Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Accelerating The Adoption of Technological Innovations through of Hybrid Paddy Varieties in Bone District, South Sulawesi Mikhael; Aziz, Muhammad Abdul; Nursyamsi, Dedi
Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/21202552999

Abstract

Demonstration Farming is one method of delivering research results and studies to farmer and other users through technology demonstrations to accelerate technology adoption. The purpose of disseminating technological innovation of new superior varieties of hybrid paddy through demonstration farming is to accelerate technology adoption. The activity was carried out in Mandiri Farmer Group, Mallinrung Village, Libureng District, Bone Regency, South Sulawesi. The implementation time started from May to September 2022. The hybrid paddy cultivation technology package was carried out using the Integrated Crop Management (ICM) approach. Variables observed included: 1). Implementation of hybrid paddy demfarm technology innovation, 2). Rice productivity, and 3). Technology dissemination and adoption opportunities. The results of the activity showed that the paddy Demfarm implemented by Mandiri farmer group through the introduction of hybrid varieties combined with ICM approach was able to increase the average productivity of rice by 11.23 tons.ha-1 or 106.73% of the average initial productivity of 5.43 tons.ha-1. Technology dissemination through paddy demfarm and farmer field meetings gave a good response to farmers participating in demfarm and other farmers both in implementation location area and farmers outside the area. Farmers and extension workers can witness firsthand and feel confident in the superiority of technology being demonstrated. Demfarm paddy technology innovations that are likely to be adopted based on the result of interviews include: the use of hybrid varieties (92%), integrated pest control according to target pest organism (90%), the use of quality/ certified seeds and seed treatment (88%), Balanced fertilization (84%), and complete tillage system (80%).
Transformasi Penyuluhan Pertanian Menuju Society 5.0: Analisis Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Triman Tapi; Mikhael; Yohanis Yan Makabori
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 1 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i1.820

Abstract

Latar belakang: Penyuluhan pertanian memegang peranan penting dalam mendorong pertanian menuju masa depan yang cerdas dan berkelanjutan sesuai dengan Society 5.0. Berperan sebagai penghubung antara penelitian dan implementasi di lapangan, salah satu tugas penyuluh adalah memperkenalkan inovasi teknologi kepada petani. Makalah ini bertujuan mendeskripsikan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam transformasi penyuluhan pertanian menuju Society 5.0, dengan fokus pada pengembangan pertanian cerdas dan berkelanjutan. Metode: Metode review jurnal digunakan mengkaji tema utama transformasi penyuluhan pertanian menuju Society 5.0. Studi terhadap jurnal ilmiah diperoleh dari database jurnal Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Kriteria inklusi untuk pemilihan jurnal adalah publikasi yang fokus pada penerapan TIK dalam penyuluhan pertanian, khususnya konsep Society 5.0. Publikasi yang dipilih adalah artikel yang terbit dalam rentang waktu lima tahun terakhir untuk memastikan relevansi dan aktualitas data. Hasil: Terdapat kesepahaman pandangan yang sama pada beberapa kajian literatur jurnal yang terpublikasi terkait Penyuluhan pertanian di era society 5.0. Penyuluhan pertanian memerlukan transformasi paradigma, kapasitas, dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman. Penyuluhan pertanian di era society 5.0 harus mengintegrasikan aspek teknologi, manusia, dan lingkungan dalam menciptakan inovasi dan solusi pertanian yang berdampak positif bagi petani dan semua pelaku di sektor pertanian. Transformasi penyuluhan pertanian memerlukan respons strategis terhadap kebutuhan akan pendekatan yang lebih dinamis, inovatif, dan inklusif. Penyuluh Pertanian dituntut menggunakan berbagai metode penyuluhan, untuk meningkatkan pemahaman petani tentang teknologi baru. Penyuluh tidak hanya sebagai penghubung informasi dan sumber daya, tetapi juga sebagai katalis untuk adopsi teknologi yang dapat mengubah sektor pertanian menjadi lebih efisien dan resiliensi. Kesimpulan: Dalam rangka mencapai visi Society 5.0 dalam konteks pertanian, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki peran krusial dalam memfasilitasi transformasi penyuluhan pertanian menuju pertanian yang cerdas dan berkelanjutan. Investasi berkelanjutan dalam pengembangan TIK dan pelatihan penyuluh menjadi hal yang sangat penting, dan untuk mencapainya, dukungan dari pemerintah, akses terhadap teknologi terbaru, serta kerjasama antara institusi pendidikan, penelitian, dan industri sangatlah diperlukan. Dengan demikian, melalui upaya kolaboratif ini, dapat diharapkan bahwa solusi-solusi yang relevan secara lokal dapat dikembangkan untuk mewujudkan visi pertanian yang adaptif dan berkelanjutan dalam era Society 5.0