Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Personal Branding dalam Meningkatkan Kredibilitas dan Daya Saing Influencer Widyaputra, Fauzan Ahdi
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 3 (2025): Juli 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i3.666

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memunculkan era baru dalam pemasaran digital, di mana media sosial menjadi platform utama dalam menyampaikan pesan, membangun relasi, dan memengaruhi opini publik. Fenomena ini turut melahirkan profesi influencer—individu yang memiliki pengaruh besar melalui jumlah pengikut dan keterlibatan audiens yang tinggi. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, strategi personal branding menjadi aspek krusial untuk membentuk kredibilitas dan meningkatkan daya saing seorang influencer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi personal branding yang diterapkan oleh dua influencer populer Indonesia, Fadil Jaidi dan Fuji, serta mengkaji persepsi publik dan posisi mereka di media sosial. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan ditinjau melalui teori komunikasi, penelitian ini menyoroti pentingnya proses konstruksi identitas digital yang otentik dan konsisten. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa personal branding tidak hanya memperkuat kredibilitas influencer, tetapi juga berfungsi sebagai diferensiasi strategis dalam pasar digital yang kompetitif. Temuan ini memperkuat argumen bahwa personal branding merupakan fondasi penting dalam keberhasilan karier influencer di era komunikasi berbasis media sosial.
Strategi Personal Branding dalam Meningkatkan Kredibilitas dan Daya Saing Influencer Widyaputra, Fauzan Ahdi
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 3 (2025): Juli 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i3.666

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memunculkan era baru dalam pemasaran digital, di mana media sosial menjadi platform utama dalam menyampaikan pesan, membangun relasi, dan memengaruhi opini publik. Fenomena ini turut melahirkan profesi influencer—individu yang memiliki pengaruh besar melalui jumlah pengikut dan keterlibatan audiens yang tinggi. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, strategi personal branding menjadi aspek krusial untuk membentuk kredibilitas dan meningkatkan daya saing seorang influencer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi personal branding yang diterapkan oleh dua influencer populer Indonesia, Fadil Jaidi dan Fuji, serta mengkaji persepsi publik dan posisi mereka di media sosial. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan ditinjau melalui teori komunikasi, penelitian ini menyoroti pentingnya proses konstruksi identitas digital yang otentik dan konsisten. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa personal branding tidak hanya memperkuat kredibilitas influencer, tetapi juga berfungsi sebagai diferensiasi strategis dalam pasar digital yang kompetitif. Temuan ini memperkuat argumen bahwa personal branding merupakan fondasi penting dalam keberhasilan karier influencer di era komunikasi berbasis media sosial.
Fenomena Job Hugging pada Generasi Milenial di Tengah Ketidakpastian Dunia Kerja Widyaputra, Fauzan Ahdi
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i2.927

Abstract

Fenomena job hugging merujuk pada kecenderungan karyawan untuk mempertahankan pekerjaannya meskipun mengalami ketidakpuasan kerja, sebagai respons terhadap ketidakpastian dunia kerja yang semakin kompleks. Fenomena ini semakin mengemuka di kalangan generasi milenial yang menghadapi tekanan ekonomi, kompetisi pasar tenaga kerja, dan perubahan organisasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena job hugging dari perspektif hubungan masyarakat (Public Relations) internal, khususnya dalam konteks komunikasi organisasi dan relasi antara organisasi dengan publik internalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tim public relations internal dan karyawan milenial di sektor formal, yaitu PT. Akur Pratama (Yogya Group), serta diperkuat dengan observasi partisipatif dan studi dokumentasi internal perusahaan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan pada proses pemaknaan pengalaman subjektif informan terhadap keamanan kerja, loyalitas, dan komunikasi internal, dengan tahapan: transkripsi data, reduksi data, pengkodean terbuka, pengelompokan tema, dan penarikan makna esensial pengalaman informan. Proses analisis mengacu pada langkah fenomenologis interpretatif untuk mengidentifikasi konstruksi makna loyalitas, keamanan kerja, dan peran komunikasi public relations internal. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job hugging dipengaruhi oleh persepsi ketidakpastian ekonomi, keterbatasan mobilitas kerja, serta konstruksi komunikasi organisasi internal yang menekankan stabilitas dan keamanan. Praktik public relations internal berperan signifikan dalam membentuk makna loyalitas dan kepercayaan karyawan. Namun, komunikasi yang bersifat satu arah dan minim dialog berpotensi menciptakan loyalitas semu (pseudo-loyalty), yang secara jangka panjang dapat memengaruhi kesejahteraan karyawan dan keberlanjutan reputasi organisasi.
Fenomena Job Hugging pada Generasi Milenial di Tengah Ketidakpastian Dunia Kerja Widyaputra, Fauzan Ahdi
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i2.927

Abstract

Fenomena job hugging merujuk pada kecenderungan karyawan untuk mempertahankan pekerjaannya meskipun mengalami ketidakpuasan kerja, sebagai respons terhadap ketidakpastian dunia kerja yang semakin kompleks. Fenomena ini semakin mengemuka di kalangan generasi milenial yang menghadapi tekanan ekonomi, kompetisi pasar tenaga kerja, dan perubahan organisasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena job hugging dari perspektif hubungan masyarakat (Public Relations) internal, khususnya dalam konteks komunikasi organisasi dan relasi antara organisasi dengan publik internalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tim public relations internal dan karyawan milenial di sektor formal, yaitu PT. Akur Pratama (Yogya Group), serta diperkuat dengan observasi partisipatif dan studi dokumentasi internal perusahaan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan pada proses pemaknaan pengalaman subjektif informan terhadap keamanan kerja, loyalitas, dan komunikasi internal, dengan tahapan: transkripsi data, reduksi data, pengkodean terbuka, pengelompokan tema, dan penarikan makna esensial pengalaman informan. Proses analisis mengacu pada langkah fenomenologis interpretatif untuk mengidentifikasi konstruksi makna loyalitas, keamanan kerja, dan peran komunikasi public relations internal. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job hugging dipengaruhi oleh persepsi ketidakpastian ekonomi, keterbatasan mobilitas kerja, serta konstruksi komunikasi organisasi internal yang menekankan stabilitas dan keamanan. Praktik public relations internal berperan signifikan dalam membentuk makna loyalitas dan kepercayaan karyawan. Namun, komunikasi yang bersifat satu arah dan minim dialog berpotensi menciptakan loyalitas semu (pseudo-loyalty), yang secara jangka panjang dapat memengaruhi kesejahteraan karyawan dan keberlanjutan reputasi organisasi.