Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Oleh Bidan di Rumah Sakit Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo Mohamad, Selvi
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Inisiasi menyusu dini atau sering disingkat dengan IMD merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada bayi segera setelah lahir dengan cara meletakkan bayi di perut ibu, kemudian dibiarkannya bayi untuk menemukan puting susu ibu dan menyusu hingga puas. Proses ini dilakukan paling kurang 60 menit (1 jam) pertama setelah bayi lahir. Dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan mensosialisasikan pentingnya manfaat dari inisiasi menyusu dini, perlu diupayakan program yang dapat meningkatkan IMD. Agar program tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan target yang ingin dicapai maka harus diketahui terlebih dahulu faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan IMD. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini oleh bidan di rumah sakit Prof Dr Aloei Saboe Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia, lama kerja, pengetahuan, sikap dan pelatihan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Rumah Sakit Prof Dr Aloei Saboe Kota Gorontalo.   Kata kunci:  Usia, Lama Kerja, Pengetahuan, Sikap, Pelatihan. Abstract Early breastfeeding initiation or often abbreviated with IMD is an opportunity given to infants shortly after birth by putting the baby in the mother's abdomen, then let the baby to find the mother's nipple and suckle until satisfied. This process is carried out at least 60 minutes (1 hour) first after the baby is born. In an effort to reduce infant mortality and promote the importance of the benefits of early breastfeeding initiation, it is necessary to improve the IMD program. In order for the program on target and in accordance with the targets to be achieved it must be known in advance of factors related to the implementation of the IMD. Objectives to be achieved from this research is to analyze factors associated with the implementation of early breastfeeding initiation by a midwife at the hospital Prof. Dr. Aloei Saboe Gorontalo. The results showed that there is a relationship between age, duration of work, knowledge, attitude and training with the implementation of early breastfeeding initiation in the Hospital Prof. Dr. Aloei Saboe Gorontalo. Keyword:  Age, Duration of  Work, Knowledge, Attitude, Training
Comprehensive Obstetric Care for Mrs. F.D at The Dumbo Raya Health Center, Gorontalo City Alza, Nurfaizah; Mohamad, Selvi; Yulianingsih, Endah; Ibrahim, Fatmawati; Abdul, Salsabila Putri Aprilda
Jurnal Midwifery Vol 7 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v7i2.60675

Abstract

Introduction Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (AKB) are still national health problems. Based on data from the Dumbo Raya Health Center in 2022–2024, there was an increase in AKI cases from 0 to 2 cases, and AKB from 5 to 11 cases, caused by IUFD, congenital disorders, diarrhea, and leaky heart. Comprehensive obstetric care aims to provide continuous services from pregnancy to birth control. Method This research method uses a descriptive method through a case study approach. The subject used in this study was Mrs. F.D, aged 24 years, who was accompanied from 30 weeks of gestation. Results During pregnancy, mothers complain of back pain and frequent urination, which is successfully overcome through education, light massage, warm compresses, and changes in fluid consumption patterns. Labor takes place through sectio caesarea due to macrosomy indications. During the postpartum period, SC wound monitoring, uterine involution, lochea, breastfeeding education, personal hygiene, and family planning counseling are carried out. The mother chooses to use MAL contraceptives and plans to use an IUD. Neonatal visits are carried out three times, the baby is in normal condition. Conclusion The results of care from pregnancy to postpartum show that services take place optimally, characterized by the absence of complications. This comprehensive midwifery care is expected to increase maternal awareness in implementing good health practices and support maternal and infant health as a whole and sustainable.
Hemorrhoid Degrees of Pregnant Women in the Use of Suppository Phaleria macrocarpa Astuti, Siti Choirul Dwi; Mohamad, Selvi; Nurlaily Z, Sri; Damiti, Sukmawati A.; Mashar, Harlyanti Muthmai’nnah
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 4 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss4.1664

