Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Role Of Youth Force Muhammadiyah (Amm) In Developing The Suprastructure And Youth Infrastructure In KNPI South Sulawesi Soemitro Emin Praja; Abdul Razak Munir; Lukman Irwan
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v7i2.4300

Abstract

This study aims to see how the role of AMM is in improving the youth superstructure as well as the role of AMM in improving youth infrastructure in KNPI, South Sulawesi. This research uses descriptive qualitative research. The number of informants in this study was the technique of studying the data in this study, observation, interviews, and documentation. The results showed that the role of the Muhammadiyah youth (AMM) in the superstructure of development and youth infrastructure in the South Sulawesi KNPI responded to the reality of advocating and promoting action as a forum for struggle, then reviving communication forums through discussion activities such as social dialogue, then youth and nationality and local-based FGDs on an ongoing basis, as well as becoming a cadre laboratory as a process of youth regeneration efforts in South Sulawesi, and increasing harmonization, solidity and synergy as an effort to cement the OKP plurality in KNPI South Sulawesi. Suggestions in this study are the Chairman of KNPI Sulsel to further promote youth values in terms of infrastructure and youth superstructure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran AMM dalam pembenahan suprastruktur kepemudaan serta bagaimana peran AMM dalam pembenahan infrastruktur kepemudaan di KNPI Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsi Kualitatif. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran angkatan muda muhammadiyah (AMM) dalam pembangunan suprastruktur dan infrastruktur kepemudaan di KNPI Sulawesi Selatan merespon realitas yakni melakukan advokasi dan menggalakkan aksi sebagai wadah perjuangan, kemudian menghidupkan forum-forum komunikasi melalui kegiatan diskusi seperti dialog social kemasyarakatan, kemudian kepemudaan dan kebangsaan serta FGD yang berbasis local secara berkesinambungan, serta menjadi laboratorium kader sebagai proses upaya regenerasi kepemudaan di Sulawesi selatan, dan meningkatkan harmonisasi, soliditas dan sinergitas sebagai upaya merekatkan kemajemukan OKP yang ada di KNPI Sulawesi Selatan. Saran dalam penelitian ini adalah Ketua umum KNPI Sulsel agar lebih menggalakkan lagi nilai-nilai kepemudaan dari segi infrastruktur dan suprastruktur kepemudaaan.
Kinerja Angkutan Umum di Kota Palu M. Nurhidayat; Nini Apriani Rumata; Fathurrahman Burhanuddin; Didiet Haryadi Hakim; Soemitro Emin Praja
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol.8 No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v8i01.612

Abstract

Transportation has a very important role in supporting community activities. One mode of transportation that plays a very important role in supporting community activities is public transportation which functions to transport people from one place to another. In terms of public transport services, it often becomes a problem in the transportation system. Public transport in this case has a service role and function so that it is necessary to conduct a study to see the performance of public transport. In order to complete the analysis of the performance of public transport, a survey of load factor, headway, arrival frequency of public transport, travel time, and availability of public transport fleets is carried out. Analysis was carried out on several variables such as load factor, headway, frequency of public transport arrivals, travel time, and availability of public transport fleets based on applicable standards. This study aims to determine the performance of public transportation in the city of Palu on service to the community as transportation users.
Identifikasi Kesesuaian Lokasi Tempat Evakuasi Sementara Menggunakan Intersect-Overlay di Kabupaten Banggai Kepulauan Fathurrahman Burhanuddin; Soemitro Emin Praja
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol.8 No.2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v8i2.713

Abstract

The Regional Spatial Plan (RTRW), a spatial planning instrument in the district area, needs to pay attention to and consider the form of mitigation in disaster-prone areas. Spatial planning disaster mitigation is planned as an evacuation route and an evacuation site, specifically an evacuation site is referred to as a temporary evacuation site (TES). The research location is in the Banggai Islands Regency by reviewing the suitability of TES in the Regency spatial planning (RTRW). The purpose of the research is to determine the suitability of the TES location plan that has been planned in the spatial planning (RTRW) with several assessment parameters. This study uses an intersect-overlay analysis with several assessment parameters, namely disaster-prone areas, availability of accessibility, spatial pattern plans, and activity function of the TES location. The results of this study are more of a comparative study of the suitability of the TES location plan that has been planned in the spatial planning (RTRW) with the assessment parameters in several previous studies so the TES location needs to be reviewed regarding suitability in determining the TES location in the Banggai Islands Regency spatial planning document.
Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan dengan Fungsi Kawasan di Kabupaten Kolaka Soemitro Emin Praja; M. Nurhidayat; Fathurrahman Burhanuddin; Nini Apriani Rumata
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.117

