Tompunuh, Magdalena M.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Cuci Tangan Pada Anak Sekolah Dasar Terhadap Pengetahuan dan Ketrampilan Cuci Tangan Tompunuh, Magdalena M.; Astuti, Siti Choirul Dwi; Abdullah, Apriliya; Febriani, Ririn; Mahmud, Sintiya
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i1.511

Abstract

Cuci tangan merupakan cara masyarakat untuk menjaga kesehatannya akan tetapi banyak anak sekolah dasar yang belum mengetahui cara cuci tangan yang benar. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pemahaman pentingnya cuci tangan terhadap anak sekolah dasar. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan pretest dan postest tentang cuci tangan, pemberian materi cuci tangan lalu demonstrasi cu  ci tangan. Selanjutnya pemberian materi menggunakan video. Mitra yang terlibat dalam murid kelas 1-2 sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairat Gorontalo sebanyak 69 orang. Hasil yang didapatkan  menunjukan ada peningkatan pengetahuan setelah pemberian materi dari 70% cukup menjadi 100% baik dan peningkatan ketrampilan dari 34% kurang menjadi 100% terampil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa kelas 1–2 Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairat Gorontalo tentang cara cuci tangan yang benar. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan sejak usia dini.
Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Diabetes Melitus Pada Remaja Putri di SMPN 11 Gorontalo Provinsi Gorontalo Tompunuh, Magdalena M.; Astuti, Siti Choirul Dwi; Wahyudi, Nanda; Alamri, Fahria; Mohi, Delviana; Yusuf, Cesilia Pratiwi; Usman, Anisa Humairah
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i1.567

Abstract

Peningkatan prevalensi diabetes melitus tipe 2 pada remaja putri menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan sedentari, merupakan faktor risiko utama yang memicu resistensi insulin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Gorontalo di SMPN 11 Gorontalo, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai gaya hidup sehat sebagai upaya preventif terhadap diabetes. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi makanan tinggi gula, simulasi aktivitas fisik sederhana, pemeriksaan antropometri dan lingkar perut, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor pre-test 58,2 meningkat menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, sebanyak 17% peserta teridentifikasi memiliki risiko obesitas sentral berdasarkan pengukuran lingkar perut. Kebaruan program ini terletak pada pendekatan edukasi visual dan praktik langsung berbasis sekolah, yang mendorong partisipasi aktif siswa. Berbeda dengan program sejenis yang bersifat teoritis dan satu arah, intervensi ini bersifat kontekstual, aplikatif, dan juga berfungsi sebagai skrining dini yang dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dan tenaga kesehatan. Kesimpulannya, pendekatan edukatif berbasis komunitas dengan metode partisipatif dan visual efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perubahan perilaku sehat pada remaja. Program ini selaras dengan strategi nasional pengendalian penyakit tidak menular dan layak direplikasi di sekolah lain.
Diet Preferences and Motivations of Female Adolescents: A Descriptive Study in Gorontalo City Tompunuh, Magdalena M.; Astuti, Siti Choirul Dwi
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v5i2.597

Abstract

The increasing awareness of the ideal body shape among adolescents, driven by the influence of social media and social pressure, has led many teenage girls to follow specific diet trends despite lacking a thorough understanding of their nutritional needs and the long-term health implications. This study aims to identify the preferred diet trends among teenage girls and to examine their dietary patterns and motivations for dieting, with a focus on female students at SMPN 11 Gorontalo. The research employs a descriptive quantitative approach, with data collected through closed-ended questionnaires distributed to 30 female students in grades VIII and IX who reported having been on or currently being on a diet. The data were analyzed descriptively using percentages and presented in tables and graphs. The results show that the most commonly chosen diet among respondents is the low-carbohydrate diet (36.7%), followed by intermittent fasting (26.7%), portion reduction diets (20%), and vegetarian/vegan diets (10%). Their dietary patterns generally tend to restrict staple food intake and replace it with high-protein foods or fruits. However, this is not always accompanied by an understanding of balanced nutrition. The primary motivations for dieting were the desire to lose weight (43.3%), the influence of social media (30%), and peer encouragement (16.7%). Most respondents obtained their diet-related information from social media, while only a small proportion received information from parents or teachers. These findings suggest that external factors have a greater influence on adolescents' diet preferences than rational health considerations. Therefore, more structured and contextually relevant nutrition education efforts are needed within the school environment to help teenage girls develop healthy, balanced eating habits appropriate to their stage of growth.