Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Partisipasi Kunjungan Posyandu Balita Melalui Penguatan Dukungan Mitra Tiyas, Dwi Wahyuning
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.648

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi wadah upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) diselenggarakan, dikelola dari, oleh, untuk, bersama Masyarakat untuk pembangunan kesehatan didesa, target minimal pemerintah terhadap jumlah kunjungan balita yang datang untuk melakukan penimbangan (D/S) setiap bulannya diangka 75%, Berdasarkan Laporan Kesehatan tahun 2022 di Bangkalan kunjungan ke posyandu baru mencapai target pada angka 54,3%, kurangnya partisipasi Masyarakat dalam kunjungan keposyandu dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga, keterbatasan sarana, termasuk penyediaan Makanan Tambahan, dana, peran kader, kurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam pelaksanaan posyandu. Memerlukan upaya keterlibatan Pihak ketiga dalam Pembangunan partisipasi Masyarakat dalam mengatasi faktor keterbatasan yang ada, dan sebagai wujud partisipasi Masyarakat dalam penyelenggaran Kesehatan dasar dipedesaan yaitu pada kegiatan posyandu agar terlaksana dengan baik, serta mendorong penyelesaian permasalahan  rendahnya partisipasi kunjungan ibu bayi/ Balita keposyandu, dan keterbatasan kader dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu, diperlukan keterlibatan dosen dan mahasiswa kesehatan sebagai mitra penyelenggara kegiatan posyandu. Terjadi Peningkatan angka partisipasi kunjungan keluarga/ibu Bayi dan Balita ke Posyandu setiap bulannya melalui Manipulasi pelaksanaan kegiatan posyandu 5 meja oleh mahasiswa sebagai mitra pendamping kader, sehingga terlaksana kegiatan posyandu dengan system 5 meja oleh  kader posyandu, pemberian Dukungan fasilitas untuk kegiatan posyandu (Papan system 5 meja, alat timbangan ,ukur Tinggi Badan)dan dukungan Makanan Tambahan oleh mitra, Pemberian edukasi tentang posyandu telah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu/keluarga bayi balita tentang posyandu, penyampaian informasi kegiatan posyandu melalui aplikasi Group WA sebagai wadah bagi kader, keluarga balita dan tenaga kesehatan membantu penyebar luasan adanya kegiatan posyandu yang akan dilaksanakan setiap bulannya.
SUPPORTING THE PREVENTION OF PREECLAMPSIA IN PREGNANT WOMEN THROUGH PRENATAL YOGA RELAXATION TRAINING Tiyas, Dwi Wahyuning
JURNAL PARADIGMA (PEMBERDAYAAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol 7 No 1 (2025): JURNAL PARADIGMA VOLUME 7 NOMOR 1 APRIL 2025
Publisher : STIKES NGUDIA HUSADA MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/pgm.v7i1.2687

Abstract

Blood pressure above 140 mmHg in pregnant women is an indicator of preeclampsia during pregnancy. Hypertension experienced by pregnant women can lead to complications such as seizures (eclampsia), cardiovascular disorders, stroke, and even maternal death. Based on observations of pregnant women in Lantek Timur Village, Galis district, Bangkalan Regency, it was found that 28% of pregnant women were at risk of developing preeclampsia. This highlights the need for preventive efforts to reduce blood pressure, inflammation of endothelial function, and physical stress during pregnancy. One effective approach to promote relaxation, calmness, and comfort in pregnant women is through prenatal yoga relaxation exercises. Prenatal yoga is a productive solution that helps return the body to a calmer state. The combination of physical techniques, structured breathing, and meditation stimulates a sense of well-being as mothers face the challenges of pregnancy. Because this technique requires repeated practice, health education and facilitated prenatal yoga sessions are necessary and can be incorporated into maternal health classes as an additional activity. Health education on the prevention of preeclampsia through prenatal yoga had been implemented in a planned manner. Educational media, including PowerPoint presentations, instructional videos, and pre- and post-tests, were provided. The results showed that most pregnant women had a good level of knowledge, with scores above 76% on the post-test. The facilitated implementation of prenatal yoga exercises was conducted through demonstration by facilitators, the distribution of booklets as guides for home practice, and the use of audiovisual media. During the sessions, all participating pregnant women were able to follow and imitate the prenatal yoga movements. Furthermore, every participant expressed that they felt calm and relaxed, and stated a desire to continue practicing prenatal yoga independently at home.