Abstract

ABSTRAKKabupaten Kolaka memiliki perkembangan yang cukup signifikan. Pertumbuhan penduduk selama 10 tahun terakhir dari tahun 2013 berjumlah 228.599 jiwa dan meningkat pada tahun 2023 menjadi 245.930 jiwa memberikan potensi perkembangan penggunaan lahan yang tinggi pula. Perkembangan penggunaan lahan sebaiknya disesuaikan dengan fungsi kawasan yang dimiliki oleh Kabupaten Kolaka sehingga perencanaan dan pembangunan tetap sesuai dengan kemampuan lahan. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis fungsi kawasan kabupaten kolaka dan menganalisis tingkat kesesuaian penggunaan lahan dengan fungsi kawasan Kabupaten Kolaka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan spasial. Analisis spasial melalui super impose (overlay). Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa fungsi kawasan yang berada di Kabupaten Kolaka adalah Fungsi Lindung dengan Luas 233, 56 Ha, Fungsi Penyangga dengan Luas 12802,65 Ha dan Fungsi Budidaya terbagi menjadi kawasan budidaya tanaman musiman seluas 224001,33 dan kawasan budidaya tanaman tahunan dengan Luas 47333,92 ha. Tingkat Kesesuaian Penggunaan Lahan dengan Fungsi Kawasan pada umumnya telah sesuai namun terdapat wilayah yang seharusnya difungsikan sebagai Kawasan Penyangga berubah menjadi Kawasan Permukiman seluas 0,28 ha. ABSTRACTKolaka Regency has a significant development. Population growth over the last 10 years from 2013 totalled 228,599 people and increased in 2023 to 245,930 people, providing the potential for high land use development. Land use development should be adjusted to the function of the area owned by Kolaka Regency so that planning and development remain in accordance with land capabilities. This research has the aim of analysing the function of the Kolaka Regency area and analysing the level of land use suitability with the function of the Kolaka Regency area. This research is a quantitative and qualitative descriptive research with a spatial approach. Spatial analysis through super impose (overlay). The results of this analysis show that the function of the area located in Kolaka Regency is a Protection Function with an Area of 233.56 Ha, a Buffer Function with an Area of 12802.65 Ha and a Cultivation Function divided into seasonal crop cultivation areas covering an area of 224001.33 and annual crop cultivation areas with an Area of 47333.92 ha. The level of Land Use Conformity with Area Functions is generally appropriate, but there are areas that should function as Buffer Areas turned into Residential Areas covering an area of 0.28 ha.
PERBANDINGAN HIDROGRAF SATUAN AMATAN DAN HIDROGRAF SATUAN SINTESIS (DAS MAROS SUB DAS MAROS TOMPUBULU) Agusalim, M.; Nanda, Abd. Rakhim; Praja, Soemitro Emin; Syah, Erwin
TEKNIK HIDRO Vol 11, No 1 (2018): TEKNIK HIDRO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.039 KB) | DOI: 10.26618/th.v11i1.2435

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase perbedaan hasil perhitungan antara hidrograf satuan amatan (Metode Collins) dengan metode hidrograf satuan sintesis (Metode Snyder) dan (Metode Nakayasu),untuk mengetahui parameter-parameter yang digunakan dalam kedua metode tersebut mengakibatkan perbedaan debit puncak (Qp), waktu mencapai puncak (Tp) dan waktu dasar (Tb) pada kedua metode tersebut. Dari hasil penelitian ini, maka kami dapat menarik beberapa kesimpulan terkait Penerapan Metode HS Collins dan HSS Snyder Pada DAS Maros sub DAS Maros-Tompobulu yaitu, kedua metode yang digunakan dalam tugas akhir ini memiliki parameter yang berbeda dalam pengaruh terhadap perubahan waktu mencapai puncak dan debit puncak. Pada metode HS Collins parameter Lc menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak. Dan pada metode HS Snyder parameter α dan tg yang menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak.
Kajian Risiko Bencana Banjir di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Ayu Oktavianur; Rumata, Nini Apriani; Emin Praja, Soemitro
LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman Vol.10, No.1, Februari 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify the level of flood risk in Bangkala Sub-district, Jeneponto Regency. The analysis method used in identifying the level of flood risk by using disaster risk indicators, including threats, vulnerability and capacity. This analysis is carried out based on factors that affect the level of danger, vulnerability and capacity of the community. Data collection methods were conducted through (1) observation and (2) interviews to obtain data on disaster management capacity, and (3) documentation and interpretation to obtain data related to hazards and vulnerability to flood disasters. The results showed that the risk level is divided into 3 categories, namely low, medium and high. (1) Low category is in Marayoka village, (2) Medium category is in Pallengu, Benteng, Tombo-Tombolo, Jenetallasa, Bontomanai, Gunung Silanu, Kapita and Pallantikang and (3) High category is in Mallasoro, Punagaya Pantai Bahari, Bontorannu and Kalimporo villages. Community synergy together with academics, government and stakeholders is needed to improve community resilience in flood-prone areas.
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Bersih pada Masyarakat di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Yuniar, Diva Auliya; Praja, Soemitro Emin; Burhanuddin, Fathurrahman
LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman Vol.10, No.1, Februari 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The avaibility and demand for clean water are crucial aspects of community life, particularly in the Bangkala District of Jenponto Regency, which features divers geographical conditions . This study aims to analyze the availability and demand for clean water in Bangkala District , focusing on the distribution of household connections (SR) and water consumption levels in each village and sub-district. The data used include population size, land area, and elevation og the villages. The analysis seeks to identify gaps between the availability and demand for clean water among the community. The findings indicate significant variations in water availability across the villages, with those situated at lower elevations tending to have better access to water. Conversely, villages at higher elevations face challenges in accsessing clean water. These findings are expected to serve as a basis for improving the clean water distribution system in Bangkala District to optimally meet community needs.
Analisis Peningkatan Kualitas Infrastruktur Air Limbah Domestik Secara Berkelanjutan Pada Kawasan Maritim Kota Makassar Ariani, Ayu; Burhanuddin, Fathurrahman; Praja, Soemitro Emin
LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman Vol.10, No.1, Februari 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines domestic wastewater infrastructure in the slum area of Barombong Village, Makassar City. Gray water drains are drained directly into the soil without a treatment process, while black water management is on top of stagnant soil, increasing the risk of contamination. The high density of buildings causes the discharge of grey water directly into the river to pollute the water and soil. The analysis method used to improve the quality of domestic wastewater infrastructure is a weighting analysis with scoring based on the classification of sustainability levels aimed at determining the level of sustainability of infrastructure at the research site. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method is used to determine the direction of sustainable development of gray water and black water infrastructure. The results show that the sustainability level of grey water in zones 1, 2, 3 and 5 is categorized as low, while zone 4 is categorized as moderate. The sustainability level of black water in zones 1, 2, 3 and 4 is categorized as moderate, while zone 5 is low. The direction of sustainable black water WWTP infrastructure in zones 1, 2, and 3 is the construction of communal septic tanks, zone 4 biogas digesters, and zone 5 individual septic tanks. Meanwhile, the direction of grey water infrastructure in zones 1, 2, and 3 is the construction of wetlands, zone 4 anaerobic biofilters, and zone 5 grey water recycling.
Analisis Pengurangan Risiko Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah Firdaus, Firdaus; Praja, Soemitro Emin; Dayana, Lucke Ayurindra Margie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2371

