Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BRAND PERSONALITY DAN SALES PROMOTION TERHADAP PURCHASE DECISION PRODUK MAYBELLINE (Studi Pada Mahasiswi S1 Universitas Brawijaya) Fauziah, Alvina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor kepribadian merek (X1) yang terdiri dari ketulusan, daya tarik, keunggulan, kesempurnaan dan faktor promosi penjualan (X2) yang terdiri dari sampel, promosi potongan harga, kupon, dan perlombaan terhadap keputusan pembelian (Y) produk kosmetik yaitu Maybelline. Penelitian ini menggunakan penelitian penjelasan dan sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang merupakan mahasiswi aktif S1 UB Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Alat uji yang digunakan untuk menguji instrumen penelitian adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Penelitian menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis menggunakan uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian merek (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Promosi penjualan (X2) juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) produk Maybelline. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepribadian merek mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan promosi penjualan terhadap keputusan pembelian.Kata Kunci : Kepribadian Merek, Promosi Penjualan, Keputusan Pembelian, Maybelline.
Apakah Korupsi Merupakan Salah Satu Budaya Di Indonesia (Studi Kasus Di Dusun Sena Baru, Desa Kuta Paret, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat ) Sibuea, Mashrul Zuhri; Fauziah, Alvina; Azhara, Arindi Safina; Arizky, Atika; Khairunisa, Sheika Sarah; Ningsih, Nabilla Widya; Putri, Alya Nabila
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 4 No. 1 (2025): Juli - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v4i1.3262

Abstract

This study explores whether corruption can be considered a cultural phenomenon in Indonesia, focusing on a case study in Sena Baru Hamlet, Kuta Paret Village, Selesai Subdistrict, Langkat Regency. A qualitative method with a case study approach was employed, using in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Findings indicate that while corruption has not fully become an inherited tradition like customary values, it is increasingly accepted within certain social contexts. Factors such as low transparency, weak social oversight, and kinship ties are among the key drivers of corrupt practices at the village level. Furthermore, some community members view corruption as a natural consequence of holding public office or as repayment for support received. Despite this, there remains potential to prevent corruption from becoming deeply rooted through anti-corruption education, strengthening the role of religious figures and youth groups, and improving local governance structures.