Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS MODEL ALTMAN Z-SCORE DALAM MEMPREDIKSI GOING CONCERN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012 - 2016 Wawan Saputra
JRAK (Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis) Vol 4 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims determine the company’s financial performance that will be used to predict the possibility of going concern at a company. Research using bankruptcy prediction models Altman (Z-Score). This research is descriptive quantitative approach. In this method the financial statement is analyzed by using Z-Score variable which consists four ratios used are working capital to total assets, retained earnings to total assets, earnings before interest and tax to total assets and book value of equity to book value of debt. The research population was insurance companies listing of Indonesia Stock Exchange (BEI). The sample used in the research were twelve insurance companies are always listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in year 2012-2016. The results of a research of twelve insurance companies listed on the stock exchange showed that three insurance companies are predicted to doubtful of going concern. Of the four variable used to predict doubtful of going concern, working capital to total assets (X1) variable that influence the going concern
Pengaruh Persepsi Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Guru SMK Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Lampung Dachfolfany, Muhammad Ihsan; Wawan Saputra
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.943 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1251

Abstract

Manajerial kepala sekolah dapat ditunjukkan dalam pelaksanaan pengelolaan atau manajerial yang diterapkan di sebuah lembaga pendidikan, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar: (1) pengaruh persepsi manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, (2) pengaruh iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, (3) pengaruh persepsi manajerial kepala sekolah dan iklim organisasi secara bersama terhadap kinerja guru sekolah SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode asosiatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 guru. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi manajerial kepala sekolah dan iklim organisasi terhadap kinerja guru SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung yaitu sebesar 57,0%.
Determinan Pengangguran Terdidik Lulusan Perguruan Tinggi di Kabupaten Aceh Barat Tahun 2010-2022 Wawan Saputra; Mahrizal; Yasrizal
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wjv5ey29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pengangguran terdidik lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Aceh Barat selama kurun waktu 2010 hingga 2022. Pengangguran terdidik menjadi permasalahan serius di Kabupaten Aceh Barat karena mencerminkan adanya ketimpangan antara output pendidikan dan penyerapan tenaga kerja. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel upah memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terdidik, sedangkan variabel kesempatan kerja dan pendidikan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama memengaruhi tingkat pengangguran terdidik di Kabupaten Aceh Barat selama kurun waktu 2010-2022. Hasil uji asumsi klasik yang dilakukan menunjukkan bahwa  model regresi  memenuhi  syarat  normalitas,  tidak  mengandung autokorelasi, dan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas yang signifikan. Determinan adjusted R Square sebesar 62,8. Hal ini menunjukkan bahwa 62,8 persen  pengangguran terdidik di Kabupaten Aceh Barat dipengaruhi oleh variabel upah, kesempatan kerja dan pendidikan sedangkan sisanya 37,20 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pemerintah daerah memperhatikan aspek upah sebagai instrumen penting dalam menekan angka pengangguran terdidik, serta memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan pasar kerja lokal.  
PENGARUH KUALITAS KERJA DAN PENGAWASAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT PRIMA WAHANA AUTO MOBIL Prediyansah Prediyansah; Ratih Hastasari; Wawan Saputra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kerja dan pengawasan terhadap kinerja karyawan di PT Prima Wahana Auto Mobil. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei menggunakan kuesioner. Populasi penelitian terdiri dari 140 karyawan dan sampel sebanyak 103 responden yang diambil menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (sig. 0,011 < 0,05), sementara pengawasan tidak berpengaruh signifikan (sig. 0,153 > 0,05). Namun secara simultan, kualitas kerja dan pengawasan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (sig. F 0,004 < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kerja dan pengawasan secara terpadu dapat meningkatkan kinerja karyawan.