Abstract

Increased progesterone levels during pregnancy can lead to haemorrhoids, which require proper management to minimize risks to both the mother and fetus. Since haemorrhoidectomy is not a suitable option for pregnant women, alternative treatments with minimal side effects are needed. This study aimed to evaluate the effectiveness of Phaleria macrocarpa suppositories in reducing the degree of haemorrhoids in pregnant women. This study employed a true experimental design with a cross-sectional approach. The study population consisted of pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using observation sheets and analyzed using the Wilcoxon test. The results study show that among pregnant women who used standard suppositories, 23 participants (71.8%) showed no change in the degree of haemorrhoids, while 9 participants (28.8%) experienced a reduction in severity. In contrast, all 32 participants (100%) who used Phaleria macrocarpa suppositories experienced a decrease in haemorrhoid severity. Statistical analysis showed a significant difference (p < 0.05) between the two groups, with a p-value of 0.0013, indicating that Phaleria macrocarpa suppositories were significantly more effective in reducing haemorrhoids compared to standard suppositories. The conclusion is Phaleria macrocarpa suppositories effectively reduce the severity of haemorrhoids in pregnant women and may serve as a safer alternative to conventional treatments. Further research with larger sample sizes and long-term follow-ups is recommended to validate these findings and explore the potential mechanisms of Phaleria macrocarpa in haemorrhoid treatment.
The Effect of Adding Ginger Extra to Dragon Fruit Juice to Increase Hemoglobin Levels in Pregnant Women at the Kabila Health Center, Bone Bolango Regency Mohamad, Selvi; Alza, Nurfaizah; Astuti, Siti Choirul Dwi
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1643

Abstract

Abstrak: Latar Belakang: Prevalensi anemia pada kehamilan di Indonesia mencapai 48,9% sehingga diperlukan pendekatan pangan fungsional yang mudah diakses. Buah naga merah dan jahe dipilih karena kandungan vitamin C, zat besi, serta efek hematopoietik yang saling melengkapi. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak jahe pada jus buah naga merah terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental pretest-posttest control group selama 10 hari di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango melibatkan 60 ibu hamil trimester kedua dengan anemia ringan. Kelompok intervensi menerima 150 mL jus buah naga merah dengan 2 g ekstrak jahe per hari, sedangkan kontrol menerima jus tanpa jahe. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hemocue Hb 201+. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test (p<0,05). Hasil: Peningkatan hemoglobin pada kelompok intervensi (1,3±0,4 g/dL) lebih tinggi dibanding kontrol (0,7±0,3 g/dL; p=0,008; 95% CI=0,18-0,97). Simpulan: Penambahan ekstrak jahe meningkatkan hemoglobin lebih efektif dibanding jus buah naga merah saja. Saran: Kombinasi ini berpotensi diterapkan sebagai intervensi pangan lokal untuk pencegahan anemia pada ibu hamil.
PEMBERDAYAAN KADER UNTUK MENCEGAH DAN TERAPI TERJADINYA BABY BLUES PADA IBU NIFAS Abdul, Nurnaningsih Ali; Mohamad, Selvi; Tompunuh, Magdalena Martha; Olii, Nancy; Suherlin, Ika; Luawo, Herman Priyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27386

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah 3 orang ibu nifas yang mengalami baby blues. Hal ini karena kurangnya pengetahuan, dan dukungan dari pihak keluarga serta petugas kesehatan. Masalah baby blues masih dianggap wajar sehingga seringkali terabaikan dan tidak tertangani dengan baik. Tidak sedikit ibu yang mengalami baby blues yang berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental yang awalnya ringan kemudian berkembang cepat, sehingga ibu bisa saja bunuh diri atau menyakiti bayinya sendiri.Tujuan Pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada kader tentang pencegahan dan terapi baby blues pada ibu nifas melalui yoga post partum. Sasaran dalam penelitian ini adalah kader yang berjumlah 6 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabmas ini melalui edukasi dan pelatihan yoga post partum menggunakan video. Evaluasi kegiatan melalui pre dan posttest dan hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan menjadi 85% dan ketrampilan kader sebesar 98,5%.Abstract: The problem the partners are currently facing is 3 postpartum mothers who are experiencing baby blues. This is due to a lack of knowledge and support from the family and health workers. The problem of baby blues is still considered normal so it is often ignored and not treated properly. Not a few mothers experience baby blues which has a negative impact on physical and mental health, which initially is mild and then develops quickly, so that the mother may commit suicide or hurt her own baby. The aim of community service is to increase knowledge and skills among cadres regarding the prevention and therapy of baby blues in Postpartum mothers through post partum yoga. The target in this research was a cadre of 6 people. The method for implementing this community service activity is through postpartum yoga education and training using videos. Evaluation of activities through pre and posttests 85% and the results showed an increase in cadre knowledge and skills by 98.5%.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGAPLIKASIAN BABY MASSAGE Mopangga, Nurfitri; Suherlin, Ika; Porouw, Hasnawatty Surya; Amu, Melisawati; Rasyid, Puspita Sukmawaty; Mohamad, Selvi; Yulianingsih, Endah; Violentina, Yollanda Dwi Santi; Olii, Nancy; Podungge, Yusni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20386

