Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry

PERAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM SCHOLARLY COMMUNICATION DAN PENGIMPLEMENTASIANNYA MELALUI JURNAL ELEKTRONIK Fadilla, Nurul
LIBRIA Vol 12, No 02 (2020): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/9025

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana peran perpustakaan perguruan tinggi dalam scholarly communication menjadi suatu proses komunikasi ilmiah atas terciptanya karya tulis ilmiah dan dilakukan penyebarluasan atas hasil karya tersebut. Tulisan ini menekankan pada peran perpustakaan sebagai salah satu bagian yang memiliki peranan penting dalam pemerolehan informasi serta sumber data diperoleh dari perpustakaan. Pada perguruan tinggi, perpustakaan menjadi salah satu yang berperan dan memiliki posisi penting terutama dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi dan pengarsipan untuk memudahkan proses temu kembali informasi ilmiah yang dibutuhkan. Perkembangan teknologi menuntut perpustakaan untuk dapat mengikuti perkembangan agar dapat menyesuaikan diri serta mampu memenuhi kebutuhan pemustaka di lingkungan sivitas akademika. Penggunaan media cetak secara bertahap berganti pada media elektronik, disinilah perpustakaan melakukan penyebaran ilmu pengetahuan dengan media-medianya serta fungsinya sebagai sarana scholarly communication. Tulisan ini akan memaparkan mengenai peran perpustakaan dalam scholarly communication dan pengimplementasiannya melalui jurnal elektronik yang akan membawa perubahan dan kemudahan terhadap scholarly communication dalam menghasilkan karya-karya baru yang berguna bagi proses pengembangan ilmu pengetahuan. Pengetahuan baru tersebut diharapkan dapat diakses, dimanfaatkan dan menjadi rujukan bagi pengembangan keilmuan di masa yang akan datang.Kata Kunci: Scholarly Communication, Komunikasi Ilmiah, Jurnal  Elektronik, E-journal, Perpustakaan Perguruan Tinggi.
Kesenjangan Digital di Era Revolusi Industri 4.0 dan Hubungannya dengan Perpustakaan sebagai Penyedia Informasi Fadilla, Nurul
LIBRIA Vol 12, No 1 (2020): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/7674

Abstract

Abstract This paper examines the digital occurring in the era of the fourth industrial revolution. This current era deals with an explosion of information but a digital divide turns out to be unavoidable as its impacts are so visible and significant. This paper also discusses the relation between the digital divide and the library as an information provider. The digital divide is a gap or inequality of access and use of ICT (Information and Communication Technology) based on differences in age, gender, geographical area, workplace, and others. This paper emphasizes the role of the library as a provider of information working in the field of management, service, and provision of information for its users. In this case, the library seizes opportunities by utilizing ICT development to improve services and provision of information for those who might face the digital divide particularly based on geographical areas namely urban and rural areas in the current industrial revolution era. Keywords: digital divide, the fourth industrial revolution,library. Abstrak Tulisan ini membahas bagaimana kesenjangan digital masih terjadi di era revolusi industri 4.0, padahal di era revolusi industri 4.0 ledakan informasi sedang terjadi namun kenyataannya masih saja terjadi kesenjangan digital yang ternyata tidak dapat untuk dihindari begitu saja karena efeknya yang begitu tampak dan terasa secara signifikan, serta akan membahas bagaimana hubungannya dengan perpustakaan sebagai penyedia informasi. Kesenjangan digital merupakan sebuah gap atau ketidakmerataan akses, dan pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang dapat dilihat dengan perbedaan usia, gender, wilayah geografis, tempat kerja dan lainnya. Tulisan ini menekankan pada peran hubungan perpustakaan sebagai penyedia informasi yang mana harus benar-benar memainkan perannya sebagai institusi yang bekerja dalam pengelolaan, pelayanan dan penyediaan informasi bagi pemustakanya, disinilah perpustakaan menangkap peluang dengan memanfaatkan kemajuan TIK untuk meningkatkan layanan dan penyediaan informasi yang mungkin diantaranya masih ada yang merasakan kesenjangan digital terutama bila melihat dari unsur wilayah geografis antara daerah perkotaan dan perdesaan di era revolusi indsutri 4.0 saat ini. Kata Kunci: kesenjangan digital, digital divide, revolusi Industri 4.0, perpustakaan.