Abstract

Bencana merupakan suatu rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ancaman, tingkat kerentanan dan tingkat kapasitas gempa bumi, mengetahui tingkat risiko bencana gempa bumi dan pengurangan risiko bencananya. Metode Analisis yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif komparatif untuk menyimpulkan tingkat risiko bencana gempa bumi. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran parameter, survei lapangan dan analisis data sekunder. Analisis data menggunakan perangkat sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) tingkat ancaman gempa bumi di Kabupaten Mimika memiliki kategori tinggi, (2) tingkat kerentanan gempa bumi di Kabupaten Mimika masuk dalam kategori tinggi, (3) indeks kapasitas seluruh wilayah Kabupaten Mimika memiliki kategori rendah, (4) risiko bencana gempa bumi di Kabupaten Mimika memiliki kategori tinggi, dan (5) pengurangan risiko bencana gempa bumi dengan menyediakan jalur dan tempat evakuasi, memperhitungkan zona bencana gempa bumi tingkat tinggi melalui pembangunan infrastruktur tahan gempa khususnya pada penerbitan persetujuan bangunan gedung. Upaya ini perlu diperkuat, dipantau, dan dievaluasi, agar upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi dapat berjalan secara optimal melalui penguatan kapasitas kesiapsiagaan, Kabupaten Mimika juga harus memulai inisiatif penyusunan rencana kontijensi untuk bencana gempa bumi yang tersinkronisasi dengan prosedur tetap peringatan dini dan penanganan darurat bencana gempa bumi.
Strategi Tata Ruang Kota Ramah Lingkungan: Pendekatan Ekologis dalam Perencanaan Urban Kota Makassar Praja, Soemitro Emin; Asran, Asran
Journal of Health Quality Development Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v5i1.767

Abstract

Urbanisasi yang pesat di Kota Makassar memunculkan tantangan ekologis yang signifikan, seperti degradasi lingkungan, banjir, dan berkurangnya ruang terbuka hijau. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi tata ruang kota ramah lingkungan melalui pendekatan ekologis, dengan mengacu pada teori Cities as Sustainable Ecosystems dari Newman dan Jennings. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus dan wawancara terhadap pemangku kepentingan. Penelitian menemukan bahwa strategi seperti pengembangan lorong garden, revitalisasi ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta zonasi ekologis dalam RDTR telah diimplementasikan secara parsial. Namun, sejumlah tantangan masih menghambat keberhasilan strategi ini, antara lain dominasi pendekatan teknokratis, kurangnya integrasi lintas sektor, minimnya data ekologis spasial, dan keterlibatan masyarakat yang tidak berkelanjutan. Rekomendasi strategis meliputi penguatan zonasi ekologis, pembangunan infrastruktur hijau, integrasi transportasi rendah karbon, digitalisasi tata ruang dengan monitoring partisipatif, dan insentif bagi pembangunan ramah lingkungan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model perencanaan kota berkelanjutan di Indonesia yang adaptif, inklusif, dan berbasis ekologi.