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) jumlah stunting di Kabupaten Gorontalo memiliki persentase yang tertinggi hingga mencapai angka 30,8. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Memberikan edukasi pada orang tua tentang pencegahan stunting melalui pengaplikasian baby massage terhadap pertumbuhan dan berat badan bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dengan hasil koordinasi bersama mitra pendukung yang terkait dalam hal ini yaitu kader kesehatan, bidan desa dan kepala desa. Data yang diperoleh dari hasil koordinasi yaitu jumlah bayi sebagai sasaran yaitu 13 orang bayi yang bersedia mengikuti pengabdian masyarakat yang didampingi langsung oleh orang tua (ibu) yang menjadi sasaran kegiatan. Bentuk evaluasi yang dilakukan berupa tanya jawab secara langsung antara pemateri dengan sasaran. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh peningkatan pengetahuan dari 61,5% menjadi 93% terhadap ibu yang memiliki bayi berusia satu hingga dua belas bulan tentang pijat.Abstract: Stunting is a problem that causes linear growth impairment in toddlers caused by chronic undernourishment. According to data for the Indonesian nutrition status survey (ssgi) the number of stfalls in gorontalo districts has a highest percentage to reach 30.8. The aim of this society is to educate parents about stunting prevention through a baby massage application for growth and weight. Community service is carried out by means of a method of counseling with coordination with the associated partners in this issue of the health of a village midwife and the village head. Data obtained from coordination indicates that the number of babies will be the target of 13 babies willing to participate in community service accompanied by a parent (mother) who is the target of activity. A direct evaluation takes place between a question and a target. The results of community dedication have increased knowledge from 61.5% to 93% of mothers with one-to twelve-month-old babies on massage.
PROGRAM PEER SUPPORT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI KECAMATAN TILANGO Yulianingsih, Endah; Z, Sri Nurlaily; Tompunuh, Magdalena Martha; Mohamad, Selvi; Anasiru, Mohamad Anas; Luawo, Herman P.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31967

