secara purposive sampling yaitu responden PJK dengan usia >18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku perawatan diri dan hasil pemeriksaan kadar kolesterol total, selanjutnya dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan bahwa 38,78% responden memiliki perilaku perawatan diri baik, 46,94% memadai, dan 14,29% buruk. Sebanyak 48,98% responden memiliki kadar kolesterol total dalam batas normal, sedangkan 51,02% tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total (p = 0,022), dengan koefisien korelasi sebesar 0,7662 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna dan kuat antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pada pasien CHD. Disarankan peningkatan edukasi dan motivasi pasien untuk menerapkan perilaku perawatan diri guna mengontrol kolesterol dan mencegah komplikasi.