Abstract

Abstrak: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang rendah merupakan salah satu penyebab utama tingginya prevalensi anemia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD melalui pendekatan peer support yang melibatkan remaja sebagai pendamping sebaya (peer educator). Dalam pelaksanaan program ini, penguatan soft skill menjadi fokus utama agar remaja putri tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk membangun jejaring dukungan yang efektif. Melalui program peer support, remaja putri dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi efektif, Kemampuan public speaking selain itu program ini menumbuhkan sikap empati dan kepedulian sosial, sehingga remaja dapat menjadi pendukung emosional bagi teman-temannya yang mengalami hambatan dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Penguatan soft skill ini diharapkan dapat membentuk karakter remaja yang komunikatif, suportif, dan bertanggung jawab dalam membangun budaya sehat di lingkungan mereka. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tilote, Kecamatan Tilango dengan melibatkan 30 remaja putri sebagai peserta dan 6 di antaranya sebagai peer educator. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, pelatihan, diskusi kelompok, serta pendampingan mingguan oleh teman sebaya. Evaluasi dilakukan melalui pre-posttest sebanyak 15 pertanyaan dan observasi perilaku konsumsi TTD. Hasil menunjukkan peningkatan kepatuhan dari 30% menjadi 76,7%, serta peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 58,3 menjadi 85,6. Selain itu, penguatan soft skills seperti komunikasi dan kerja sama kelompok juga mengalami peningkatan sebesar 60%. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan peer support efektif dalam membentuk perilaku sehat pada remaja putri dan dapat direplikasi untuk isu kesehatan remaja lainnya.Abstract: Anemia in adolescent girls is still a significant public health problem in Indonesia, especially in rural areas. Low compliance with iron supplement consumption is one of the main causes of the high prevalence of anemia. This program aims to improve compliance with iron supplement consumption through a peer support approach involving adolescents as peer educators. In implementing this program, strengthening soft skills is the main focus so that adolescent girls not only gain knowledge, but also have good interpersonal skills to build effective support networks. Through the peer support program, adolescent girls are trained to improve their effective communication skills, public speaking skills, in addition, this program fosters empathy and social concern, so that adolescents can become emotional supporters for their friends who experience obstacles in consuming iron supplement tablets. Strengthening these soft skills is expected to shape the character of adolescents who are communicative, supportive, and responsible in building a healthy culture in their environment. The activity was carried out in Tilote Village, Tilango District, involving 30 adolescent girls as participants and 6 of them as peer educators. The implementation method includes counseling, training, group discussions, and weekly mentoring by peers. The evaluation was conducted through a pre-posttest of 30 numbers and observation of TTD consumption behavior. The results showed an increase in compliance from 30% to 76.7%, as well as an increase in the average knowledge score from 58.3 to 85.6. In addition, strengthening soft skills such as communication and group work also increased by 60%. This program shows that the peer support approach is effective in forming healthy behavior in adolescent girls and can be replicated for other adolescent health issues.
PERILAKU CERDAS DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL Astuti, Eka Rati; Tompunuh, Magdalena Martha; Yulianti, Desak Made; Mohamad, Selvi; Manto, Siti Muslimah; Anwar, Faradela; Samadi, Tiara Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28168

Abstract

Abstrak: Secara global, 80% kematian ibu hamil yang tergolong dalam penyebab kematian ibu secara langsung, yaitu disebabkan karena terjadinya komplikasi seperti pendarahan (25%) biasanya pendarahan pasca persalinan, hipertensi pada ibu hamil (12%), partus macet (8%), aborsi (13%) dan karena sebab lainnya (7%). Meningkatnya kejadian hipertensi dipengaruhi beberapa faktor risiko yaitu jenis kelamin, adanya riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga, obesitas, kurang olah raga, mengkonsumsi garam berlebih, stress dan kebiasaan hidup seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perilaku cerdas dalam pengendalian hipertensi pada ibu hamil. Metode yang digunakan ceramah dan tanya jawab, sasaran pengabdian ini adalah ibu hamil berjumlah 30 ibu hamil. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pretest dan posttest. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan pada ibu hamil sebanyak 28 orang (94%) tentang pencegahan hipertensi setelah diberikan penyuluhan tentang perilaku CERDAS dalam pengendalian hipertensi pada ibu hamil.Abstract: Globally, 80% of maternal deaths are directly attributable to complications such as haemorrhage (25%), usually post-partum haemorrhage, hypertension in pregnant women (12%), obstructed labour (8%), abortion (13%) and other causes (7%). The increasing incidence of hypertension is influenced by several risk factors, namely gender, family history of high blood pressure, obesity, lack of exercise, excessive salt consumption, stress and life habits such as smoking and drinking alcoholic beverages. This activity aims to increase the knowledge of pregnant women about smart behaviour in controlling hypertension in pregnant women. The method used was lecture and question and answer, the target of this service was 30 pregnant women. Evaluation of activities is carried out using pretests and posttests. The results obtained were an increase in knowledge in pregnant women as many as 28 people (94%) about the prevention of hypertension after being given counseling on SMART behaviour in controlling hypertension in pregnant women.